Wednesday, June 19, 2019
Home Blog

Penguatan Ke-NU-an Akademisi Fak. Adhum UIN Bandung

- WhatsApp Image 2019 06 18 at 12 - Penguatan Ke-NU-an Akademisi Fak. Adhum UIN Bandung

Oleh: Wahyu Iryana

Momentum silaturrahim dan silatulfikri di bulan Syawal dimanfaatkan oleh akademisi Fakultas AdHum UIN Bandung untuk menguatkan komitmen Aswaja dalam jamaah Nahdhatul Ulama.

Hadir dalam momentum silaturrahim yang bertempat di Pesantren Al Amanah Gedebage Bandung. (18/7/2019) Dr. Edi Komarudin (Ketua Forum komunikasi Pesantren) selaku tuan rumah, hadir juga sebagai penggagas Dr. Dadan Rukmana, Dr Asep Supianudin, Dr. Ajid Thohir.

Pembicaraan awal sebagai pemantik geopolitik jangka panjang diutarakan oleh Prof. Sulasman. Penguatan ideologi dan serangan ideologi Islam radikal. Sedangkan Dr. Ajid Thohir sebagai ketua Matan Jabar mengutarakan pentingnya berkhidmat di NU karena negara membutuhkan NU. Termasuk berbicara kepentingan struktur di UIN Bandung dari Rektor sampai dosen dan struktur ke bawahnya idealnya harus jelas ke NU-annya.

Hadir pula intelektual lain diantaranya ahli gramatika bahasa Arab H. Mawardi, Dadan Wildan, M. Syiasi, Mirna Sakinah, dan Khomisah.

Hasil dari pertemuan merumuskan mapping keorganisasian Mahasiswa seperti di PMII harus diarahkan dan dibina dari tingkat rayon maupun komisariat. Distribusi kader, penguatan struktur, mengutamakan aspirasi jamaah NU.

- WhatsApp Image 2019 06 18 at 12 - Penguatan Ke-NU-an Akademisi Fak. Adhum UIN Bandung

Semua penyepakati kebijaksanaan secara jamaah saling menguatkan, menjaga silaturahim dan komunikasi laten.

Keutamaan Ayyamul Bidh

- WhatsApp Image 2019 06 17 at 11 - Keutamaan Ayyamul Bidh

Puasa tengah bulan atau Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunat yang dapat dikerjakan oleh setiap umat Islam. Puasa ini memiliki banyak keutamaan.

Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan pada setiap pertengahan bulan Hijriah berdasarkan kalender Qomariah. Puasa ini dilakukan hanya tiga hari setiap pertengahan bulan yakni 13, 14, dan 15 di bulan Hijriah, kecuali hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

“Rasulullah menganjurkan para sahabat untuk berpuasa sunat di pertengahan bulan di tahun Qomariah, bukan berdasarkan tahun Masehi ya,” kata ustadz Wahyul Afif Al Ghafiqi

Ayyamul Bidh juga dikenal dengan puasa putih karena pada tanggal 13,14, dan 15, bulan sedang terang benderang menuju purnama sehingga tampak putih.

Ada pula pendapat dalam kitab Umdatul Qari’Syarhu Shahihil Bukhari yang menyebut Ayyamul Bidh berasal dari kisah Nabi Adam. Saat Adam turun ke Bumi, tubuhnya dalam keadaan gosong. Ketika melakukan puasa selama tiga hari, tubuhnya memutih.

Puasa Ayyamul Bidh dapat dijalankan oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi. Misalnya, perempuan harus berada dalam keadaan suci dan mendapatkan izin dari suami untuk berpuasa sunat.

Ketentuan menjalankan puasa ini sama dengan puasa lainnya seperti niat dan menahan haus dan lapar serta hawa nafsu dari terbit fajar saat azan Subuh hingga hingga azan Magrib. Niat puasa sunat ini juga boleh dilakukan saat pagi atau siang hari ketika sudah melewati waktu subuh.

“Bedanya dengan puasa Ramadan, niatnya harus di malam hari. Kalau puasa sunat boleh di pagi hari. Misalnya, pagi belum makan dan minum serta belum melakukan hal yang membatalkan puasa, boleh dilanjutkan menjadi puasa. Rasulullah pernah begitu,” ungkap Wahyul.

Puasa ini memiliki keutamaan pahala yang sama seperti orang berpuasa satu tahun penuh jika dilaksanakan setiap bulan.

“Kalau satu hari, hitungannya sama seperti sepuluh hari. Kalau dilakukan tiga hari setiap bulannya, sama seperti berpuasa satu tahun penuh,” ucap Wahyul yang merupakan pimpinan pesantren Al Afifiyah Bandung ini.

Selain itu, ahli puasa juga akan mendapatkan pintu khusus untuk masuk surga saat di akhirat nanti. Ahli puasa akan masuk melalui pintu Ar-Rayyan, termasuk orang yang melakukan puasa Ayyamul Bidh.

Halal bi Halal PCNU Kab. Garut : Ceng Mujib Ajak Warga NU Bangun Negeri & Perkokoh Silaturahim

Halal bi Halal PCNU Kab. Garut : Ceng Mujib Ajak Warga NU Bangun Negeri & Perkokoh Silaturahim - WhatsApp Image 2019 06 17 at 11 - Halal bi Halal PCNU Kab. Garut : Ceng Mujib Ajak Warga NU Bangun Negeri & Perkokoh Silaturahim
Ceng Mujib singa NU Jabar

Garut (17/6/19) Senin pagi terlihat padat lalulang kendaraan di jalan utama Kota Garut, telihat beberapa Banser dan aparat kepolisian mengatur lalulintas didepan Gedung PCNU Kabupaten Garut.

Halal bi halal yang digagas oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kab. Garut dengan mengusung tema, “Jadikanlah momentum halal bi halal sebagai sarana untuk saling memaafkan memperkokoh hubungan silaturahim dan kebersamaan.”

Dimulai pembacaan Al Quran, Dzukir Tahlil oleh sesepuh Ponpes Fauzan, dan lagu Indonesia raya dilanjutkan dengan Mars Yalal Wathan.

KH Amin Abdul Mujib mewakili ketua Tanfidziyah memberi sambutan sekaligus arahan dan Tausyiah di moment Halal bi Halal.

Yang mencetuskan istilah halal bi halal adalah KH Wahab Hasbullah, di Saudi ga ada, di Mesir ga ada, cuma ada di Indonesia bumi NUsantara, disaat kondisi negara sedang genting dan tidak konfusif di masa presiden Soekarno, makan di kumpulkan lah para ulama usai lebaran dan Presiden meminta pendapat, konseptor untuk menyatukan element-element masyatakat yang terpecah maka dibuatlah pertemuan yang di gagas oleh sesepuh NU, ujar Aceng Mujib.

Halal bi halal intinya saling menghalalkan kesalahan yang mungkin selama ini banyak salah dan khilaf dalam kesehatian bersama-sama, lebih dari meminta maaf tetapi momentum ini untuk saling menjaga keharmonisan satu sama lain antar masyarakat.

Yang kedua terimakasih kepada semua pihak warga NU yang sudah menjaga kondusifnya wilayah masing-masing dalam rangkan Pemilu kemarin, dalam rangka menjalankan aplikasi berbangsa dan bernegara.

Partisipasi warga NU luar biasa dalam menjaga keutuhan NKRI, dihadapan wakil kapolres Garut ceng Mujib menuturkan bahwa selama ini Nahdlatul Ulama selalu terdepan dalam rangka menjaga kondusifnya keadaan Negara.

NU wadahnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah, bukan khkhawarij yang mana mereka menyalahkan yang berbeda dengan mereka, pokitiknya Ulama adalah menaungi Masyarakat untuk membantu dan menyelesaikan persoalan dibawah.

Acara yang dimulai sejak pagi pukul 8 pagi hingga dzuhur berjalan dengan khidmat dan lancar, seluruh banom dan lembaga ikut hadir memeriahkan tak lupa jajaran Ansor Banser turut mensukseskan acara Halal bi halal.

[SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”


[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - daftar wni 02 678x381 - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

Aplikasi “SAKE” adalah untuk kemudahan proses mengurus layanan kewarganegaraan, bukan untuk mempermudah warga Cina jadi WNI seperti premis pelintiran yang dibangun oleh judul artikel. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten Yang Salah.

=====

SUMBER

[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - daftar wni 01 - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

http://bit.ly/2IMruFT, akun “Aji Pangestu” (facebook.com/ekoaji.pangestu.5), sudah dibagikan 1.163 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Daftar jadi WNI cukup lewat online, Warga Cina daratan serbu Indonesia
Dibaca ya, Link tertera di komentar🙏”.

======

PENJELASAN

[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - firstdraft 7 jenis mis dan disinformasi - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • SUMBER membagikan tangkapan layar artikel salinan yang judulnya tidak sama dengan sumber artikel yang disalin.
  • Untuk membangun premis pelintiran, judul artikel yang dibagikan oleh SUMBER ditambahkan “Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”.

[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - daftar wni 02 - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

(2) “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online”, judul asli artikel yang disalin. Selengkapnya di http://bit.ly/2wY3Qk5 (arsip).


(3) Institut Kewarganegaraan Indonesia: “Mau Jadi WNI? Daftar Online klik http://sake.ahu.go.id/”. Selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - daftar wni 03 - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

(1) http://bit.ly/2KndJQY http://bit.ly/2XRb5Gt Institut Kewarganegaraan Indonesia: “Mau Jadi WNI? Daftar Online klik http://sake.ahu.go.id/

Fri, 04/27/2018 – 10:38 | editor

(foto tangkapan layar)

Seperti sudah diketahui umum bahwa Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) sejak tahun 2017 meluncurkan layanan kewarganegaraan secara online untuk mempercepat pengurusan izin perubahan Warga Negara Asing (WNA) atau anak hasil perkawinan campur memiliki Warga Negara Indonesia (WNI). Layanan berbasis online itu diharapkan bisa sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang mengurus kewarganegaraan Indonesia nya.

Aplikasi tersebut bernama Aplikasi Sistem Administrasi Kewarganegaraan Elektronik atau lebih dikenal dengan nama Aplikasi “SAKE”. Dimana aplikasi ini memberikan kemudahan akses bagi pemohon dan memberikan kepastian pelayanan. Dengan Sistem Online ini pemohon akan mengetahui proses dan estimasi waktu selesainya dokumen. Terutama terkait estimasi waktu (pengurusan dokumen) dan keberadaan dokumen. Meskipun menggunakan Sistem Online syarat yang harus disertakan oleh pemohon sama dengan ketika mengajukan secara manual.

Direktur Tata Negara Ditjen AHU, Tehna Bana Sitepu mengatakan layanan kewarganegaraan berbasis online ini memiliki kelebihan yang tidak memiliki oleh layanan secara manual. Setidaknya, kata dia, ada lima keunggulan layanan kewarganegaraan berbasis online tersebut.

“Pertama, pemohon dapat mengajukan permohonan melalui aplikasi yang tersedia kapan saja dan di mana saja,” kata Tehna. Tehna menjelaskan keunggulan kedua yakni pemohon dapat mengetahui alur proses permohonan mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

Selain itu, penyelesaian pemohonan dapat dilakukan paling lama lima hari sejak dokumen persyaratan diterima lengkap yang sebelumnya secara manual harus diselesaikan dalam waktu paling lama 49 hari.

“Keempat, penandatangan keputusan menteri oleh Dirjen AHU dilakukan secara elektronik dan kelima, pemohon dapat mencetak sendiri keputusan menteri mengenai kewarganegaraan Indonesia nya,” ungkapnya.

Layanan kewarganegaraan secara online ini berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 47 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyampaian Permohonan Kewarganegaraan Republik Indonesia Secara Elektronik yang di dalamnya mengatur mengenai

a. Aplikasi penyampaian permohonan kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak berkewaarganegaraan ganda.

b. Aplikasi penyampaian permohonan tetap sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

c. Aplikasi laporan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia dengan sendirinya.

d. Aplikasi permohonan kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia kepada Presiden Republik Indonesia.

e. Aplikasi permohonan surat keterangan kehilangan kewarganegaraan Indonesia, baik atas kemauan sendiri atau karena perkawinan.

f. Aplikasi memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia

Selain itu terdapat juga aplikasi yang diperuntukan bagi WNA yang kawin sah dengan WNI dan ingin menjadi WNI sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No 26 Tahun 2016 tentang Tata Cara Menyampaikan Pernyataan Menjadi WNI.

Perempuan WNI yang ingin mempertahankan Kewarganegaraannya dapat mengajukan Surat Pernyataan keinginan tetap berkewarganegaraan Indonesia kepada Pejabat atau Perwakilan Republik Indonesia yang berwenang di tempat tinggal pihak suami WNA. Surat pernyataan tersebut diajukan perempuan WNI setelah tiga tahun sejak tanggal perkawinan berlangsung [pasal 26 ayat (4) UU Kewarganegaraan].

Perlu diperhatikan bahwa pengajuan tersebut tidak boleh mengakibatkan WNI menjadi berkewarganegaraan ganda (bipatride). WNI tersebut harus melepaskan status kewarganegaraan yang didapatkan dari perkawinan campuran tersebut, barulah kemudian WNI dapat mengajukan Surat Pernyataan keinginan tetap berkewarganegaraan Indonesia.

Kemudahan fasilitas ini bukan berarti pemerintah menjadi terlalu mudah menerima siapapun mengajukan permohonan menjadi WNI. Proses klarifikasi dan investigasi (penelusuran rekam jejak) terhadap calon WNI tetap dilakukan secara ketat oleh tim dari direktorat.

“Aplikasi ini hanya pendaftaran saja, nanti kita akan melakukan verifikasi” jelas Kepala Kantor Wilayah, jadi meskipun menggunakan sistem online syarat yang harus disertakan oleh pemohon sama dengan ketika mengajukan secara manual dan semua dokumen akan di verifikasi. Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kewarganegaraan dapat menghubungi Perwakilan Republik Indonesia jika berada di luar negeri, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dan Kantor-kantor Imigrasi. (IKI/ENR)


[SALAH] "Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia" - daftar wni 04 - [SALAH] “Daftar Jadi WNI Cukup Lewat Online, Warga Cina Daratan Serbu Indonesia”

(2) http://bit.ly/2x1c6zG, arsip cadangan SUMBER.



Source link

IPNU IPPNU Sumedang Silaturahim ke Rois Syuriah PCNU Sumedang

IPNU IPPNU Sumedang Silaturahim ke Rois Syuriah PCNU Sumedang - WhatsApp Image 2019 06 17 at 10 - IPNU IPPNU Sumedang Silaturahim ke Rois Syuriah PCNU Sumedang

Upaya menjaga harokah dalam keorganisasian, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumedang bersilaturahmi kepada Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sumedang di Pondok Pesantren Al- Falah Cileles, Kecamatan Jatinangor- Sumedang, Sabtu (15/06).

Dalam kegiatan silaturahmi ini turut hadir Kyai Aceng Muhyi (Wakil Ketua PCNU), Pengurus Cabang IPNU-IPPNU, dan hadir pula ketua-ketua PAC IPNU se-Kabupaten Sumedang.

Fakhryzal Fauzi, selaku Ketua PC IPNU Sumedang menyampaikan bahwa silaturahim ini agenda rutin yang di laksanakan PC IPNU-IPPNU Sumedang.

IPNU IPPNU Sumedang Silaturahim ke Rois Syuriah PCNU Sumedang - WhatsApp Image 2019 06 17 at 10 - IPNU IPPNU Sumedang Silaturahim ke Rois Syuriah PCNU Sumedang

“Silaturahmi ini rutin kita laksanakan, sengaja untuk meminta doa dan sebagai motivasi kita dalam berorganisasi. Karena tugas IPNU-IPPNU kedepan sangat besar dan berat. Disamping itu juga, kita menyampaikan agenda- agenda yg telah dilaksanakan sebagai laporan kepada pimpinan tertinggi NU tingkat Kabupaten”. Ucapnya

Dalam kesempatan ini KH. Furqon, selaku Rois Syuriah PCNU Sumedang menyampaikan amanat kepada seluruh jajaran Pengurus IPNU-IPPNU Sumedang untuk terus menjaga Ahlussunnah wal Jam’ah dimana pun.

“Ahlussunah wal jama’ah itu ibarat tamannya, sedangkan NU itu pagarnya.
Maka sudah seharusnya kita warga NU menjaga tamannya, dan di usia IPNU-IPPNU saat ini masih ada yang belum mengenal apa itu Ahlussunnah wal Jam’ah, maka kenalkanlah”. Ucapnya. (Dudi Abdurahman)

Kota Bandung Kirim Utusan Program Beasiswa Uninus dan Pergunu

Kota Bandung Kirim Utusan Program Beasiswa Uninus dan Pergunu - WhatsApp Image 2019 06 16 at 11 - Kota Bandung Kirim Utusan Program Beasiswa Uninus dan Pergunu

Bandung, Pergunu Online
Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kota Bandung mengirimkan utusan rekomendasi calon penerima beasiswa S2 dan S3 Program Kerjasama Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dengan PW Pergunu Jawa Barat. Seleksi dilaksanakan di Kantor Pengurus Wilayah (PWNU) Jawa Barat betempat, jalan Terusan Galunggung No. 09 Kota Bandung.

Kiagus Akbar Saman Divisi KKG, MGMP dan Diklat PC Pergunu Kota Bandung menuturkan peningkatan mutu para pendidik dilingkungan Guru NU merupakan sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan dan dikembangkan. Adanya program kerjasama beasiswa Uninus yang digagas oleh PW Pergunu merupakan pintu masuk untuk menjadi guru yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kota bandung sebagai tuan rumah dilaksanakan testing seleksi beasiswa Uninus dan PW Pergunu Jawa Barat diharapkan bisa menjadi percontohan bagi guru guru NU di kab/kota lainya, menjadi guru yang memiliki kompetensi, profesional, memiliki kepribadian dan berhaluan Aswaja An-Nahdliyah sehingga para peserta didiknya lahir dan tumbuh dengan karakter Aswaja An-Nahdliyah” tuturnya

Dengan demikian “NKRI akan selalu terjaga dari pemahaman ekstrim dan golongan radikal yang ingin menghancurkan ukhuwwah atas nama agama, dikarenakan guru-guru NU sudah menanamkan jiwa tawassuth, tawazun, i’tidal dan tasamuh dalam peserta didiknya dan Islam yang berkembang di Indonesia menjadi Rahmatan lil Alamin” pungkasnya

[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia


[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia - Screenshot 2128 529x381 - [SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia

Judul artikel Kompasinfo (k0mpasinf0[dot]blogspot.com), adalah pelintiran berita yang dikabarkan situs CNN Indonesia yang berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia. Situs k0mpasinf0[dot]blogspot.com bukanlah media yang kredibel.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

=============================================
Kategori : Konten yang Dimanipulasi
=============================================

Beredar di media sosial sebuah screenshot dari Kompasinfo (blogspot) yang memuat berita kontroversial berjudul “Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia”. Artikel tersebut memberikan kutipan disertai foto Wiranto dengan tulisan “Wiranto: Lebih mencintai bendera berkalimat tauhid itu kan sudah menduakan merah putih”.

Salah satu sumber : http://web.archive[dot]org/web/20190617032009/https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2304027486524025&set=a.1737878506472262&type=3 – Akun Zainuddin Zay ( facebook.com/zainuddin.zay.988 ) – Sudah dibagikan 14 kali saat tangkapan layar diambil.

[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia - Screenshot 2128 - [SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia

=============================================

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, situs Kompasinfo, k0mpasinf0.blogspot.com kini tak lagi bisa diakses. Kompasinfo, yang memuat artikel berjudul, Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia pada 30 Oktober 2018, bukanlah media yang kredibel.

Benarkah Menko Polhukam Wiranto mengeluarkan kata-kata seperti yang dimuat Kompasinfo?
Merespon kabar di media sosial, pada 12 Juni 2019, situs Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memuat artikel berjudul, [DISINFORMASI] Memanas!! Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia.
Berikut penjelasannya:
Beredar di media sosial sebuah screenshot dari Kompasinfo (blogspot) yang memuat berita kontroversial berjudul “Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia”. Artikel tersebut memberikan kutipan disertai foto Wiranto dengan tulisan “Wiranto: Lebih mencintai bendera berkalimat tauhid itu kan sudah menduakan merah putih”.
Berdasarkan penelusuran, berita yang disebarkan oleh Kompasinfo tersebut menyalin berita dari CNN berjudul “Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia”. Berita rilisan CNN tersebut membahas mengenai tanggapan Wiranto usai kejadian penurunan bendera Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera tauhid di DPRD Poso. Wiranto menyebut tindakan tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih. Oleh Kompasinfo (blogspot), pernyataan tersebut dipelintir dan dijadikan judul serta kutipan pernyataan dari Wiranto yang berbeda dengan konteks sebenarnya seperti yang ditampilkan pada CNN.
Artikel yang dimuat di Kompasinfo adalah pelintiran dari artikel berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia yang dimuat situs CNN Indonesia.
Berikut isi lengkap artikel tersebut:
Surabaya, CNN Indonesia — Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Wiranto menyebut tindakan pengibaran bendera bertuliskan tauhid di DPRD Poso beberapa waktu lalu adalah tindakan yang melecehkan ideologi Pancasila.
Wiranto bahkan menyebut pengibaran bendera berwarna hitam dengan tulisan putih mirip lambang HTI tersebut merupakan tindakan menduakan bendera merah putih.
“Ya enggak boleh. Itu kan sudah menduakan merah putih. Menduakan Pancasila,” kata Wiranti usai memberikan sambutan dalam Sosialisasi Inpres Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara di Hotel Utami, Surabaya, Senin (29/10).
Orang-orang yang mengibarkan bendera itu, kata Wiranto, mereka telah menyebarkan paham-paham terlarang yang anti Pancasila. Oleh sebabnya, ia pun meminta pihak-pihak tersebut untuk segera angkat kaki dari Indonesia.
Menurutnya, tak ada tempat di belahan Indonesia mana pun bagi para penganut ideologi anti Pancasila. Wiranto pun meminta para pengikut paham ini untuk mencari negara lain yang sesuai ideologinya.

“Kalau mau kibarkan lagi ya silahkan sana cari tempat lain yang bisa menoleransi. Orang yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila ya jangan merusak, pergi saja dari Indonesia bikin saja tempat lain sana yang sesuai dengan ideologinya,” ujar Wiranto.

Bagi dia, tindakan-tindakan tersebut dapat mengancam kedaulatan NKRI. Padahal, Wiranto mengatakan Pancasila tak bisa dipisahkan dengan NKRI.
Keduanya merupakan harga mati yang harus dibela. Paduan keduanya, disebut Wiranto, selama ini telah menghasilkan banyak kebaikan bagi bangsa.

“Pembangunan sudah on the right track menuju adil makmur, pembangunan daerah pinggiran sudah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia, untuk menuju adil makmur belum selesai memang tapi menuju ke sana sudah jelas,” kata Wiranto.

Wiranto juga mengingatkan, ancaman bagi NKRI tak hanya datang dari dalam negeri, ada pula ancaman dari pihak luar. Misalnya saja soal ancaman narkoba, radikalisme hingga terorisme.
Ia juga menyebut Indonesia kini tengah menghadapi ancaman baru melalui dunia siber, seperti penyebaran hoaks atau informasi bohong, serta ujaran kebencian.
Wiranto beranggapan upaya menangkal hal tersebut bukan hanya tugas pemerintah, melainkan sangat diperlukan juga bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia.
“Dalam undang-undang dasar sudah disebutkan bahwa semua warga negara punya kewajiban yang sama tentang pembelaan negara,” kata Wiranto.
Sebelumnya, Jumat (26/10) sebuah insiden terjadi di DPRD Poso, hal itu diawali dengan penurunan bendera Indonesia yang kemudian digantikan dengan pengibaran bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid.

Kesimpulan :
Judul artikel Kompasinfo (k0mpasinf0.blogspot.com), Memanas!! Wiranto Minta Pihak Yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia, adalah pelintiran berita yang dikabarkan situs CNN Indonesia yang berjudul, Wiranto Minta Pihak Anti Pancasila Angkat Kaki dari Indonesia.
Tak ada bukti yang menguatkan apa yang ditulis Kompasinfo terkait pernyataan Wiranto yang, ‘meminta pihak yang lebih mencintai kalimat Tauhid segera angkat kaki dari Indonesia.’

[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia - Screenshot 2129 - [SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia
[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia - Screenshot 2130 - [SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia
[SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia - Screenshot 2131 - [SALAH] Wiranto Minta Pihak yang Lebih Mencintai Kalimat Tauhid Segera Angkat Kaki dari Indonesia

REFERENSI :
https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/3989901/cek-fakta-wiranto-minta-pihak-yang-lebih-mencintai-kalimat-tauhid-segera-angkat-kaki-dari-indonesia-ini-faktanya
https://kominfo.go.id/content/detail/19243/disinformasi-memanas-wiranto-minta-pihak-yang-lebih-mencintai-kalimat-tauhid-segera-angkat-kaki-dari-indonesia/0/laporan_isu_hoaks
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181030041613-12-342486/wiranto-minta-pihak-anti-pancasila-angkat-kaki-dari-indonesia



Source link

[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”


[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO” - RencanaAksiBPN1 386x381 - [SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”

Jubir BPN Prabowo – Sandi, Andre Rosiade membantah kabar yang dibagikan oleh akun Facebook Oktaviana Istinawati atau @oktaviana.istinawati.7 yang mengatakan aka nada rencana aksi bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO.” “Informasi tersebut hoaks, berbahaya sekali mencantumkan nama BPN dalam undangannya,” ujar Andre.

=====

Sumber: Media Sosial Facebook Oktaviana Istinawati (@oktaviana.istinawati.7)

=====

Kategori: Fabricated Content

=====

Narasi:

“Mari… rapatkan gerakan KITA. hingga akhir Juni ( 26 – 27 – 28 Juni ).Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.*( Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 – 2024 ).*PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO.*AKAN BERKUMPUL & BERGEMA* ORASI AKSI AKBAR SUPER DAMAI ATRAKSI ISLAMI & NASIONALIS serta NASIONALISASI ASET NEGARA.*34 PROVINSI SE-INDONESIA AKAN HADIR.*tgl 27 – 28 Juni *2 HARI..*Longmart dari Stasiun dan Bandara ke MK…TITIK KUMPUL MASSA 4 – 8 TITIK JAMA’AH MENGELILINGI GEDUNG KPU.mulai PUKUL 10.30 wib.•• AKTRAKSI ORASI AKSI SUPER DAMAI.•• AKTRAKSI ORASI AKSI SUPER ISLAMI.•• ATRAKSI ORASI AKSI SUPER NASIONALIS & ATRAKSI AKSI SUPER NASIONALISASI ASET NEGARA.dgn ditutup SYUJUD SYUKUR KEMENANGAN PRABOWO – SANDI.AKSI ORASI SELESAI DI PERKIRA hingga MALAM HARI.TARGET MASSA AKSI MECAH REKOR MURI *MENUJU KEMENANGAN.* DEMI INDONESIA.*12 – 22 JUTA MANUSIA KUMPUL….*_”AKSI ini INOVASI PENETAPAN KEMENANGAN DEMI KEDAULATAN RAKYAT INDONESIA atas DALIL MK. MK ada. Kita ada.”_APARAT meskipun ada. Kita Ketahui GERAKAN BERGERAK SERENTAK BERGEMA AKSI tgl 27 dan 28 Juni 2019.*Kejutan utk Aparat bahwa poin kita belum usai KITA ADA LAGI dan KITA LEBIH BANYAK dari mereka itu…*MENGETAHUI – BERTANDA TANGAN :*BPN & BKNI Prabowo Sandi.*( Badan Pemenangan Nasional & Badan Kemenangan Nasional Indonesia PRABOWO SANDI ).sebarkan seluruh rakyat indonesia. JIHAD TOTAL SETOTAL-TOTALNYA,” unggah akun Facebook Oktaviana Istinawati (@oktaviana.istinawati.7), Minggu (16/6).

=====

Penjelasan:

[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO” - RencanaAksiBPN2 - [SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”
[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO” - RencanaAksiBPN3 - [SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”

Jadwal sidang sengketa hasil rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 26 hinnga 28 Juni direncanakan pelaksanaan permusyawaratan hakim dan pembacaan putusan. Namun, ditengah jadwal yang telah tersebar itu, ada kabar yang mengatakan akan ada rencana aksi yang bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO.”

Kabar adanya rencana aksi tersebut, diantaranya diunggah oleh akun Facebook Oktaviana Istinawati atau @oktaviana.istinawati.7, Minggu (16/6). Pada unggahan tersebut diberitahukan juga bahwa akan ada titik kumpul massa yang berjumlah 4 hingga 8 titik yang mengelilingi Gedung KPU.

Kemudian, disebutkan juga aksi massa tersebut berencana memecahkan rekor Muri dengan menghadirkan 12 hingga 22 juta peserta. Dan pada kabar tersebut yang mengetahui dan bertandatangan ialah BPN dan Badan Kemenangan Nasional Indonesia Prabowo – Sandi.

Menanggapi hal tersebut, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak pernah memfasilitasi rencana acara itu. “BPN Prabowo-Sandi tidak pernah memfasilitasi acara tersebut,” kata Andre, Sabtu (15/6).

Ia menegaskan kabar bahwa BPN memfasilitasi acara tersebut sudah tersebar luas di media sosial dan pesan singkat Whatsapp. Menurut ia informasi itu dipastikan bohong atau hoaks dan bukan berasal dari BPN Prabowo-Sandi.

“Informasi tersebut hoaks, berbahaya sekali mencantumkan nama BPN dalam undangannya,” ujar Andre.

Andre pun menambahkan, perihal langkah yang akan diambil adalah Tim Advokasi dan Hukum BPN sedang menelusuri pesan tersebut. “Lagi dicek oleh Tim Advokasi dan Hukum kami. Yang jelas kami selaku jubir di tugaskan untuk menyampaikan bantahan,” imbuhnya.

[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO” - RencanaAksiBPN4 - [SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”
[SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO” - RencanaAksiBPN5 - [SALAH] Ada Ajakan Aksi Bertajuk “PUNCAK AKSI AKBAR TERBESAR *MENUJU KEMENANGAN* PRABOWO SUBIANTO – SANDIAGA UNO”

=====

Referensi:

1.https://www.facebook.com/oktaviana.istinawati.7/posts/491125374972876 2.https://web.archive.org/web/20190616111517/https://www.facebook.com/oktaviana.istinawati.7/posts/491125374972876 3.https://www.suara.com/news/2019/06/15/225337/rumor-bpn-akan-fasilitasi-aksi-massa-di-mk-pada-28-juni-andre-hoaks 4.https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/06/16/pt5j3h328-prabowo-mungkin-batal-ke-mk-hindari-aksi-massa 5.https://www.jawapos.com/nasional/politik/15/06/2019/bpn-bantah-rencanakan-aksi-massa-22-juta-orang-kawal-putusan-mk/ 6.https://nasional.tempo.co/read/1215046/beredar-pesan-kubu-prabowo-ajak-aksi-kawal-sidang-mk-bpn-hoaks/full&view=ok 7.https://kumparan.com/@kumparannews/hoaxbuster-bpn-tak-serukan-aksi-26-28-juni-ke-mk-1rHYW05GUIN 8.https://www.wartaekonomi.co.id/read232145/dituding-fasilitasi-aksi-26-28-juni-kubu-prabowo-itu-hoaks.html

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/915604995438703/



Source link

Islam Internet dan Bergesernya Model Keislaman di Indonesia

Islam Internet dan Bergesernya Model Keislaman di Indonesia - internet - Islam Internet dan Bergesernya Model Keislaman di Indonesia
IoT (Internet of Things) concept.

Agama sekarang ini berada pada posisi “bermanfaat” dan “dimanfaatkan”. Agama dimanfaatkan ketika suatu kelompok tertentu bertindak, berbuat, dan berdalih atas nama agama demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. Selanjutnya agama bermanfaat ketika agama benar-benar difungsikan sesuai esensi dan nilai-nilai agama itu sendiri, sebagai sistem pengajaran yang mendidik, sistem sosial yang menyejahterakan, dan sebagai ajakan yang menentramkan. islam internet

Namun, kedua posisi itu tidak bisa dielakkan dalam situasi dan dinamika yang terus berkembang. Memang, agama tidak berubah, tetapi agama dianut oleh masyarakat baik secara menyeluruh maupun individu dalam gerak sejarahnya mengalami perubahan. Apalagi perubahan itu dibarengi pula dengan perkembangan teknologi tanpa batas. Pasti akan melahirkan jenis dan model pergerakan agama yang berbeda-beda, salah satunya adalah “Islam internet”.

Kehadiran “Islam internet” mengisyaratkan, model keislaman di Indonesia telah mengalami perubahan, ada “wilayah baru pengetahuan Islam”. Banyak pilihan “makanan” keislaman yang ditawarkan. Namun, menu-menu tersebut sebagian belum melahirkan karakter pemikiran Islam yang produktif.

Jika kita tengok dekade sebelumnya, pertentangan yang muncul dalam wacana keislaman Indonesia memperlihatkan model keislaman transformatif. Proses yang ditawarkan tidak hanya mengajak umat Islam untuk melawan keburukan, juga mengajak umat berpikir lebih dalam tentang pemikiran Islam.

Kita tentu ingat bagaimana Gus Dur menawarkan “Pribumisasi Islam”,  Munawir Sadzali dengan “Reaktulisasi/Kontekstualisasi Islam”,  Kuntowijoyo dengan “Paradigma Islam/Pengilmuan Islam”, Cak Nur dengan “Islam Inklusif”, Quraish Shihab dengan “Membumikan Alquran”, dan banyak lainnya.

Wacana-wacana akademik tersebut saat ini jarang kita temui. Produktifitas para pemikir Islam di Indonesia seperti lahan kering tak bertuan. Apakah demikian? Tidak, gagasan-gagasan pemikiran keislaman masih bergelimang di Indonesia, hanya saja suaranya nyaris tak terdengar. Kita bisa menyebut beberapa tokoh yang masih concern dalam pengembangan pemikiran Islam di Indonesia, seperti: Syafi’i Ma’arif, Haidar Bagir, Azyumardi Azra, Nadirsyah Hosen, Ulil Abshar Abdalla, Husein Muhammad, dan lainnya.

Namun, ada sebuah ganjalan, kenapa hiruk-pikuk yang muncul sekarang ini seperti tidak menandakan kemajuan berpikir, dan model keislaman yang nampak tidak cukup luwes memahami agama dan cenderung abu-abu?

Di sini masalahnya, “Islam internet” yang mondok di Pesantren Sosmediyah dan Youtubiyah memiliki pola berbeda dalam menggali pengetahuan agama. Begitupun model pendalaman ilmu agama, terjadi pergeseran yang cukup kental. Generasi sekarang yang tidak mengenyam tembok pesantren (pendidikan tradisional ala Indonesia) menikmati berbagai macam pengetahuan keislaman secara spontan dan instan. Mereka tidak melalui tahapan pembelajaran yang sistematis.

Padahal, untuk memahami Islam secara menyuluruh harus melalui proses mendalam. Babak baru “Islam internet” ini mau tidak mau merubah pola pemahaman keislaman umat yang mempunyai spirit agama luar biasa namun kering dalam modal pemahaman keagamaan. Artinya, untuk memahami substansi ajaran Islam tidak cukup hanya berguru di internet saja dan tidak cukup hanya mendengarkan ustaz A dan ustaz B saja.

Karena itu, otoritas keagamaan menjadi variatif. Menjamurnya pendakwah-pendakwah baru sedikit banyak membawa problem bagi pemahaman ajaran Islam. Efeknya, banyak terlahir otoritas baru dan hidup dalam kultur baru, dengan tanpa kelamin ideologis.

Fenomena kemunculan Sugi Nur dan Maher Thuwailibi bagi saya cukup mencederai nilai-nilai keilmuan Islam, apalagi mereka dianggap sebagai tokoh agama yang perkataannya didengarkan umat. Model dakwah yang disebarkan cenderung kurang menyejukkan dan kurang mendidik bagi kebanyakan orang. Narasi-narasi yang dibangunpun hanya narasi kebencian dan kering pengetahuan keislaman. Inilah model otoritas baru yang cukup mengkhawatirkan bagi kedewasaan umat dalam berpikir mengenai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Melihat hal tersebut, otoritas keagamaan tidak lagi terpaku pada tokoh yang memiliki kecakakapan pengetahuan Islam mumpuni. Melainkan melalui pilihan masing-masing selera umat. Selera tersebut diukur dari berbagai macam jenis, yang paling menonjol adalah selera politik.

Tidak hanya itu, “Islam internet” pun melahirkan fenomena cocokologi dalam menafsirkan teks-teks suci, teks-teks suci ditarik paksa untuk memenuhi dahaga pembenaran. Anda bisa melihat banyak contoh di sistem pencarian internet Anda.

Dari berbagai peristiwa tersebut, “Islam internet” mengarahkan kita pada suatu masa “habis terang terbitlah gelap”. Inilah era di mana pendakwah virtual menjadi lokus pembiakan agenda keislaman. Gagasan-gagasan mereka terlalu gagap untuk diwacanakan. Berbeda dengan Gagasan-gagasan keislaman yang diusung para cendekiawan muslim terdahulu walaupun sekarang kurang diminati.

Agenda intelektual para cendekiawan memiliki pengaruh utama dalam membangaun kecerdasan umat, khususnya sebagai ikhtiar membangun masyarakat madani. Dan ini yang harus kita kembalikan.

Tapi, sekeras apapun kritik yang kita ajukan dan pertentangan yang kita suarakan, tetap saja komunitas “Islam internet” akan terus bertumbuh dan menggelinding menghiasi ruang publik kita di periode-periode ke depan. Yang harus kita lakukan adalah, meminimalisir kerja-kerja negatif dari “Islam internet” ini untuk menggeser fokus umat pada wacana-wacana yang lebih bermutu, agar tradisi berpikir/keilmuan yang diusung para cendekiawan muslim terdahulu menjadi sajian utama kembali.

Dengan demikian, salah satu cara untuk menghalau kesalahpahaman kita mengenai “Islam internet”, kita harus membiasakan kembali membaca. Membaca berbagai macam literatur pengetahuan, dari mulai sumber yang klasik hingga modern. Karena kebiasaan sebagian dari kita ada yang menutup diri dari pandangan pengetahuan lain. Dianggapnya, pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan seleranya dianggap salah.

Pada pijakan ini, para pemikir menekankan sumber pengetahuan yang kredibel merupakan acuan penting sebagai perspektif universal dari sebuah sudut pandang ideal dan kompleks dalam memahami agama khususnya dinamika yang berkembang.

Munculnya “Islam internet” dengan berbagai variannya, membutuhkan filter pengetahuan yang mumpuni. Walaupun tidak bisa dipukulrata semua yang muncul dari “Islam internet” itu salah. Cuma, usaha ini bisa menjadi penyaring ideal bagi kemungkinan salah kaprah yang datang dari “Islam internet”, yang acapkali menganut paham “cocokologi”.

Islam dan dinamika harus dimaknai sebagai proses mencari bentuk oprasional agama yang sesuai untuk menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan, walaupun dengan corak dan karakter pemikiran yang berbeda. Namun, tetap dilandasi dengan pijakan-pijakan data, refrensi yang ilmiah—tanpa gegabah mengambil kesimpulan apalagi tindakan.

Itu yang harus disemarakkan. Jika “Islam internet” adalah keniscayaan, maka siapapun yang peduli atas kualitas umat dan bangsa (tidak hanya diam) melainkan ikut ambil bagian dalam menetralisir wacana-wacana kaku. Agar “Islam internet” menjadi personifikasi Islam yang melahirkan gagasan keislaman mendidik, mencerahkan, menyadarkan, membahagiakan, dan menentramkan.

Wallahu a’lam.

Sumber : islami.co

Kelas Menengah Muslim dan Makna “Hijrah” yang Dibajak

Kelas Menengah Muslim dan Makna “Hijrah” yang Dibajak - 15550679195cb0740f2f677 - Kelas Menengah Muslim dan Makna “Hijrah” yang Dibajak

Mempercakapkan hijrah kini memerlukan kelonggaran tendensius terhadap paham keagamaan penganutnya. Bahwa sejauh ini, hijrah tidak lagi menjadi term yang menguat ‘hanya’ pada lingkungan selebritas saja. Sanak keluarga, tetangga di kampung, dan teman-teman masa kecil turut serta memeriahkan panggung hijrah.

Fenomena ini saya dapati dan dirasakan oleh tetangga kampung saya yang kebetulan aktivis ormas besar di Indonesia. Sebelum bergerak lebih jauh, sedikit saya paparkan bahwa di lingkungan kampung saya didominasi oleh orang-orang NU dan Muhammadiyah. Terdapat dua institusi besar yang dinaungi dua ormas tersebut sehingga kedua institusi itu sangat mempengaruhi kecenderungan masyarakat dalam beragama, berkebudayaan maupun berpolitik. Meskipun jarang terjadi silang-sengkarut di antara keduanya, tapi perang urat saraf masih sering terlihat, apalagi dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Pada saat yang bersilaturrahim ke rumahnya, kami bermaaf-maafan dilanjutkan dengan obrolan dan pertanyaan menohok yang mulai membasi di tahun 2019 ini, yang kemudian ia ganti topiknya dengan menyampaikan sedikit pandangannya tentang Syahrini, setelah Ramadan kemarin mengamini mukena Fatimah Syahrini seharga 3,5 Juta yang laku 5000 buah. “Kalau artis-artis seperti Syahrini tidak menonjolkan identitas keislamannya, barangkali umat Islam merasa minder juga mengakui keberislamannya.”

Dan karena itu, gerakan hijrah baginya menjadi tren positif untuk edukasi umat Islam terhadap model keberislaman zaman kekinian. Terlebih bagi Islamnya anak-anak muda. Dari paparan itu, saya mulai tertegun. Bagaimana tren dan edukasi keberislaman disejajarkan dan menjadi pola pikir yang atraktif sehingga mudah ditelan oleh masyarakat, meskipun agak absurd.

Saya kemudian mencoba menilisik secara terseo-seok (karena di kampung susah sinyal) tentang “Mukena dan ke-Syahrini-an” melalui jejaring online. Karena Syahrini artis yang fenomenal, pencarian terhadapnya tidaklah susah. Perihal karir bisnisnya, Syahrini, pada taraf tertentu memang patut diapresiasi. Selain menanam saham di industri fesyen, Syahrini juga memiliki bisnis makanan yaitu Bakpia.

Barangkali dari faktor bisnis itu pula, kita fardu bersyakwasangka terhadap mukena 3,5 juta tersebut. Nilai konsumsi terhadap segmentasi pasar dari mukena itu jelas menunjukkan stratifikasi kelas sosial. Pada umumnya, konsumen terbanyak datang dari borjuasi elite atau new middle class muslim di Indonesia. Sehingga ia kembali menegaskan fungsi panggung dakwah yang tidak hanya menjadi medium penyebaran ajaran agama, melainkan cenderung sebagai ‘ruang endorse’. Fakta ini juga mempertegas perkawinan Islam dan modernitas yang menjadi Islam Populer pasca krismon 98 yang membuka keran kebebasan ekspresi keagamaan di Indonesia.

Lain ceritanya di medio abad ke-19 lompatan jumlah kelas menengah Muslim ditandai oleh kalangan borjuasi elite yang menguasai perdagangan besar, utamanya batik. Kemunculan tokoh-tokoh seperti halnya Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Haji Muhammad Yunus (Persis), maupun juga Samanhudi (Syarikat Islam) merupakan figur organisasi yang tumbuh dari basis kelas menengah urban. Sebagai produk utama, batik kemudian melejit rasio pemakaiannya hingga pada 2 Oktober 2009 batik diakui UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Perdagangan menjadi titik kunci sekaligus media kultural dalam membangun kelas menengah Muslim (Muslim Middle-Class) di Indonesia. Kita tidak bisa mengelak jika persebaran Islam di Indonesia melalui jalur perdagangan. Namun, jika dikembalikan pada Syahrini, saya sendiri tidak terlalu menyepakati labelling system yang ia pakai karena dua hal. Pertama, krisis moneter 98 menjadi momentum kapitalis baru untuk memanfaatkan pasar dagang Indonesia dalam menjajaki konsumen. Sialnya, era tersebut berbarengan dengan ekspresi keagamaan yang membuas, membangkitkan corak keislaman yang cenderung fundamentalisme. Sehingga persemaian produk Islami terkapitalisasi secara apik dan ditelan oleh new middle class muslim Indonesia.

Kedua, krisis kebudayaan. Segala hal setidaknya bersumbu pada kebudayaan. Romantisme sejarah bukanlah cara yang sehat karena ia menjadi hal yang terlampau jauh. Akan tetapi, panggung selebritas kini menjadi panggung dakwah bisa dikatakan memberi jarak antara titik temu identitas lokal dengan identitas asing. Gejala Arabisasi yang sempat ditolak Gus Dur masih berpijak ranumnya dalam ekspresi beragama masyarakat.

Maraknya produk Islami yang dipakai secara masif mengubah pola pikir masyarakat dalam memilih public figure keagamaan. Sehingga sumber keagamaan utamanya mereka terima dari pengajian yang terdapat di layar televisi di rumah-rumah. Bagi orang kampung seperti tetangga saya tadi, televisi merupakan hiburan utama di rumah. Kalaupun mereka memakai youtube, figur ustaz/ustazah yang mereka ikuti tidak berbeda dari ustaz/ah di televisi. Maka tidak mengherankan apabila tren dan edukasi keislaman digebyah-uyah dalam satu figur, Syahrini.

Karena itu, penerimaan transformasi Islam politik ke Islam modernis melalui pendekatan masyarakat madani tidak lebih diterima oleh new middle class muslim daripada prinsip “hijrah” yang disemarakkan melalui panggung selebritas Indonesia. Dari sini, urgensitas re-edukasi “hijrah” perlu diarus-utamakan baik melalui halaqah ataupun media online, guna meluruskan paham umat Islam terhadap penggunaan makna hijrah yang sudah lama dibajak.

Sumber : islami.co