Berita

Akhlaq Kiai NU : Keluarga KH Umar Basri Sentiong Telah Memaafkan Pelaku Sebelum Ia Meminta Maaf

Sacara Pribadi Kersa Sepuh / Almukarrom sareng Keluarga Besar PARANTOS NGAHAMPURA samemeh manehna menta di hampura....!

Terkadang memaafkan bukan perkara mudah bagi seseorang. Apalagi bagi orang-orang yang merasa persoalan mereka begitu berat. Di dalam batin bukan tak mungkin akan bergejolak antara kesediaan memberikan maaf atau tidak. Namun orang besar selalu bisa melalui titik kritis tersebut.

Sore ini (29/01) redaksi menerima pesan Whatsapp yang isinya kurang lebih sebagai berikut (beberapa kata yang disingkat telah diedit menjadi lengkap) :

“Aya nu luar biasa ti Ulama Urang mah , tadi wengi sadayana para Alumni / masyarakat nu aya di kempelkeun di Santiong, teras Kersa Kang Aceng Amas sasauran atas nami keluarga, diantawisna nganuhunkeun ka sadayana anu empati kana ieu kajantenan, lajeng saurna ieu kajantenan teh cekap sebat we musibah tong di sebat penganiyayaan, perkawis si Pelaku pasrahkeun wae kumaha Pulisi, Sacara Pribadi Kersa Sepuh / Almukarrom sareng Keluarga Besar PARANTOS NGAHAMPURA samemeh manehna menta di hampura….!”

Terjemahan :

“Ada yang luar biasa dari ulama kita ini, tadi malam alumni dan masyarakat yang ada dikumpulkan di Santiong. Kemudian Kang Aceng Amas (Adik KH. Umar Basri) berkenan menyampaikan pesan atas nama keluarga, diantaranya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah berempati dengan kejadian ini. Selanjutnya Beliau mengatakan bahwa kejadian ini cukup disebut musibah saja, jangan dikatakan penganiayaan. Masalah si Pelaku serahkan saja kepada polisi. Secara pribadi, Pangersa Sepuh, Almukarrom (KH. Umar Basri) beserta keluarga besar telah memaafkan sebelum dia (pelaku) meminta maaf.”

Di Pesantren Santiong memang ada semacam kesepakatan, urusan pesantren sepenuhnya di bawah kendali Ajengan Umar Basri. Sementara urusan keluar, dilaksanakan oleh adiknya Ajengan Amas Mansur, yang pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bandung (2011-2016). (NU Jabar Online, 29/01)

KH. Amas Mansur juga berpesan agar, “Masyarakat hanya menerima berita resmi dari Polres dan pihak kepolisian terus menjalin komunikasi dengan keluarga besar pesantren,” harap Ajengan Amas sebagaimana disampaikan kepada Ketua Lakpesdan PWNU Jabar Asep Salahudin. “Jangan mudah terprovokasi dan termakan isu yang aneh-aneh. Doakan saja kondisi Kang Aceng semakin membaik.” (NU Jabar Online, 29/01)

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close