Allah dan Cerita Takdir Manusia

26
- Iman Kepada Takdir Allah Taala - Allah dan Cerita Takdir Manusia

Oleh: Toufik Imtikhani, SIP*)

Allah mengistemewakan manusia dalam dunia material, sebagaimana para malaikat dan jin dalam dunia immaterial ( Itulah mengapa sebabnya ketiga mahluk inilah yang diperintahkan Allah untuk beribadah dan menyembah kepada-Nya). Malaikat sudah pasti menyembah kepada Allah, karena sifatnya yang laa ya’sunallahama amarohum wa yaf’aluuna ma tu’maruun. Manusia dan jin di bebani taklif agama, karena dalam dirinya ada potensi ketaqwaan dan kedurhakaan. Maka kedua golongan ini diberi harapan pahala dan siksaan, tergantung kepada kecenderungan mana kedua mahluk ini mencondongkan hatinya.

Di antara manusia, malaikat dan jin, Allah meng-istimewakan manusia (QS.17:70). Manusia inilah yang Allah jadikan khalifah di atas bumi, sekalipun para malaikat melakukan unjuk rasa ( QS 2:30). Hanya manusia yang mampu membangun dan memakmurkan dunia.

Di antara manusia, Allah mengistimewakan sebagain atas sebagian yang lain. Allah angkat segolongan manusia sebagai hambanya yang terpilih, sebagai Nabi dan Rasul. Di anatara Nabi dan Rasul yang jumlahnya 124 ribu, Allah istimewakan 25 orang, yang wajib diimani oleh orang-orang mu’min. Di antara 25 Nabi dan Rasul Allah istimewakan 5 Nabi dan Rasul ulul azmi. Dari 5 Nabi dan Rasul ulul azmi, Allah istimewakan Muhammad SAW, sebagai sayyidil Anbiya wal Mursalin.

Nabi dan Rasul yang lain, Allah istimewakan dengan nama-nama istimewa, yang antara yang satu dengan yang lain, kadang berbeda, namun adakalanya digolongkan sebagai golongan yang sama. Ibrahiem diberi keistimewaan, sebagian besar keturunanya menjadi Nabi dan Rasul. Musa, diajak berbicara  secara langsung oleh Allah di bukit Tursina. Isa tercipta langsung dari ruh Allah yang ditiupkan ke rahiem Maryam, perawan suci, tanpa kehadiran laki-laki. Nabi dan Rasul lain, oleh Allah ada yang digolongkan sebagai orang-orang soleh. ( lihat Q.S. Al-anbiya, 72,75, dan 78 ).

Adakalanya pula Allah mengangkat para kekasihnya dengan keistimewaan, yang membuat iri para malaikat dan Nabi/ Rasul. Ingatkah kita ketika Musa menganggap dirinya orang yang paling berilmu ( sisi syareat )? Allah tunjukan kepada Musa, seseorang yang bernama ( Nabi ) Khidir, yang mengajarkan ilmu hakekat kepada Musa, dan Musa tak sanggup untuk menerima pengetahuan yang diajarkan oleh Khidir. Ashabul Kahfi, yang  mati selama kurang lebih 300 tahun, kemudian hidup kembali. Riwayatnya telah diceritakan dalam Qur’an Surat Al Kahfi.

Asif bin Barkiya di masa Nabi Sulaiman, seseorang yang diberi ilmu oleh Allah, mampu membawa dan memindahkan istana Ratu Balqis dalam hitungan kerdipan mata, meski jarak Istana Ratu Balqis dan Istana Raja Sulaiman ratusan kilometer. Sebuah perjalanan yang mustahil pada masa itu, hingga masa sekarang, jika Allah tidak memberikan ke-istimewaan kepada hamba-Nya yang dipilih. Umar bin Khattab di masa Nabi muhammad SAW diberi ke-istimewaan oleh Allah, pendapat-pendapatnya banyak dibenarkan oleh Al-Qur’an, yang ayat-ayatnya turun kemudian.

Allah juga meng-istimewakan dikalangan manusia, dalam urusan dunia, sebagian atas sebagian yang lain. Allah mengangkat para raja  dan pejabat negara dengan ijin-Nya, terlepas apakah raja itu orang baik atau buruk. Baik buruk membawa pelajaran bagi orang-orang yang dipilih diberi hikmah oleh Allah. Bisa jadi kehadiran mereka menjadi fitnah ( ujian ) bagi hamba-hamba Allah yang dipilih dalam urusan kebaikan.  Istri dan anak Nabi Nuh dipilih untuk menguji Nuh. Ujian datang dari keluarga terdekatnya. Fir’aun dijadikan oleh Allah sebagai musuh Musa AS. Demikian juga Qorun yang kepadanya dikuasakan perbendaharaan harta yang banyak. Hamman dengan jabatanya. Kekuasaan, harta, dan kebijakan strategi, telah menjadi musuh utama Nabi Musa As.

Fakta sejarah sosial-politik mencatat, bahwa orag-orang tertentu dipilih oleh Allah sebagai pemimpin masyarakat, negara dan dunia. Tak peduli baik atau buruk. Kadang Allah memilih orang baik, pembantu-pembantunya yang baik, sebagai pemimpin, sebagai karunia bagi masyarakat, untuk mensejahterakan kehidupan mereka.

Dimudahkanlah segala urusan, diselesaikan segala masalah, serta dijauhkan segala bala’ dan bencana, sehingga masyarakat bangsa tersebut dapat mencapai peradaban yang tertinggi. Hidup dalam gelimang karunia dan rahmat, hingga suatu saat seperti sunah-Nya, bahwa kejayaan akan dipergilirkan antar manusia ( QS 3:140 ), datanglah kepada mereka pemimpin yang dlolim dan jahil, para pembantunya yang licik dan culas, orang-orang kaya yang bakhil, dan si miskin yang tidak mempunyai harga diri. Masyarakat mengalami kekacauan, yang mana, kehidupan yang baik sulit untuk didapatkan.

Negeri kita di masa pergerakan kemerdekaan, memiliki Soekarno yang tentu dipilih oleh Allah sebagai pemimpin, meskipun banyak tokoh yang telah lebih banyak ber-investasi bagi perjuangan kemerdekaan, serta lebih populer dibanding Soekarno, bahkan mungkin lebih brilian seluruh gagasan-gagasannya untuk bangsa. Mr. Muhammad Yamin, Mr. Soepomo, dan pemuda generasi awal pergerakan semesta kebangsaan saat itu. Tetapi Allah memilih Soekarno dengan alasan yang tak seorangpun tahu, kecuali dugaan setelah melihat sejarah sepak terjang Bung Karno sebagai seorang pemimpin pada masa itu.

Kemudian Allah memilih Soeharto, jenderal bintang dua, yang jauh dari perhitungan Partai Komunis Indonesia, sebagai jenderal yang membahayakan gerakan politik komunis. Ketidakpopuleran Soeharto adalah bentuk penjagaan dari Allah, karena ia akan dipilih-Nya sebagai pemimpin negeri kita selanjutnya. Jenderal-jenderal lain di culik dan dibunuh di Lubang Buaya. A.H. Nasution, jenderal senior lebih dari Soeharto, lolos dari lubang jarum, toh bukan dia yang Allah beri kekuasaan. Habibie dipilih oleh-Nya di antara orang-orang di luar suku jawa sebagai presiden. Gus Dur dipilihnya di antara orang-orang buta, para ulama dan cendekiawan, di antara orang-orang sehat, yang lebih pantas menjadi presiden. Dan di antara para perempuan, Allah memilih Megawati untuk menjadi presiden, sekaligus sebagai ketua partai yang kuat hingga sekarang. Soesilo Bambang Yudhoyono Allah pilih sebagai presiden. Para mantan atasanya di militer tak ada yang dipilih. Wiranto atau Hendro Priyono, pernah menjadi atasannya langsung, tetapi mereka tidak dipilih Allah sebagai presiden. Prabowo Subianto, dari segi performance secara keseluruhan, lebih pantas jadi presiden. Tapi Pemilu 2014, atas kehendak Allah, yang menjadi presiden Joko Widodo, orang biasa dari rakyat biasa, dengan penampilan yang sangat biasa.

Kekuasaan memang hanya milik Allah ( QS 3:26 ). Kepada siapa Dia akan men-distribusikan kekuasaan-Nya, tentu sudah diperhitungkan dengan sangat teliti. Rahasianya ada pada Allah. Baik buruk adalah ujian untuk semuanya. Di antara hamba-hambanya yang hebat-hebat, Allah pilih deretan orang-orang tersebut di atas tanpa melihat pandangan manusia, pantas dan tidak pantas, karena boleh jadi apa yang menurut manusia baik/ bagus, menurut Allah buruk, demikian juga sebaliknya. Dan mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, tetapi dibalik itu Tuhan menjadikan kebaikan yang banyak ( QS 4:19 ). Dan mungkin engkau tidak menyukai sesuatu, sedang hal tersebut merupakan kebaikan bagimu ( QS 2:216 ). Umur, kekuatan, dan atribusi yang bersifat fisikal lainnya, bahkan ilmu sekalipun, bukan parameter bagi  Allah untuk mendudukan seseorang dalam jabatan dan kekuasaan. Jadi tidak perlu heran jika pemimpin kita adalah orang-orang yang lebih muda, lebih buruk, lebih bodoh sekalipun. Semua mengandung hikmah dan pelajaran. Tentu bagi orang-orang yang dapat mengambil pelajaran.

Allah kadang menjadikan seseorang dalam jabatan dan kekuasaan semata-mata hanya ijin-Nya. Sama ketika Allah mengijinkan setan untuk mengganggu manusia. Tetapi Allah tidak meridloinya. Jika sebuah sihir mengenai seorang mu’min, maka itu semua atas ijin Allah sebagai ujian atasnya, meskipun Allah tidak ridlo terhadap sihir. Kekuasaan dan jabatan dapat diperoleh tanpa ridlo-Nya, melainkan ijin-Nya an-sich. Maka kekuasaan dan jabatan akan menjadi fitnah bagi siapa saja, dan dapat menjerumuskan ke dalam kesengsaraan disebabkan tidak datang pertolongan Allah, dikarenakan ketiadaan ridlo-Nya.

Namun itu adalah ketentuan dari-Nya juga. Hitler dan Moshollini atau penguasa facis lainnya adalah bisa jadi bagian dari rencana Allah untuk memberi pelajaran kepada manusia sesudahnya. Demikian juga kejadian yang menimpa umat-umat terdahulu yang tercantum dalam Al-Qur’an, adalah hikmah pelajaran yang nyata dan terang. Emery Reves dalam Maklumat Demokrasi ( 1971 ) bahkan menggambarkan Hitler dan Mushollini sebagai utusan Tuhan yang mengabarkan kepada manusia, bahwa kemerdekaan bukan sesuatu yang turun dari langit, melainkan merupakan nilai yang harus diperjuangkan.

Ikhtiar dalam agama kita diajarkan sebagai sesuatu yang penting. Tawakal atau berserah diri bertolak dari sebuah ikhtiar yang maksimal. Qodlo dan qadar menjadi diskursus yang menarik dalam dunia Islam sejak masa yang lalu. Sebab hal ini inheren dengan fakta-fakta unik seputar nasib manusia. Maka lahirlah kelompok-kelompok Jabariyah, Qodariyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dll.

Demikian seterusnya. Rahasia Allah dan hikmah yang mengiringi, di setiap takdir dan ketentuanya. Bukan perkara aneh, jika dikalangan aktifis dakwah, Jefry Al Bukhari, dipilih oleh Allah sebagai pelajaran. Kalau bicara ilmu agama, tentu banyak yang melebihi Uje. Popularitas, tentu Uje belum seberapa. Tetapi kematiannya begitu mengharu biru jutaan orang, kenal atau tidak kenal, menangis dan berdoa bagi kematiaannya. Itulah pilihan Allah yang dapat kita saksikan dengan mata, kita rasakan dengan hati, dan kita dengar dengan telinga. Olga Saputra, pelawak yang dipilih Allah dan dijadikannya simbol begitu banyak orang yang merasa kehilangan atas kepergiannya. Doa dan air mata tak henti-hentinya terus ber-urai dari jutaan masyarakat kita. Sebagai pelawak, Olga bukanlah yang paling populer, juga bukan yang paling senior. Lawakannya juga tidak terlalu bermutu. Tetapi jika Allah hendak mengangkat derajat seseorang, siapa yang sanggup menghalangi, sebagaimaa jika Ia hendak menghinakan seseorang, siapa yang sanggup mencegah ( QS 13:11 ).

Badrotin Haiti ( dahulu ) telah menjadi Kapolri. Sebelumnya pemeritah dan DPR ( waktu itu ) telah sepakat akan menjadikan Komjen Budi Gunawan, untuk menduduki puncak kekuasaan di tubuh korps Bhayangkara tersebut. Tetapi apa lacur, Allah bekehendak lain. Badrotin yang di luar kalkulasi manusia, termasuk Sang Presiden Joko Widodo, akhirnya menjadi Kapolri. Semua itu tentu atas rencana Allah. Dan rencana itu adalah sebaik-baik rencana yang tak akan pernah meleset. Allah sebaik-baik perencana.

Kembali ke masa yang lalu. Muhammad SAW diuji dengan keluarga terdekatnya yang sebagian sebagai penentang kenabian dan kerasulannya. Abu Jahl, Abu Lahb, Abu Sufyan, adalah masih keturunan dengan  Bani Hasyim. Mereka menjadi fitnah bagi diri Muhammad dan juga kaum muslimin pada waktu itu.

Dalam pandangannya, istri-istrinya mempunyai kedudukan yang berbeda pula. Khadijah dan Aisyah mempunyai kedudukan yang istimewa dalam diri Muhammad. Istri-istrinya yang lain, mempunyai keistimewaan masing-masing, tetapi berbeda dengan Khadijah dan Aisyah. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Aisyah sering merasa cemburu kepada kecintaan Muhammad kepada Khadijah. Tetapi Rasul juga mencintai Aisyah dan memanggilnya dengan panggilan mesra: khumaira.

Para sahabatnya mempunyai kedekatan yang berbeda-beda pula. Muhammad mempunyai sahabat-sahabat dekat yang bagi dirinya istimewa, seperti Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Di antara para pamannya, tentulah Hamzah yang paling istimewa. Abbas bin Abdul Mutholib mempunyai kedudukan dalam hal ilmu agama yang berkaitan dengan hukum, di samping dalam bidang ini ada Muadz bin Jabal. Keahlian ini diwariskan kepada anaknya, saudara sepupu Muhammad, yang bernama Abdullah bin Abbas.

Demikian seterusnya sunah Allah atas mahluknya yang bernama manusia. Di kalangan Kaum perempuan, Allah juga mengistimewakan sebagian atas sebagian yang lain. Siti Hawa tentu mempunyai kedudukan yang istimewa. Ia adalah ibu moyang seluruh umat manusia. Generasi selanjutnya ada Sarah dan Hajar, kemudian Siti Maryam, yang banyak memiliki karomah yang datangnya dari siapa lagi, selain dari Allah SWT. Tokoh-tokoh perempuan terus bermunculan seiring sejarah perjalanan hidup manusia. Semua hadir dalam sebuah perencanaan yang diatur sedemikian rupa oleh Dzat sebaik-baik perencana. Tak sejengkal pun rencana itu meleset. Kehadiran setiap tokoh adalah pilihan yang selalu tepat. ****

*) Penulis adalah pengasuh Ponpes Daarut-Taubah Wa Tarbiyah Lapas Klas IIB Cilacap.

Penulis
Toufik Imtikhani, SIP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here