Kajian

Bahasa Arab Kunci Segala Ilmu Pengetahuan

Aktifitas kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2018 -2019 telah dimulai kembali. Geliat dunia pendidikan nampak di berbagai penjuru Nusantara, semangat para pendidik dan pelajar seakan terus melesat seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman.

Penampakan kajian ilmiah di berbagai instansi pendidikan mendobrak ruang, waktu dan ranah pemikiran insan yang haus cahaya dan hidayah, sebagaimana yang terjadi di lingkungan dunia pendidikan pondok pesantren.

Senin (30/7) H Abdul Hadi Hasan salah satu anggota PERGUNU Kota Depok memulai kajian Bahasa Arab dengan menyampaikan kisah Nabi Adam. Kajian yang dipaparkan dengan bahasa Arab tersebut sengaja diadakan demi melatih kemahiran santri dalam pendengaran dan pengucapan bahasa Arab di Pondok Pesantren Al Awwabin Putri, Bedahan, Kota Depok Jawa Barat.

Kajian bahasa Arab merupakan sebuah kajian penting yang harus diikuti dan dikuasai para santri dan santriwati. Bila diibaratkan bahasa Arab itu bagaikan nutrisi yang jika dikuasai atau dinikmati maka keberkahannya dapat dirasakan sepanjang hidup santri.

Dengan mengkaji dan menguasai bahasa Arab maka kita akan dapat memasuki berbagai ruang disiplin ilmu pengetahuan tiada batas, dari mulai kajian Ulumul Quran, Tafsirr, Fiqih, Sejarah, ilmu Lughah, dll.

Allah SWT berfirman, Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti. ( Q.S. Yusuf [12]:2). Menjadi Seorang yang berpengetahuan tidak bisa lepas dari Al Qur’an dan Sunnah, Keduanya berbahasa Arab dan untuk menyelaminya membutuhkan arahan dari Masyayeikh dan Para Kiai Nahdlatul Ulama yang nasab keilmuan dan Nasab Pribadinya jelas.

H Abdul Hadi Hasan yang biasa akrab disebut Kang Hadi pada kajian perdana di Tahun ajaran baru ini menyampaikan tiga kunci kesuksesan bagi santri Nusantara yang akan menyelami lautan ilmu di pesantren Al Awwabin Putri. “ Raih Kesuksesan Dengan Menguasai Bahasa Arab, dan fahami 3 kunci Kesuksesan berikut.” Ucap Kang Hadi.

Diantara Kunci Kesuksesan yang harus difahami dan diamalkan oleh santri adalah:
Pertama, santri hendaknya belajar dibarengi dengan penyucian jiwa. Allah SWT, “ Ya Tuhan Kami, itulah di tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkau lah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” ( Q.S. Al Baqarah [2]:129).

Ayat tersebut menjelaskan perjuangan Rasul Saw dalam mengajarkan dan memberikan arahan kepada pengikutnya untuk menyucikan diri. Apa yang diamalkan Rasul Saw jelas harus diamalkan juga oleh para santri, terutama terkait penyucian jiwa.

Kedua, santri hendaknya Mengkaji sejarah Rasul saw dan beragam kisah Quraniyah. Allah SWT berfirman, “ Kami menceritakan kepadamu ( Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui.” ( Q.S. Yusuf [12]:2).

Sesuai ayat tersebut dapat difahami bahwa di dalam Al Qur’an banyak sekali kisah terbaik, ada kisah perjuangan dan akhlak Rasul Saw, kisah para Nabi, kisah orang Sholeh, kisah keunikan hewan, dll. Kesemuanya harus dikaji oleh santri, khususnya mereka ditekankan untuk memahami akhlak dan kemuliaan Rasul Saw.

Ketiga Santri hendaknya memahami arti silaturahim. Allah SWT berfirman, Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu ( Adam), dan ( Allah) menciptakan pasangannya ( Hawa) dari dirinya. Dan dari keduanya Allah memperkembang biakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharaan hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi mu. ( Q.S. Annisa [4]:1).

Point penting ayat tersebut menekankan bahwa ketakwaan merupakan titik landasan bagi segala perbuatannya, kemudian Manusia dianjurkan untuk menjaga hubungan baik. Sedang bagi santri, diharap aktif dalam bersosialisasi. “ Silaturahim memiliki arti yang dalam, Santri sejak dini harus mempraktikkan ayat tersebut dengan menghormati Para Kiai dan Santri lainnya. “ Papar Kang Hadi.

Rasul Saw bersabda, Sungguh di antara manusia yang akan menerima siksa sangat pedih pada Hari kebangkitan nanti adalah, orang berilmu yang ilmunya tidak diberkahi oleh Allah SWT. “ Ilmu menjadi berkah jika kita amalkan dan sampaikan kepada yang lain.” Lugas Kang Hadi.

Intinya meraih kesuksesan itu harus dibarengi dengan penyucian jiwa, pengkajian sejarah Rasul Saw dan rajin bersilaturahim kepada para Kiai dan Guru, serta mengamalkan segala ilmu yang diraih sehingga ilmu yang disebut sebagai cahaya itu dapat menghasilkan buah kesuksesan baik itu di Dunia maupun di Akhirat.

Ditulis oleh H Abdul Hadi Hasan, Wakil sekretaris LTM PCNU Kab. Bogor dan Anggota Pergunu Kota Depok

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close