BeritaSerba serbi

Banser Bangil Menolak Propaganda Anti Pancasila, Bukan Menolak Pengajian!

Ramai berita bahwa Banser Bangil membubarkan pengajian yang akan diisi oleh Felix Siauw. Lagi-lagi Banser dijadikan kambing hitam, seolah ia makhluk aneh yang kerjaannya membubarkan pengajian. Di zaman serba hoax ini, jika berita yang dibaca hanya bersumber dari cerita lalu-lalang di media sosial yang tidak jelas sumbernya, hampir bisa dipastikan orang akan dengan sangat mudah membenarkan apa pun yang ia baca, padahal kenyataannya belum tentu demikian. Pun perihal kejadian di Bangil tersebut, tentu kita perlu tahu bagaimana fakta sejatinya yang terjadi.

Berikut KRONOLOGI SINGKAT dari peristiwa tersebut yang admin kutip dari media Santrionline.

1.       Hari sabtu PCNU dan Pc GP ANSOR Bangil mendapatkan informasi akan ada kajian dengan Narasumber Felix Siauw, saat itu juga atas instruksi dari PCNU Bangil, maka PC GP ANSOR Bangil meminta kepada forkompimda untuk dilakukan dialog dengan Narasumber sebelum mengisi acara di masjid Manarul,

2.       Karena tidak ada tanggapan dari Narasumber dan panitia maka hari selasa secara resmi PC GP ANSOR Bangil melayangkan surat keberatan, Hari kamis pagi Forkompimda membahas masalah ini, ada hal yang ganjil yaitu Ansor Bangil tidak diundang. Mestinya Ansor Bangil diundang karena Ansor Bangil yang menyatakan keberatan kepada kepolisian.

3.       Kamis malam, ada pertemuan lagi yang dihadiri Habib Zaenal, Muspika Bangil, PCNU dan Ansor Bangil di rumah KH. Ahmad Rifa’i dan menyepakati bahwa Ansor dan Banser akan menjaga serta turut serta Kajian Ilmiyah di Manarul, dengan syarat Felix bersedia menandatangani surat pernyataan yg isi nya adalah Mengakui Pancasila/4 pilar, tidak lagi ceramah khilafah serta keluar dari HTI.

4.       Selanjutnya Habib Zainal Abidin dan Muspika meluncur ke Masjid Manarul utk menemui Panitia. Kemudian ada kesepakatan bahwa ada pertemuan lagi setelah sholat jumat antara Muspika, Panitia dan Ansor Bangil di Kantor Kecamatan Bangil. *Namun sayangnya, ditungu hingga jam 14.10 Panitia tidak hadir pertemuan tsb, meski Muspika sudah kontak berkali-kali*.

5.       Hasil pertemuan tsb adalah sebelum masuk Pasuruan, Felix harus menandatangani surat pernyataan di Juanda dan Kepolisian bersama Panitia dan Ansor Bangil turut serta menjemput felix di juanda. *Jika felix berkenan menandatangani, maka Ansor Bangil siap mengawal dan menjaga keamanan Felix serta akan duduk bersama mendengar kajian ilmiyah atau pengajian Felix*.

6.       Jumat malam, Kapolres mengadakan pertemuan yang dihadiri Habib Zainal Abidin, Panitia (ust. Ridwan) dan Ketua Ansor Bangil. Dan sepakat menyodorkan surat pernyataan tsb kepada Felix Siauw. Dalam pertemuan tsb, Kapolres bertanya kepada panitia, felix datang jam brp dan naik pesawat apa, namun sayangnya panitia tidak bisa menjawab atau terkesan menutupi detailnya.

7.       Dengan mengendarai 3 mobil rombongan panitia, kepolisian dan ansor berangkat bersama menuju ke juanda namun ketika mau masuk tol, panitia meminggirkan kendaraan dgn berbagai alasan. Setelah menunggu lama, ternyata ada info Felix sudah di Masjid Manarul. Di Masjid Manarul, *Kepolisian menyodorkan surat pernyataan tsb dan felix menolak menandatanganinya*.

8.       Akhirnya kepolisian mempersilahkan felix keluar dari masjid dengan pengawalan kepolisian menuju ke rumah temannya di daerah Sidogiri. Sekira jam 11.00 ada info felix memaksa mau kembali ke Masjid Manarul, Kepolisian bertindak cepat menghadang felix di sekitaran PIER dan Tol Sidowayah, dan akhirnya felix dikawal keluar bangil menuju surabaya.

9.       *Ansor Bangil tidak melarang kajian ilmiyah bahkan mendukung kajian ilmiah atau pengajian asalkan si penceramahnya mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia serta tidak koar-koar Khilafah*.

SIAPA DATANG MENGANCAMMU!

KAN BINASA DI BAWAH DULIMU!

(Avas Maulidi (Ketua PC GP ANSOR BANGIL))

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close