Berita

Banser Garut Berbuat Ulah, Penghuni Bumi dan Langit Tercengang

Banser tengah bersalaman kepada Kiai Aceng Ayip Mukhtar Fauzi

PCNU Garut beberapa hari lalu telah mengadakan acara Istigotsah Kubro, acara yang dihadiri oleh Puluhan Ribu Nahdliyin se Kabupaten Garut tersebut hingga kini masih meninggalkan banyak kesan dan pesan. Kesan bagi sebagian yang hadir, mereka dapat menuai banyak keberkahan dari doa yang dipanjatkan oleh para Kiai dan Habaib.

Jamaah nahdliyin yang hadir di dominasi oleh para Kiai pimpinan Pondok Pesantren, pimpinan Majelis Taklim, para guru, warga NU, santri yang berasal dari ratusan Pesantren se Garut dan tidak mau kalah, banser pun hadir demi meraih keberkahan.

Siapa sih yang tidak kenal Banser Garut, namanya menuai cacian dan pujian. Banser dicaci maki oleh orang-orang yang tidak mengerti hakikat keberadaannya dan disisi lain menuai pujian karena turut serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kiai Aceng Ayip Mukhtar Fauzi tengah memimpin acara Diklatsar Ribuan Banser Garut

Menurut penuturan salah satu author www.ltnnujabar.or.id yang hadir dalam acara Istigotsah Kubro di Lapangan Kerkop Garut, banyak kejadian unik yang bisa ditulis diantaranya keunikan Sahabat Banser Garut. Saat acara selesai, para Kiai dan Hadirin meninggalkan tempat acara, Banser masih menyibukan dirinya melakukan pembersihan.

Saat Banser sibuk memunguti sampah yang berserakan di lapangan kerkop, tak disangka ada seorang Kiai nyetrik dan Gaul memakai sarung dan bertopi koboy berlalu, tanpa di komando ratusan banser yang ada di sekitarnya langsung berusaha mendekati Kiai tersebut. Para sahabat Banser mulai berbaris, antri sambil sedikit menundukan tubuhnya demi menunjukan penghormatannya, lalu berjalan ke sisi Kiai nyentrik dan satu persatu mulai bersalaman.

Kiai nyetrik dan Gaul tersebut bernama KH. Aceng Aip Mukhtar Fauzi, Pendiri dan Pimpinan Perguruan Pencak Silat Putra Jati Negara, Pesantren Fauzan, Sukaresmi, Kab. Garut Jawa Barat. Aceng Aip juga merupakan Komandan Banser yang selalu memimpin acara Diklatsar yang dihadiri oleh Ribuan Banser Garut.

Banser menunjukan akhlaknya saat bertemu Kiai dan mulai antri bersalaman

Kisah penuh hikmah ini merupakan sekelumit, setetes dari pesan yang dapat difahami oleh para pecinta Banser dan pencaci Banser. Banser Garut pada intinya merupakan santri yang selama hidupnya senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal, mengamalkan ajaran Aswaja Annahdliyah, tidak hanya pandai bersyariat, bermuamalah, tapi juga terdepan dalam mengamalkan nilai, etika, akhlak yang diajarkan oleh Alim Ulama Nusantara.

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close