Parenting

Do’a Ibu Lebih Dahsyat dari Bom Atom

By: M. Mangkoesorga

Setiap orang tua menginginkan anak-anak-nya menjadi manusia yang mencintai Allah dan rosul-Nya, melebihi cintanya kepada dirinya.

Peran siapakah yang dominan? Tentu di bidang akhlak adalah ibunya, sementara di bidang keberanian adalah ayahnya.

Oleh karena itulah, seorang ibu harus utuh mendidiknya, seorang ayah juga harus jujur mengais rejeki yg halal. Ibu lebih dominan dalam mewarnai anak-anak-nya, sejak nol tahun, ibunya memperkenalkan benda-benda di sekitarnya.

Suatu ketika ada sahabat yang bertanya: kepada siapa kami berbuat baik? “Ibumu,” tandas Kanjeng Nabi Muhammad. “Lalu kepada siapa lagi?” Rosul menyebut yg sama sampai tiga kali. Catat sampai tiga kali! Setelah itu baru Baginda Rosul menyebut nama ayahnya. Betapa urgen dan penting seorang ibu di hadapan anak manusia. Ada kata2 yg cukup terkenal “sorga terletak di kaki seorang ibu!” Artinya untuk meraih sorga harus berbakti kepada ibunya. Keridoan Allah dapat diraih dengan keridoan ibu terlebih dulu.Bahkan kemurkaan Allah bisa terjadi karena kemurkaan ibunya.

Seorang ibu tidak boleh mengeluarkan kata-kata yg buruk terhadap anaknya. Kata-kata seorang ibu boleh jadi doa yg akan dikabulkan Allah. Konon saat anak kecil itu mulai bandel, ibunya dengan nada tinggi mengatakan: “Hei! Engkau jadi imam masjid al-harom!” Ternyata dia (Syaikh Sudais) menjadi imam masjid al-harom.

Demikian juga seorang anak, jangankan menyakiti atau membentak, mengatakan “hus” kepada kepadanya juga dilarang.

فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّۢ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًۭا كَرِيمًۭ

Janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Ibu Paro Baya Didorong

Suatu saat ada seorang ibu mengeluh, karena anaknya setelah dewasa sangat menyakitkan kepadanya. Setiap pagi dibangunkan dengan menggedor-gedor pintu kamarnya. “Ahhh!” Jawab anaknya dari dalam kamar. Hari berganti dan waktu berlalu, ternyata pintu kamar tidak dikunci dari dalam, masuklah ibunya ke kamar. Anak itu mengulurkan tangannya (hati ibunya gembira, mengira puteranya akan bangun), dibalas pula dengan semakin mendekati puteranya. Akan tetapi, “huaahhhh!” tidak disangka, puteranya itu mendorong perempuan paroh baya. Spontan roboh dan air mata membasahi kedua pipinya. Jika ada tetangga yg menyaksikan, tentu akan mengatakan: “dasar anak tidak tahu diuntung.” lbunya hanya bisa berucap “astaghfirullah al-adhim.”
Ibu itu mengakui kesalahannya, karena tidak mengajarkan nilai agama sejak kecil.

Tidak sedikit orang tua yang keliru memaknai “kasih sayang” terhadap anak-anak-nya. Saking over sayangnya, anak-anak-nya tidak dibiasakan sejak kecil melakukan pekerjaan ringan, seperti: membuang sampah di tempatnya, membersihkan tempat tidur, sesapu yg ringan, dan mencuci kaos kaki. Sampai hal-hal seperti: menaruh piring bekas makanan sendiri sampai mencucinya, menyapu lantai dan membiasakan sholat berjemaah serta membawanya ke majelis ta’lim.

Kebiasaan itulah yg yang berakibat fatal saat mereka remaja. Mengapa orang tua banyak menyalahartikan kasih sayang? Boleh jadi karena dua hal.

Pertama: karena sudah membayar pembantu, sehingga semua pekerjaan rumah, tugas pembatu rumah tangga.
Kedua: dahulu orang tuanya sangat prihatin sejak kecil, karena faktor ekonomi. Orang tuanya memanjakan mereka. Mereka pun tidak kemayu (perempuan) dan gemagus (laki-laki). Jadi saat ekonomi dia bangkit, maka terbetik keinginan untuk memperlakukan anaknya “berlebihan.”

Orang tua yang yang mendidik demikian akan berakibat fatal. Membiarkan anaknya ke kamar mandi membawa HP, yang laki-tidak diperintah untuk ke mesjid. Yang perempuan dibiarkan main sampai magrib. Saat remaja, mereka akan tidak memiliki kepekaan ilahiah, dewasa meremehkan maksiat.

Anak Bantai Ibu

Anak sulung bunuh ibunya di sawah, saat ibunya sedang berteduh di bawah pohon. Konon anak tersebut (tayangan berita di TV One pagi, 06.35 Sabtu, 10 Maret 2018) di Kebumen. Anak itu mendatangi ibunya untuk meminta uang Rp 500,000. “Tidak punya,” jawab ibunya. Meski diancam akan dibunuh bila tidak diberi, namun ibunya tidak bergeming. “Beeesss!” Golok itu diayunkan ke arah perempuan yg melahirkan. Meski ibunya berlarian minta tolong, tapi tak bergeming. Padahal sekitar itu banyak orang yang di sawah. Sampai tulisan ini dibuat, pelaku belum ditemukan.

Anak Dikeroyok Temannya

Diberitakan pula oleh TV One, bahwa seorang anak SMP di Tanggerang Selatan dikeroyok teman-temannya. Pasalnya lelaki itu tidak mau main footsal bersama mereka. Mereka membuli satu temannya secara beramai-ramai dan menjadi cedera berat. Saat di rumah sakit, ibunya tampak sedih dan tetesan air mata membasahi pipinya. Menurut pengakuat ibunya, di samping anak sulungnya itu jadi tumpuhan harapan, juga anak itu sangat penurut. Sementara itu, anak2 yg mengeroyok, bagaimana pengajaran orang tua di rumahnya?

Stop Kekerasan, Ibu Harus Berdoa

Contoh tiga kasus yg merupakan hal biasa terjadi di masyarakat adalah gambaran betapa hubungan orang tua dan anak memiliki demarkasi. Meski secara emosional, anak itu berasal dari darah dagingnya.
Pantaslah apa yg disinyalir rosul, bahwa kedua orang tua sangat mewarnai masa depan anaknya. Kalimat “fa abawahu” merupakan kata kunci untuk melihat sosok anak-anak yg punya masa depan.
Orang tua yg paling dekat kepada anak adalah ibu kandungnya (bila masih memiliki ibu). Secara umum, pendidikan anak termasuk bagian dari pendidikan keluarga. Ayahnya pun sangat bertanggung jawab dalam mewarnainya. Doa yg cukup baik dalam al-Qur’an:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ

Ya Robbku, jadikanlah aku orang yang tetap mendirikan salat (Ibrahim 40).
Yaitu memeliharanya dan mendirikan batasan-batasannya.

وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

dan begitu pun anak cucuku. (Ibrahim 40). Maksudnya, jadikanlah pula anak cucuku sebagai orang-orang yang mendirikan sholat.

رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Robb kami, perkenankanlah doaku (Ibrahim 40). Yakni kabulkanlah semua apa yang aku mohonkan kepada-Mu.

Doa singkat ini sangat baik dibaca oleh kedua orang tua setiap usai sholat, jangan menunggu anak bandel dulu, baru kasak-kusuk baca doa itu. Demikian pula bagi seorang ibu. Catat waktu-waktu mustajab untuk berdoa.
Sebaiknya setiap ibu, tidak tidur tiap malam sebelum memohon pertolongan Allah dan mengabari-Nya, bahwa ibu betul-betul rido atas anak-anaknya. Segera ambil wudu dan angkat kedua tangannya sambil mengabsen satu persatu anaknya.

Bacalah doa di bawah ini:

اللهم إني أُشهدك أني راضيةٌ عن أَوْلادي ….. تمامَ الرضا وكمالَ الرضا ومنتهٰى الرضا فاللهم أنزلْ رضوانَك عليهم برضائي عنهم

“Alla_humma inni ushiduka anni_ Ra_dhiyatun ‘an awlidi …… {(laki2) / ibnati …… (perempuan) disebut nama anak-anak satu persatu} Tammaridho_ wa kammaridho wa muntahayarridho_ falla_humma anzil ridwa_naka alayhim birridhoi ‘anhum.”

“Ya Allah, hamba bersaksi kepada-Mu, bahwa aku rido kepada anak-anakku serido-ridonya, rido yang sempurna dan rido yang sepenuhnya. Oleh karena itu, turunkan ya Allah keridoan-Mu kepada mereka demi ridoku kepada mereka.”

Ada kisah seorang ibu yang berkata, bahwa dia telah mengubah kehidupannya secara total, setelah membiasakan doa tersebut. Kini dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan.

“Sejak kelahiran anakku itu, aku hidup dalam penderitaan karenanya. Dia tak pernah sholat, bahkan jarang mandi, dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang membentakku serta tidak menghormatiku, meskipun sudah sering aku mendoakannya. Setelah membaca tulisan di medsos, dicoba secara rutin dipraktikkan. Setelah sepekan, nada suara putranya dalam berbicara kepadanya mulai berubah. Diakui ibu itu, pertama kali dalam hidupnya dapat tidur dalam kedamaian. Meskipun demikian, si ibu itu belum masih ragu, apakah bisa ada perubahan pada diri anaknya! Doa terus didawamkan setiap hari, bahkan setiap saat. Tampaknya Allah menunjuki pelan-pelan hidayah-Nya. Perlahan-lahan anak itu mulai mandi rutin, padahal dia tak menyuruhnya.

Hari berganti-hari sampai pekan kedua anak lelaki itu mulai menyambut kedatangannya dengan membukakan pintu dan menyapanya “apa kabar ibu?” Suara lembut dan merdu yang takpernah didengar sebelum itu. Betapa gembira tak terkira seorang ibu yg memiliki buah hati penuh pengertian, meskipun dirinya tidak menunjukkan perasaan kepadanya. Ibu itu hanya memperlakukan hal biasa.

Saat yang lain tiba, ibunya menelepon dan menanyakan sesuatu, dia menjawab dengan nada yang berbeda dari biasanya: “Bu, aku di samping mesjid dan baru akan sholat waktu.”

Sikap Ibu Bijak

Tentu saja ibu tersebut tidak mampu menahan tangisnya, bagaimana dia yang tak pernah sholat bisa mulai sholat dan dengan lembut menanyainya, apa kabar? Tak sabar ibu itu menanti kedatangannya dan segera menyambut buah hati serta menanyai sejak kapan dia mulai sholat? Tibalah pertanyaan itu kepadanya dan dijawab dengan lembut: “Aku sendiri tidak tahu Bu, waktu aku di dekat mesjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat.”

Sejak itulah kehidupan orang tua dan anaknya berubah 180 derajat. Jangan remehkan hidayah dan jangan menganggap sulit hidayah. Hadapilah hidayah tersebut dengan penuh kepasrahan, keikhlasan, serta rutinitas dalam mempraktikannya. Jangan berhenti bermohon saat doa terkabul, apalagi berhenti bermohon karena doanya tak kunjung dipenuhi. Kedahsyatan doa dan rido seorang ibu, karena beratnya beban kehidupan sehari-hari, seringkali seorang ibu melupakan arti rido dan doa untuk anak-anaknya.

Jangan pernah pula mengatakan “Ah, anakku masih kecil, kasihan kalau diperlakukan disiplin ketat.” Bagaimana jika alasan itu terus berlalu sampai mereka semakin besar dan dewasa, bahkan menjadi tua, saat itu mereka lebih membutuhkan doa-doa orang tuanya. Padahal saat itu Anda sudah kembali ke Illahi?

Ibu, pastikan bermohon dan berdoalah terus-menerus untuk anak-anaknya dimulai dari sekarang. Jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doa untuk mereka. Allah telah mengaruniai para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak dalam hubungan mereka dengan Allah melalui rido dan doa untuk mereka.

Ketuklah pintu-Nya setiap saat. Pastikan luangkan waktu-waktu mustajab untuk bermohon kepada Allah, buang waktu sedikit dengan hasil memuaskan.

Jangan biarkan kesengsaraan melanda anak-anakmu, akibat kepelitan Anda tidak sempatkan berdoa untuk anaknya. Kendatipun secara duniawi mereka berlimpahan dolar, namun miskin iman.

Sikap Bijak Anak

Jasa ibu takkan dapat dibalas sepadan, meski anaknya menggendongnya dari Medinah ke Mekah untuk tunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, mohonkan ampunan kepada Allah untuk ibu dengan doa pendek

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

Wahai robb kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapaku serta sekalian orang-orang Mukmin pada hari”
(14:41)

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل

رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًۭا

Rendahkanlah dirimu kepada mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (17:24)

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Tulisan menjelang dhuha
(M.Mangkoesorga)

Tentang Ahmad Mushofi Hasan

Mushoffi Mangkoesorga adalah mantan wartawan era 90-an. Kini aktif sebagai choach dan motivator. Tinggal di Subang, Jawa Barat. Hobi "dengerin ceramah" dan i'tikaf di mesjid-mesjid. Kegiatannya juga Khutbah Jumat dan mengisi pengajian. Jika ada yg order (ingin dibuatkan) naskah khusus, hub WA 0895397876364

View All Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close