Duka Menteri Agama RI Atas Kepergian KH Syaifuddin Amsir

7

- WhatsApp Image 2018 07 21 at 9 - Duka Menteri Agama RI Atas Kepergian KH Syaifuddin AmsirKepergian Mustasyar PBNU, Abuya KH Syaifuddin Amsir sungguh menyimpan duka yang begitu dalam pada murid-muridnya, sebagaimana juga dirasakan oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.

Menteri Agama, H. Lukman Hakim Saifuddin datang bersama beberapa ajudannya dengan mengenakan baju kemeja putih, celana hitam dan berkopyah nasional. Penampilannya Nampak sederhana dan tidak menunjukan bahwa dirinya seorang pejabat negara, Menteri yang sangat santun ini dikenal sebagai Mantu Kiai NU ini datang ke kediaman KH syaifuddin Amsir sekitar pukul 9 pagi, Kamis ( 19/7).

Sesampainya di dalam Rumah Abuya KH Syaifuddin Amsir, Pak Menteri langsung melakukan shalat jenazah bersama jamaah lainnya yang memang sedang melayat. Selepas melaksanakan shalat beliau langsung mendoakan Almarhum dan menyampaikan beberapa ucapan belasungkawa bagi keluarga Abuya dan para muridnya.

“ Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sebetulnya kita semua adalah milik Allah swt dan sesungguhnya kelak suatu saat akan kembali ke hadirat Allah swt, hari ini pagi ini kita semua kumpul disini daam rangka ikut mengantarkan Almarhum, Almagfurlah KH Syaifuddin Amsir, marilah kita antar kepulangannya dengan memberikan kesaksian bahwa beliau adalah orang baik, min ahlil khoir,min ahlil jannah.” Tegas Menag Lukman.

Pada kesempatan yang sama Menag Lukman melanjutkan pernyataan kekagumannya kepada sepak terjang Abuya dalam dunia dakwah dan penulisan karya-karya ilmiah, “ Beliau ulama yang karya tulisnya sungguh luar biasa, terakhir beliau memiliki karya berjudul Al Qur’an I’jazan wa Khawashan wa Falsafatan, syarah dari karya Imam Al Ghazaly.” Ucap Menag Lukman.

Kepergian atau wafatnya seorang ulama biasa dikenal oleh masyarakat sebagai akan hilangnya atau diangkatnya ilmu oleh Allah swt, tapi bagi Menag Lukman Hakim tidak seperti itu. “ Kepulangan beliau bukan hilangnya ilmu di sekitar kita, sekali lagi kepergiannya bukan menjadikan kita kehilangan ilmu, tapi akan semakin memacu kita untuk menggali ilmu, kita sebagai murid-muridnya semoga dapat melanjutkan yang selama ini telah diperjuangkan oleh beliau.” Lugas Menag Lukman.

Menag Lukman Hakim sangat mengenal Almarhum karena pernah menjadi muridnya ketika dulu studi di Assyafiiyah Jakarta dan menyatakan bahwa Abuya merupakan dosen terbaik yang dikenalnya, karena keilmuan dan kealimannya. Diakhir sambutan belasungkawanya Menag menyampaikan doa penutup seraya berharap, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah swt, segala kekhilafannya diberikan magfiroh , segala kebajikannya diterima sehingga Allah swt menempatkan beliau di tempat yang sebaik- baiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here