BukuPustaka

Fath al `Aliy

Fiqh adalah lautan ilmu, ketika seseorang tenggelam di dalamnya, niscaya ia akan merasa enggan untuk kembali ke daratan. Ini terjadi karena baginya, di dalam lautan jauh lebih berwarna dan tidak menjemukan.

Warna itu, yang telah membuat lautan fiqh begitu mempesona, tiada lain adalah “perbedaan pendapat” antara para Imam. Dengannya, Islam tidak lagi statis, melainkan elastis. Islam tidak lagi menjerat, melainkan memikat. Islam tidak lagi sesak dengan polusi, melainkan sarat dengan policy (kebijakan). Ia tidak akan mati kutu dalam menghadapi masalah, karena di hadapannya terbentang luas pilihan ragam pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia tidak akan menjadi fanatik, karena ternyata pendapat itu bukan hanya satu, seperti yang selama ini ia tahu.

Demikian pula dalam lingkup fiqh madzhab Syâ`fi`iy, kita sering menemukan perbedaan pendapat yang hadir bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi hidangan sebagai pilihan. Perbedaan pendapat itu, selanjutnya disebut ikhtilâf , dapat kita temukan dalam tiap level ulama. Namun yang nampak jelas hanya dalam level-level tertentu, seperti antara Imam Râfi`iy (w. 624 H) dengan Imam Nawawiy (w. 676 H), kemudian antara Imam Ibn Hajar al Haytami (w. 974 H) dengan Imam Ramliy (w. 1004).

Ketika kita menelaah kitab Hâsyiyah I`ânah al Thâlibîn, maka suguhan ikhtilaf antara Imam Ramliy dengan Imam Ibn Hajar begitu banyak tersaji. Sekitar 200 lebih masalah yang tidak mereka sepakati tereksplor di dalamnya. Kemudian dalam kitab Itsmid al `Aynayn yang dicetak bersama kitab Bughyah al Mustarsyidîn, juga disampaikan sebagian ikhtilaf antara mereka berdua.

Jika kita merasa penasaran untuk meneliti lebih jauh tentang ikhtilaf tersebut, maka kita harus membuka dan membandingkan kedua kitab induknya, yaitu Tuhfah al Muhtâj (Ibn Hajar) dan Nihâyah al Muhtâj (Imam Ramliy). Namun sudah barang tentu hal tersebut bukanlah langkah yang mudah, dan sudah pasti tidak akan efektif ketika kita diburu oleh waktu.

Nah sebagi solusi yang tepat, maka kitab ini, yang diberi nama Fath al `Aliy bi Jam`i al Khilâf bayn Ibn Hajar wa Ibn Ramliy, dapat membantu dengan cepat menelusuri lebih jauh ikhtilaf antara kedua Imam tersebut.

Dari sekitar 500 masalah yang di-ikhtilaf-kan, kitab ini memuat sebanyak 350 lebih masalah yang bersentuhan langsung. Kelebihan dari kitab ini adalah dalam setiap satuan masalah yang dibahas, pengarangnya, `Umar bin Habîb Hâmid Bâfaraj Bâ`alawiy, selalu merujuk ke dalam dua kitab induk di atas, dan juga berkat pen-tahqiq-an Dr. Syifa Muhammad Hasan Hitu, ia komparasikan dengan berbagi pendapat Imam Madzhab Syâfi`iy lainnya, seperti Imam Nawawiy, Imam Subkiy, Imam Ibn `Abd al Salâm, dll., sekali lagi dengan merujuk ke sumber aslinya.

Pembhasan dibatasi hanya dalam bab shalat, mayit, zakat, puasa, i`tikaf dan haji. Namun dengan ketebalan 974 halaman, ilmu yang akan kita dapatkan sungguh di luar dugaan. Anda tidak percaya? Silahkan buktikan. Dan kitab tersebut tidak perlu dibeli, anda tinggal download di alamat berikut ini (tinggal diklik saja link-nya):

http://ia600803.us.archive.org/attachpdf.php?file=%2F8%2Fitems%2Fwaq110703%2F110703.pdf

 

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close