Gus Nadir

Fenomena Hijrah di Kalangan Artis : 10 Pesan Gus Nadir

Tulisan: Prof Nadirsyah Hosen

10 Point Fenomena Hijrah di Kalangan Artis

  1. Kalau hijrah itu dianggap pindah menuju sesuatu yang lebih baik, maka ujung dari hijrah itu apa? Dulu Nabi hijrah ke Madinah untuk membentuk masyarakat madani berlandaskan nilai etis. Sekarang hijrah secara individual tujuan akhirnya kemana? Harus menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
  2. Apakah orang bercadar akhlaknya akan lebih baik dari orang yang berjilbab? Belum tentu. Sebaliknya, belum tentu pula yang tidak bercadar akhlaknya lebih mulia dari yang bercadar. Kita hormati saja pilihan masing2 selama pakaian yang kita pakai itu tidak membuat kita mrs lebih mulia dari yang lain.
  3. Ber-Islam itu sebuah proses. Lintasan hidup ini panjang dan babak finalnya nanti di akherat, bukan di dunia. Ada yang alim dan saleh/ah, tapi siapa yang bisa menjamin amalannya pasti diterima Allah dan kelak dia akan wafat dlm keadaan husnul khatimah?
  4. Begitupula sebaliknya dengan para pendosa. Apakah selamanya mrk akan melakukan perbuatan dosa terus? Boleh jadi ada momen dia bertobat dan Allah siapa tahu berkenan mengampuninya. Siapa kita mau menghakimi nasib mereka kelak di akherat?
  5. Maka hijrah pun jangan dimaknai sebagai hasil akhir. Ketika Rasul berhijrah pun ternyata sekitar 10 tahun, beliau dan para sahabatnya menghadapi tantangan dan ujian yang luar biasa. Hijrah itu satu hal. Tapi istiqamah dalam berhijrah itu jg tidak mudah.
  6. Tantangan mereka yang selama ini melakukan hijrah adalah melakukan lompatan dari titik ekstrem ke titik ekstrem berikutnya. Saya menyarankan untuk pelan-pelan dan bertahap seraya menuntut ilmu. Islam itu sesuai dengan fitrah kemanusiaan kita. Gak bisa serba instant.
  7. Jangan sampai hijrah hanya jadi trend populer saja. Misalnya, para artis yang hijrah itu bagus, tapi jgn sampai itu hanya jadi “panggung” mereka berikutnya. Semula dari panggung sinetron dan musik, sekarang jadi panggung dakwah.
  8. Makanya Rasul pun mengingatkan dalam hadits terkenal saat hijrah, yaitu setiap amal tergantung niatnya. Anda mau hijrah niatnya apa? Apa nyari panggung dakwah yang lagi trend karena gak laku lagi di panggung yang lama? Sudah sampai mana kapasitas ilmu & pribadi sampai berani dakwah?
  9. Luruskan niat saat mau hijrah. Teruslah belajar. Perbaiki diri kita. Ujungnya adalah akhlak yang mulia, bukan sekedar berubah tampilan, atau asyik pindah ke panggung dakwah yang ujungnya nyari duit juga. Saya tidak menuduh, hanya sekedar memberi ‘warning’ 🙏
  10. Kesimpulannya: hijrah sesuatu yang baik dan bagian dalam proses kita ber-Islam. Tapi harus dilakukan dengan niat yang bersih, tahap demi tahap seraya menuntut ilmu biar tidak kagetan, serta tidak merasa lebih baik dari yang lain, dan ujungnya itu akhlak mulia, bukan sekedar berubah tampilan 🙏

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
Australia – New Zealand

 

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close