Kegiatan

Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas Azzabidi Mau Jumatan Terhadang Pedagang Asongan

Karang Taruna Rimba Ahad (2/9) mengadakan acara penutupan peringatan 17 Agustusan dengan Tabligh Akbar. Acara Tabligh Akbar berlangsung di sebuah lapangan, tepatnya di lingkungan RW 05 Babakan Loa, Cibatu, Kab. Garut Jawa Barat.

Acara dibuka oleh ketua panitia, Kang Agung. Beliau menyampaikan rasa syukur atas dukungan para tokoh dan masyarakat.“ Atas Ridha Allah SWT kita bisa berkumpul untuk mengadakan tabligh akbar dan Insyallah pembicara utamanya H. Abdul Hadi Hasan, Lc dari LTN NU Jawa Barat dan terima kasih kepada seluruh Donatur dan Masyarakat yang mendukung acara ini hingga tuntas.” Ucap Kang Agung.

Setelah sambutan panitia dan beberapa tokoh, Kang Hadi dengan gaya santrinya mulai naik panggung dan menyampaikan ceramah terkait Hakikat Kemerdekaan. Kang Hadi mengatakan bahwa kemerdekaan terwujud berkat usaha Kiai, Santri dan Masyarakat Indonesia secara umum.

“ Kiai zaman dulu sakti, mereka bukan hanya Ulama yang ahli Wirid tapi pejuang kemerdekaan yang mempersembahkan diri, keluarga dan hartanya di Jalan Allah demi terwujudnya NKRI.” Papar Kang Hadi.

Kang Hadi melanjutkan bahwa kita harus mensyukuri kemerdekaan dengan sebaik mungkin, diantaranya dengan melakukan acara peringatan seperti yang dilakukan oleh Karang Taruna Rimba Babakan Loa Cibatu.

“ Anak muda disini hebat, mengadakan acara 3 malam berturut turut, ini bukti bahwa satu sama lain saling mendukung dan tingkat kepedulian sosial warga dan pemuda serta tokoh sangat tinggi dan patut diapresiasi.” Tegas Kang Hadi.

Kang Hadi melanjutkan, mari kita ikuti Ulama karena merekalah yang memahami dan mengamalkan apa yang Rasul Saw lakukan. “ Izinkan saya menceritakan sebuah cerita real, kisah nyata terkait seorang Guru Mulia yang sangat dermawan dan tingkat kepedulian sosialnya sangat tinggi, beliau namanya Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas Azzabidi.” Lugas Kang Hadi.

Kang Hadi dalam ceramahnya Memaparkan cerita bahwa suatu hari dirinya menghadiri shalat Jumat di Masjid yang lokasinya tepat ada di depan Majelis Taklim Habib Abu Bakar bin Hasan Alattas.

Saat itu Habib Abu Bakar akan melangkahkan kakinya di Masjid, nampak langkahnya terhenti ketika menyaksikan dagangan seorang penjual yang meletakan dagangannya disisi pagar depan rumah Habib.

“ Tolong cari penjual ini, dimana dia.” Ucap Habib kepada salah satu muridnya. Muridnya. Muridnya langsung mencari penjual yang keberadaannya di dalam masjid sebab jumatan belum dimulai, jadi murid Habib leluasa mencari penjual dengan bertanya pada hadirin yang akan shalat Jumat.

Tak lama si pedagang asongan itu nampak dan diajak mendekati Habib Abu Bakar. “ Kamu yang jualan yah, nanti setelah shalat Jumat langsung ke rumah saya yah.” Tegas Habib.

Ternyata Habib tidak ingin membeli atau tidak pula menyuruh pedagang memindahkan dagangannya dari pagar rumahnya, justru ingin mengundangnya agar bisa makan siang bersama. Sebab setahu saya Habib Abu Bakar setiap Ba’da shalat Jumat selalu open house dan memberikan kesempatan para jamaah shalat untuk menyantap makan siang di rumah beliau.

Habib memang dikenal sangat dermawan, Ayahnya pun dikenal sebagai seorang Habib yang rajin membagi-bagikan hadiah kepada kaum muslimin.

Kang Hadi meneruskan kisah nyatanya, Lepas Shalat Jumat sang pedagang asongan diarahkan ke salah satu ruangan rumah Habib Abu Bakar, disana berkumpul dengan hadirin jamaah jumatan yang juga ingin menikmati santapan siang nan penuh berkah.

Nampak pedagang asongan begitu nyaman menyantap makan siangnya, Habib saat itu sambil melayani tamu juga memperhatikan pedagang itu. “ Makannya sudah? Ya Akhi coba bungkuskan juga satu porsi untuk dibawanya pulang, jangan lupa kasih uangnya.” Habib bertanya kepada pedagang dan juga memerintahkan salah satu muridnya untuk memberikan sebungkus nasi dan uang tambahan.

Kisah kepedulian sosial dan kedermawanan ini merupakan hal terindah. “ Kita semua bisa mengamalkan ajaran Islam dari sesuatu yang kecil dan sederhana yang telah dijabarkan, dipraktikan oleh para Guru.” Lugas Kang Hadi mendorong hadirin agar menuai hikmah dari kisah tersebut.

Kang Hadi mengakhiri ceramahnya dengan menyampaikan beberapa ayat dan hadis Rasul Saw, yang diantaranya Rasul Saw bersabda, “ Barang siapa menunjukan suatu kebaikan walau dia tidak mengamalkan maka dia dihisap termasuk seperti yang melakukan kebaikan itu.” Papar Kang Hadi

Acara peringatan dan Tablig Akbar 17 Agustusan itu berakhir dengan makan malam bersama. Diantara yang hadir malam itu adalah Perwakilan DKM Masjid Sabilul Muttaqin, Ajengan Tatat Supriatna, Kepala Desa Cibatu, Bapak Dadang Sulaeman, Ketua RW 05 Bapak Asep Kusnadi, Sekretaris RW 05 Ustadz Teten, M.Ag,  Sekretaris Karang Taruna Desa Cibatu Agus Mulyana, Anton Salman, Tokoh Cibatu Endang Syarif Hidayat, Pengajar Madrasah Sabilul Muttaqin, Ustz. Nana Nurhayati, S.Ag dan Ustz Fitri Shofiyatun Nafidzah, S.Pd.I

Tentang H. Abdul Hadi Hasan, Lc

Aktif sebagai wakil sekretaris LTM PCNU Kab. Bogor, Penasihat Di Yayasan Al Ittihadul Islami Annahdliyah Bogor, sehari-hari sebagai Penterjemah, Guru di Pesantren Putri Al Awwabin Kota Depok dan sebagai Muharrik Dakwah Blusukan.

View All Posts
Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close