Khutbah

Habib Ali Al Habsyi Kwitang Sangat Cinta Kepada Nahdlatul Ulama

Kita harus tahu bagaimana para pendiri NU sangat dekat dengan para Habaib (Dzuriyat Rasul) mereka bekerjasama dalam menyampaikan dakwah damai dan ramah, dan jangan heran jika fatwa Habaib juga tertulis di dalam Kitab Qonun Asasi NU

Ust. Darul Quthni, S.S.I ( Sekretaris LTMNU Kota Depok ) sedang menyampaikan ceramah

Bogor, 3 Februari 2018 – Ust. Darul Quthni, S.S.I pada kesempatan Maulid yang diadakan di Majlis Al Wildan menjadi penceramah kedua yang diundang oleh Ketua LTMNU Kab. Bogor. Beliau merupakan seorang Santri yang pernah belajar langsung kepada Almarhum Gusdur di Ciganjur, saat ini dikenal sebagai Kyai Muda Betawi yang aktif sebagai Sekretaris LTMNU Kota Depok, aktif dakwah menyampaikan ceramah di Nutizen, menulis di berbagai Koran Lokal dan Website NU online serta mengabdi di Pesantren Al Awwabin kota Depok yang didirikan oleh Kakeknya, yaitu KH Abdurahman Nawi.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Darul mengatakan bahwa, tadi kita telah mendengarkan paparan hikmah Maulid dari KH. Yasif Maemoen Syaerozi yang berasal dari Cirebon. Jika berbicara tentang Cirebon, pasti kita akan mengingat seorang Sunan yang dimakamkan disana, yaitu Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati merupakan penyebar Agama Islam, penyebaran Islam di Jawa Barat ini tidak lepas dari sumbangsih Sunan, perlu kita ketahui bahwa daerah kita ( Bogor),Jakarta dan sekitarnya maka memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah Kota Cirebon. Kita pasti ingat bagaimana perjuangan Sunan Gunung Jati dalam mempertahankan Sunda Kelapa, dan disaat itu pula dakwah Islam dilakukan oleh Beliau dan pasukannya.

Ustadz Darul melanjutkan, Hadirin sekalian, yang jadi pertanyaan kita mungkin kenapa Maulidan diadakannya di Majlis Ta’lim, padahal kita ketahui bahwa H. Agus Riadi adalah seorang Tokoh NU dan Ketua LTMNU Kab. Bogor ? jawaban pertama tadi telah dijelaskan oleh H. Agus terkait syiar Islam, jawaban kedua telah disampaikan oleh KH. Yasif Syaerozi bahwa Majlis Ta’lim juga termasuk Baitullah yang juga harus dimakmurkan, yang ketiga Kita harus mengetahui fatwa Al Habib Ali bin Abdurahman Al Habsyi Kwitang yang suka bertanya kepada setiap tamu yang datang bersilaturahim kepadanya, “ Di rumah ente sudah mengadakan Maulid apa belum?.” Dari ucapan tersebut kita memahami bahwa mengadakan Maulidan di rumah saja boleh, apalagi di Majlis Ta’lim.

Hadirin kenal Habib Ali Kwitang kan? Menurut Almarhum Gusdur, Habib Ali Kwitang itu termasuk paku Betawi, dan satu diantara lima Wali yang menjaga Jakarta. Beliau sangat cinta kepada Nahdlatul Ulama, beliau sangat cinta kepada Nahdlatul Ulama. Ada sebuah kisah yang menyatakan suatu ketika Habib Ali Kwitang diundang dalam acara NU, ternyata piring yang digunakan untuk menyajikan makanan dibawahnya ditilami / dialasi kain yang tertera logo NU, Habib berkata, “ Ko logo NU ada dibawah !” kemudian langsung memerintahkan agar tilam / alas piring piring tersebut diganti, hal itu menunjukan betapa beliau menghormati dan cinta kepada Nahdlatul Ulama.

Hadirin semua apakah cinta terhadap NU? Hadirin menjawab, “ Kami Cinta NU.” Kita harus ketahui Ajaran yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati adalah Ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah, ajaran Islam yang tersebar di Jawa Barat, bilkhusus di Bogor dan secara umum di seluruh Indonesia adalah Ajaran Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah. Jika kita kaji sejarah penyebaran Islam di Nusantara, maka akan kita ketahui bahwa ajaran lain tidak memiliki dasar Sejarah, dan Nahdlatul Ulama adalah yang senantiasa menjaga dan menyebarkan tradisi Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Hadirin sekalian, kita harus tahu bagaimana para pendiri NU sangat dekat dengan para Habaib (Dzuriyat Rasul) mereka bekerjasama dalam menyampaikan dakwah damai dan ramah, dan jangan heran jika fatwa Habaib juga tertulis di dalam Kitab Qonun Asasi NU, misalnya Almarhum Hadrotussyeikh KH. Hasyim Asy’ari mengutip pandangan atau fatwa Habib Ali bin Abdullah Asseggaff.

Hadirin apakah cinta Nu? Jika cinta NU maka harus mengenal lagu patriotis Yalal Wathon yang diciptakan oleh KH. Wahab Hasbullah.
Diakhir ceramahnya Ustadz Darul mengajak para hadirin untuk melantunkan lagu Yalal Wathon, nampak sebagian hadirin seakan baru mengenal lagu tersebut tapi akhirnya diajak untuk melantunkannya dan diajarkan pula bagaimana meneriakan yel-yel NU dengan penuh semangat, “ Siapa kita?” “ Kita NU”. “ Pancasila! Pasti jaya”, “ NKRI harga mati.”

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close