BeritaHabib Umar

Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya : Santri Harus Meneladani Hikmah Sebuah Perjalanan Yang Agung

Sabtu, 28 April 2018

Malangbong – Pesantren Miftahurrohmah pimpinan KH. Ahmad Syafi’i yang terletak di Sakawayana, Malangbong, Kab. Garut mengadakan acara peringatan Isra Mi’raj. Acara tersebut dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Kalangan Nahdliyin MWCNU Malangbong dan menghadirkan penceramah tunggal dari Pengurus LDNU Jawa Barat, yaitu Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya.

Dalam ceramahnya beliau menekankan kepada umat Islam bilkhusus seluruh Santri harus siap! Siap lahir batin untuk merubah kepribadian dan meningkatkan amal ibadahnya. Santri harus giat dalam berolahraga dan latihan seni beladiri. Kita semua dan Santri harus cerdas dan menguasai berbagai disiplin ilmu agama dan pengetahuan umum, intinya kita harus cerdas dan kelak dapat mengamalkan Islam yang penuh rahmat, Islam yang ya’lu wala yu’la alaih.

Santri harus pandai dan hapal bait-bait alfiah, ilmu yang asasi harus dikuasai, seperti nahwu, sharaf dan bahasa Arab. Jika ketiga ilmu asasi itu dapat di kuasai maka akan mudah untuk memahami berbagai macam disiplin ilmu lainnya, dapat mudah memahami berbagai karya Alim Ulama, baik itu karyanya yang terkait dengan disiplin ilmu Fiqih, hadis, tafsir, mantiq, dll.

Pada kesempatan yang sama Habib menyatakan bahwa dalam peringatan ini kita harus meraih hikmah dari kejadian Isra Mi’raj, yaitu kita harus meningkatkan, melejitkan penguasaan kita dalam segala bidang, jangan sampai diri kita justru turun drastis. Jangan sampai kita mesantren 10 Tahun, lalu hanya menguasai ilmu ngaliwet!! Lalu bercita-cita ingin jadi ahli hikmah sebagaimana Kyai sepuh! Patut diketahui oleh santri, Kyai-kyai kita dan para Habaib yang menguasai ilmu hikmah itu mereka dahulunya rajin belajar, bisa ngaji, pandai membaca kitab dan menguasai pelbagai macam ilmu. Pantas jika mereka kini dicintai, dihormati, dan pembicaraannya diikuti umat.

Jika kita tidak mesantren, belajarnya malas, tidak tunduk kepada para Kyai dan guru, lalu mau jadi ahli hikmah, mau merasa menjadi orang yang memiliki karomah!! Yang ada menjadi dukun yang kerjaannya diselimuti kebohongan dan dusta serta hobi mengamalkan tipudaya demi mengumpulkan harta dan memupuk kecintaan pada dunia.

Beliau melanjutkan ceramahnya, menyatakan bahwa Saya begitu cinta dakwah, saya sangat suka dakwah blusukan, diantaranya ke beberapa titik medan dakwah di kota garut karena saya ingin mencerdaskan tunas-tunas bangsa, demi NU, demi Banser, demi Ansor, Demi Malangbong, Demi Ahlisunnah wal Jamaah, demi keamanan dan kedamaian daerah ini. yang dulu didirikan oleh Ajengan Sepuh, para Ajengan sepuh seperti Mama Entib, Mama Uci, mereka menginginkan malangbong ini semakin damai, kondusif, aman, berbudaya, Islam Rahmatan lil Alamin.

“Kita semua harus mengikuti arahan para Kyai, ikuti nasihat para pejuang Ulama nusantara! Jangan ikuti ajaran yang aneh-aneh!” ucap Habib. Hal-hal aneh itu tidak pernah dicontohkan oleh Para Kyai dan Habaib kita, hal aneh itu biasanya hasil import dari Saudi Arabia. Ada diantara kita golongan yang begitu mudah meneriakkan “kafir, syirik, bid’ah, sesat”, mereka gemar melakukan perbuatan anarkis dan teror! Mereka bukan bagian dari Ahlisunnah wal Jamaah Annahdliyah.

Oleh karena itu, mari kita jadikan moment peringatan Isra Mi’raj ini sebagai sarana untuk melakukan introspeksi diri, juga demi mensupport diri kita agar senantiasa bergerak menuai, mencipta berbagai perubahan, meningkatkan kualitas kita. Bagi pelajar harus menjadi santri yang berakhlak, santri yang dapat menimba ilmu sebanyak mungkin kepada para Kyai dan Habaib Nahdliyin.

Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa ” Ana A’badul Abidin” Aku adalah hamba yang paling mengabdi kepada Allah swt. Nabi saw kita ketahui merupakan manusia terhebat, orang yang sudah diisrakan dan dimi’rajkan oleh allah swt. Tapi ada riwayat dari Siti Aisyah ra dan istri-istri Nabi saw yang lainnya mengatakan bahwa Rasul saw selalu menangis tersedu-sedu saat menghabiskan waktu malamnya untuk bertahajud, dikatakan bahkan kakinya hingga bengkak. Kita ketahui Surga dan kuncinya ada di tangan beliau! Tapi beliau malu kepada Allah swt, jika ibadahnya pas-pasan. Prilakunya selalu menuai pujian dan Harum, beliau pimpinan Dunia dan Akhirat, Imam bagi kaum azam dan Arab. Beliau duduk bersama fakir miskin, jangan heran jika muridnya seperti Sayidina Abu Bakar Asshidiq, sayidina Umar bin Khattab, Sayidina Ustman bin Affan, dan Sayidina Ali bin Abi Thalib menjadi Murid yang paling berhasil dan sukses.

Itulah Nabi saw, bagaimana dengan kita?!!! Sudahkah kita berakhlak, sudahkan kita rajin dalam menunaikan shalat, sudahkan kita menolong fakir miskin? Jika kita ingin meraih hikmah dari perjalanan suci beliau saw, maka kita harus fahami dan bumikan seluruh perintah Nabi saw dan meninggalkan apa-apa yang dilarangnya. Kita harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadi hamba Allah yang sholeh, hamba yang berguna bagi Nusa dan Bangsa, hamba-hamba yang kelak membutuhkan syafaat Nabi saw.

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close