Berita

Haul Sebuah Kreatifitas Warga Nahdliyin Yang Menguatkan Persaudaraan Antar Bangsa

Oleh : Abdoel Hadi Hasan

Depok, 25 Januari 2018 – Nahdliyin Kota Depok Memperingati Haul Gusdur di Pondok Pesantren Al Ridho, Kalimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok. Acara Haul ini dihadiri oleh Alim Ulama, Umat dan Umaro. Panitia acara mengundang KH. Mustofa Bisri atau Gusmus, dan sebelum beliau naik ke Mimbar, Prof. Dr. KH. Masdar Farid Mas’udi, M.A ( Syuriah PBNU ) menyampaikan sambutan dengan memaparkan hakikat peringatan Haul. Menurut Beliau, Haul merupakan majlis yang sangat baik bagi kita semua, haul itu sebuah kreatifitas warga Nahdliyin. Kita sering juga mendengar terkait peringatan hari kelahiran, yaitu Maulid. Haul ini khusus memperingati hari wafat seorang tokoh yang dijadikan panutan. Hal itu sebuah aktifitas mendoakan Almarhum, kita mengamalkan ini bukan berarti almarhum kekurangan pahala.

baratnya orang menambahkan beras yang sudah penuh maka dlewerannya ( Kyai Masdar Menyebut Istilah “ Luber” dengan Bahasa Jawa) akan ada yang tertumpah, kita menambahkan doa untuk Almarhum jelas kitapun akan mendapat luberannya.

sesungguhnya ada sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Barang siapa yang mendoakan orang lain, orang yang didoakan itu ghaib, tidak ada dihadapan kita, apalagi yang sudah Almarhum, maka malaikat akan membisikan kepada kita, “Engkaupun seperti dia.” Jadi kitapun yang mendoakan Almarhum akan didoakan oleh Malaikat.

Kyai Masdar melontarkan pertanyaan ke Ribuan Hadirin, “ Kira-kira doanya malaikat itu mustajab apakah tidak?.” Hadirin menjawab pasti doa Malaikat itu mustajab. Kita semua meyakini bahwa doanya malaikat itu mustajab, maka jangan pernah malas, jangan pernah bosan untuk mendoakan orang lain, terutama kita harus mendoakan orang tua kita ( yang sudah Almarhum), tidak kalah penting juga kita harus mendoakan Kanjeng Rasul saw, para Masyasyeikh dan para Guru umat yang telah berjuang membimbing Bangsa dan Umat.

Pada kesempatan hari ini kita memperingati Haul Almarhum Gusdur, dan kita sebagai generasi penerus sepantasnya untuk mengucapkan terima kasih kepada Beliau, ucapan terima kasih ini hanya bisa dilakukan dengan berdoa karena kita tidak bisa membalasnya secara material kepada para Almarhum tersebut. Acara Ini bukan hanya sebuah peringatan tapi juga merupakan sebuah tradisi yang mempererat silaturahim kita antar Nahdliyin dan dengan umat Islam secara umum.

Perjumpaan kita secara fisik dalam acara seperti ini, berdampak pada perjumpaan secara spiritual, hati dan pikiran sehingga persaudaraan diantara kita akan semakin kokoh dan kedamaian di NKRI akan senantiasa terwujud.

Penulis
Abdoel Hadi Hasan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close