Jati Diri SundaPesantrenSejarah

Jejak Pesantren Tatar Sunda Pra Kemerdekaan : Kabupaten Purwakarta

Pesantren tua di Kabupaten Purwakarta adalah Pesantren Sempur dan Al- Mutohhar

Pesantren tua di Kabupaten Purwakarta adalah Pesantren Sempur dan Al- Mutohhar. Pesantren Sempur telah ada sejak  dekade kedua abad ke-20. Pesantren ini didirikan pada tahun 1911 oleh K. H. Tubagus Bakri. Bila ditelusuri, K. H. Tubagus Bakri merupakan anak dari Tubagus Saeda, seseorang yang masih memiliki hubungan geneologis dengan Maulana Hasanudin dari Banten.

Setelah menyelesaikan pendidikannnya, K. H. Tubagus Bakri memberanikan diri membuka sebuah pesantren baru. Di antara santri-santrinya yang belajar di pesantren ini selain mereka yang berasal dari daerah sekitar Purwakarta, banyak juga yang berasal dari Banten dan Cirebon. Di antara santri- santrinya yang pernah belajar di Pesantren Sempur, banyak yang menjadi ulama- ulama  besar,  seperti  K.  H.  Makmum  Nawawi  dari Cibarusah, K.H. Ahmad Dimyati  dari  Banten,  K.  H.  Bustomi.

Sepeninggal  K. H. Tubagus  Bakri, kepemimpinan di Pesantren Sempur dilanjutkan oleh K. H. R. Muhtar, K. H. Kholil dan  K. H. Munawar dengan dibantu oleh K. H. .Ahmad Dudus dan  K. H. Ahmad  Dadih,  yang semuanya merupakan keturunan dari  K.  H. Tubagus Bakri.

Pesantren Al-Muthohhar Purwakarta

Selanjutnya selain Pesantren Sempur, pesantren lain yang cukup berumur yang terdapat di Purwakarta ialah Pesantren al-Mutohar. Pesantren yang berlokasi di Plered, tepatnya di  Cilegok ini didirikan pada tahun 1912. Dari semenjak berdirinya nama pesantren ini telah mengalami tiga kali pergantian. Pada awalnya Pesantren Al-Mutohar bernama Pesantren al-Huda kemudian Darul Ulum dan sekarang bernama al-Mutohhar. Pesantren ini didirikan pertama kali oleh K.H. Muhammad Thoha bin K.H. Ahmad Rafe’i . Dalam proses awal pendiriannnya, semula pesantren ini hanya memiliki masjid dan kemudian menyusun pondok seiring adanya santri yang mondok di tempat itu.

Dari sejak berdirinya pada tahun 1912 Pesantren al-Mutohar telah dipegang oleh empat orang. Setelah K. H. Toha meninggal, kepemimpinan Pesantren al-Mutohhar dipimpin K. H. Sirojudin Toha. Kemudian setelah itu dilanjutkan oleh K. H. Manaf Sholeh.  Sekarang pesantren ini dipimpin K. H. Syadullah.

Sumber : Hasil Penelitian yang berjudul “SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM
DI JAWA BARAT” Pimpinan Tim Peneliti Prof. Dr. Hj. Nina H. Lubis, M. S.

Tentang Dindin Nugraha

Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Visit My Website
View All Posts

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close