Hikmah

Jika Allah Sayang Hamba-Nya, Sengsara pun Nikmat

Jangan Berkata “Kebetulan.” Banyak orang yang sangat toleran dengan kata “kebetulan.” Hampir sebagian besar yang terjadi pada hidup tanpa direncanakan selalu dianggap “kebetulan.” Tegas, harus bilang, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. “Ayo bilang, tidak ada yang kebetulan dalam hidup.”

Apa aja yang terjadi, itu sudah direncanakan. Oleh siapa? Bukan manusia, tapi Allah, Tuhan Yang Mahaesa. Dia-lah pemilik rencana semua ini. Manusia masih bisa hidup, masih bernafas dan sebagainya itu kuasa Allah. Ada “sang Pemilik” rencana hidup. “Ingat ya, tidak ada yang kebetulan.” Demikian Master Avin mengurai masalah kata “kebetulan.” Menurut praktisi hipnoterapi dari Bekasi itu, ada sebagaian manusia yang sering lupa, hanya logika dan akal manusia yang beranggapan ada “kebetulan” dalam hidup. Kebetulan itu hanya bahasa manusia. Sesuatu yang tiba-tiba terjadi dan berubah seketika dianggap kebetuan.

Kata kebetukan itu hanya bahasa ketidaksanggupan manusia dalam memahami kesengajaan Allah. Manusia yang tidak sanggup menerima kesengajaan Tuhan.

Coba dong renungkan:

“Pernahkah, saat duduk santai dan menikmati hari, tiba-tiba terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?” Itulah Allah yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu.

Pernahkah, saat sedang sedih, kecewa, tetapi tidak ada satu orang pun yang dapat dijadikan tempat curahan hati? Itulah saat Allah sedang rindu padamu dan ingin agar kamu berbicara pada-Nya.

Pernahkah, saat tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang itu muncul atau dia menelponmu? Itu adalah kuasa Allah yang ingin menghiburmu.

Pernahkah, saat mengharapkan sesuatu yang tidak terduga yang selama ini diinginkan tiba-tiba kamu bisa mendapatkannya, bagaimana jalannya seperti apa? Itulah Allah yang sedang mendengar suara batinmu dan memberikannya sebagi hasil dari benih kebaikan yang kamu taburkan sebelumnya.

Pernahkah, saat berada dalam situasi yang sulit, merasa buntu, kosong dan tidak menyenangkan? Itulah saat Allah mengizinkanmu diuji, supaya kamu menyadari keberadaan-Nya. Allah ingin mendengar rintihan dan doamu. Boleh jadi selama ini kamu sudah mulai melupakan-Nya untuk kesenangan dunia.

Sekali lagi, tidak ada yang kebetulan dalam hidup manusia. Terlalu mudah bagi Allah untuk mendemonstrasikan kasih dan kuasa-Nya di saat manusia merasa dirinya tidak mampu. Logika manusia terbatas, akal pikiran manusia yang pintar pun takmampu menguak isi alam. Kalau kamu bilang kebetulan, adalah bahasa ketidaksanggupan manusia menerima kesengajaan Allah.

Terus, kamu mau bilang juga kalau tulisan ini hanya iseng di broadcast gitu…?

Tidak, sekali lagi tidak. Tidak ada yang kebetulan dalam hidup dan apa pun yang terjadi di sekitarnya sungguh tidak ada yang KEBETULAN.

Makanya, coba hari ini, sedikit saja merenung. Menundukkan kepala. Tenangkan diri. Lalu, rasakan kehadiran-Nya, pejamkan mata dan dengarkan suara-Nya yang berkata: “Jangan Khawatir, Aku ada di sini bersamamu..!”

Betul kadang2, jika Allah sangat sayang pada hamba-Nya, hamba itu dipaksa untuk mengikuti kehendak-Nya, meski pada penglihatan manusia adalah menyusahkan, bahkan mencelakakan.

Sering terjadi saat Tuhan menyelamatkan manusia dari kecelakaan, langkah kaki manusia tidak bisa berjalan. Ternyata di depannya ada musibah. “Al-hamdulillah!”

Sabtu yg lalu, biasanya shubuhan (sholat Jemaah shubuh) pergi ke mesjid sebelah timur yg agak jauh tempatnya, harus ditempuh dengan kendaraan. Akan tetapi, saat kendaraan baru bergeser satu meter, terasa berat. Ternyata ban belakang bocor. “Mana ada tambal ban pukul 03.40?”

Ya biasa pergi ke mesjid sekira pkl 03.30 WIB untuk shubuhan.
“Sudahlah,” gumam dalam hati. Langkah gontai saat ke luar dari pintu gerbang, arah kakinya ‘dibelokkan’ ke kiri, menuju mesjid satunya yg berjarak 300 meter dengan berjalan kaki. Ternyata sang muadzin mengabarkan, bahwa Jumat depan (besok-pen.) adalah bagian tugas khotib di mesjid ini. “Kaget campur bersyukur kepada Allah,” karena diberitahu dgn isyarat ban bocor.

Andaikata ban tidak bocor saat itu, tentu tidak tahu, bahwa jadual khutbah yg sudah diterima Desember lalu terlewati.

Jemaah mesjid itu pun ternyata (tidak semua) sedang menunggu kedatangannya untuk mengimami sholat dan kuliah shubuh.

Itulah pengalaman langsung beberapa hari lalu.

Jadi kehidupan di dunia ini, tidak ada yg serba kebetulan. Allah yg Maha Mengatur mahluk-Nya. Oleh karena itu, jangan berkata “kebetulan!” Terhadap kejadian yg menimpanya, maupun menimpa orang lain. Orang lain diberi kelebihan kedudukan atau kemewahan adalah ujian yg sangat berat. Bahkan dapat menjauhkan dari rohmat Allah, seperti: berat melangkah untuk sholat berjemaah di mesjid dan senang hoax. Ada pula yg didekatkan kepada rohmat Allah dengan kekurangan makan dan hidup pas-pasan, tapi rajin berjemaah di mesjid, meski ratusan meter, bahkan ribuan meter dari rumahnya.

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Lembang, Kamis, 12 April 2019
M.M.Mangkoesorga

Tentang Ahmad Mushofi Hasan

Mushoffi Mangkoesorga adalah mantan wartawan era 90-an. Kini aktif sebagai choach dan motivator. Tinggal di Subang, Jawa Barat. Hobi "dengerin ceramah" dan i'tikaf di mesjid-mesjid. Kegiatannya juga Khutbah Jumat dan mengisi pengajian. Jika ada yg order (ingin dibuatkan) naskah khusus, hub WA 0895397876364

View All Posts

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close