Khutbah

Kebaikan Meretas Kedamaian, Dosa Menuai Huru-hara

السلام عليكم ورحمه الله ربر كا ته

ان الحمد لله الذى أنزل الرحمه
أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ.
واشهد ان محمدا عبده و رسوله. ارفع البرية قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا.
أما بعد.
فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون.
وقال تعال:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ma’a shirolmuslimin Rohimakumullah

Kebaikan Meretas Kedamaian, Dosa Menuai Huru-hara

Itulah judul khotbah kali ini

Kebaikan adalah monopoli Allah, kejahatan adalah pilihan manusia yang dipengaruhi oleh syaithon ar-rojim. Oleh karena itu, manusia harus selalu terjaga dengan mengingat-Nya. Mengingat antara kebaikan dan keburukan berbeda tipis penyebabnya. Kebaikan Allah ilhamkan melalui malaikatnya, keburukan فجورها
fuju_roha datang dari bisikan syetan.

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

(asy-Syam 8)

Dua kata itu diperkenalkan Allah kepada manusia, tinggal manusia yang memilihnya. Pilihan-pilihan itu akan berdampak dalam prilaku seseorang secara menyeluruh.

Pilihan manusia kepada تقواها atau فجورها tentu tidak atas campur tangan Allah. Kedua pilihan itu diambil atas dasar pertimbangan dan perbuatan-perbuatan sebelumnya. Prilaku sebelumnya sangat dominan dalam mengambil keputusan untuk menjangkau pilihan itu. Jika kecenderungan memilih فجورها , maka sebetulnya manusia itu sudah sering berbuat dosa.

Permulaan Menentukan Akhirnya
Seorang ulama tersohor mengemukakan dalam ajarannya:

 مِن علاماتِ النـَّجْحِ فى النهاَياتِ الرُجُوعُ الى اللهِ فى البِدَايات

“Suatu tanda akan kelulusan seseorang pada akhir perjuangannya, jika selalu tawakal, menyerahkan kepada Alloh sejak awal perjuangannya” (lbn Athoillah Asy-Sakandari, Hikmah 34 dari Kitab Hikam)

Manusia yang pada permulaan berbuat baik kepada Alloh, pasrah, dan minta pertolongan dan tidak mengandalkan amalnyanya yang berpenyakit, maka pada akhirnya akan mendapat kelulusan dan diberi keselamatan  tidak putus di tengah jalan.

Seseorang yang hatinya menyimpan dosa, maka prilaku lahiriahnya cenderung memandang sesuatu yang tidak sejalan dengan pandangan yang negatif dan tidak pernah mencari serta menerima apa yang positif dari luar komunitasnya. Manusia seperti itu digolongkan salah satu dari dua hal, yaitu: berkepribadian ganda atau gelap hati. Padahal ragam perbedaan dan sedikit persamaan adalah nikmat yang harus disikapi dengan persaudaraan dalam bingkai NKRI. Carilah persamaan dan terimalah sisi positifnya, insya Allah negara lndonesia akan dapat rohmat dari Allah.

Jemaah Jumat yang lnsya Allah dimuliakan Allah

Rohmat Allah akan datang, jika manusia selalu bersikap positif dan optimis terhadap persoalan yang dihadapi. Setelah itu, hatinya akan tenang dan raganya pun tidak mencari perbedaan. Hati yang tenang

القلبُ المُطْمَئِنْ

Selalu mengingat Allah

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ

(yaitu) orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah (ar-Ra’d 28)

Hati mereka senang dan tenang berada di sisi Allah, merasa tenteram dengan mengingat-Nya dan rela kepada-Nya sebagai Pelindung dan Penolong(nya). Oleh karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (ar-Ra’d 28)

Ayat di atas bermakna, Allah berhak untuk diingati.

Orang-orang yang selalu kembali kepada Allah dan menyambut kebenaran adalah orang-orang yang beriman. Mereka adalah orang-orang yang ketika berdzikir kepada Allah dengan membaca al-Qur’ân dan sebagainya, hati mereka menjadi tenang. Hati memang tidak akan dapat tenang tanpa mengingat dan merenungkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah dengan selalu mengharap keridaan-Nya.

Rosulullah bersabda:

وَقَالَ اسْتَفْتِ نَفْسَكَ اسْتَفْتِ قَلْبَكَ يَا وَابِصَةُ ثَلَاثًا الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ

“Tanyakan kepada dirimu, tanyakan kepada hatimu wahai Wabishah. Beliau mengatakannya hingga tiga kali. Kebaikan adalah apa yang membuat jiwa tenang dan membuat hati tenang. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang membekas dalam jiwa dan membuat hati ragu, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu” (Riwayat ad-Darimi hadits no. 2.421)

Jadi jelas, bahwa kebaikan akan membawa nilai (aura) positif pada diri seseorang. Ujungnya akan mendatangkan rohmat Allah.

Sedangkan perbuatan dosa membuat keraguan dalam bertindak dan berprilaku emosional. Hal ini berdampak pada sulit menghilangkan sikap curiga, sulit menghilangkan sifat menghujat, dan prilaku benar sendiri. Kesalahan kecil pada orang lain, diopinikan di mana-mana, seakan-akan dunia akan runtuh dan negara akan bubar.

Hadirin rohimakumullah

Akhirnya khotib berinisiatif dan beritikad mengajak jemaah, hendaklah kembali ke jalan Allah dan rosul-Nya dengan mempertebal iman, yaitu banyak berdzikir serta menjaga dengan kokoh sikap takwa dalam arti yang sebenarnya.

Bertakwa yang artinya: menjalankan perintah Allah dan rosul-Nya seberat apa pun dan menjauhi larangan Allah dan rosul-Nya seringan apa pun.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

———————

Khutbah 2

َّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

َاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْر ٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
َاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ
مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً
وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً
يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا
وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

والسلام عليكم ورحمه الله وبر كا ته

———–
[ Dibaca minimal 15 kali, agar saat membaca teks di depan jemaah tidak kaku ]

Butuh naskah premium? WA 0895397876364

Tentang Ahmad Mushofi Hasan

Mushoffi Mangkoesorga adalah mantan wartawan era 90-an. Kini aktif sebagai choach dan motivator. Tinggal di Subang, Jawa Barat. Hobi "dengerin ceramah" dan i'tikaf di mesjid-mesjid. Kegiatannya juga Khutbah Jumat dan mengisi pengajian. Jika ada yg order (ingin dibuatkan) naskah khusus, hub WA 0895397876364

View All Posts
Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close