Opini

Kiai Maruf Amin: Tidak Bermazhab itu Tak Ada Patokan

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menjelaskan, mereka yang tidak bermazhab itu sama seperti orang yang tidak memiliki patokan. Bahkan, mereka bisa terjerumus pada paham yang menggampangkan atau tasahhuli. Sebaliknya, tanpa bermazhab orang bisa terperangkap ke dalam paham yang membuat susah atau tasyaddudi.

“Yang tidak bermazahab itu tak ada patokan,” kata Kiai Ma’ruf saat memberikan sambutan pembuka dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 yang diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Dakwah PBNU dengan Himpunan Daiyah Muslimat NU (Hidmat NU) di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (29/5).

Menurut Kiai Maruf, NU bukanlah organisasi yang bersifat menggampangkan (tasahhuli) dan juga tidak terlalu memberatkan (tasyaddudi). NU berpegang pada empat mazhab yang memiliki karakteristik moderat (tawassuthi).

“Yaitu di dalam fikih, empat mazhab. Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali,” kata Kiai Maruf.

Empat mazhab ini dipilih sebagai anutan NU bukan tanpa sebab. Para ulama empat mazhab ini memiliki buku dan patokan yang jelas tentang bagaimana memahami sebuah teks keagamaan. Pembatasan pada empat mazhab tidak sempit karena uraian yang ada di dalam empat mazhab tersebut cukup untuk menjawab persoalan yang ada.

“Karena empat imam mazhab itu memiliki buku dan patokan-patokan di dalam memahami agama,” katanya.

Lebih jauh, ia menerangkan, tidak semua ulama besar yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah bisa dijadikan sebagai imam mazhab. “Syekh Nawawi, Auzai, Ibnu Uyainah, Sufyan Ats-Tsauri tidak boleh diikuti (sebagai imam mazhab) meski mereka Aswaja. Karena mereka tidak ada patokan dan bukunya,” jelasnya.

Keempat imam mazhab itu dikenal sebagai ulama yang juga produktif dalam menulis. Imam Abu Hanifah mengarang kitab Fiqhul Akbar, Imam Malik bin Anas dengan kitab Al-Muwattha’, Imam Syafi’i dengan Ar-Risalah dan Al-Umm, dan Imam Ahmad bin Hanbal dengan Al-Musnad-nya.

(Muchlishon Rochmat/Alhafiz K/NU Online)

Sumber : PWNU Jabar Online

Tentang Dindin Nugraha

Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

View All Posts
Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close