BeritaKegiatan

Kunjungan Ilmiah dan Studi Lapangan Mahasiswa Program Doktoral (S3) UNINUS Kelas PERGUNU

Sebagai penutup diskusi, wakil Bupati Pringsewu, Fauzi meminta agar hasil diskusi ini dapat menjadi bahan kajian dan pertimbangan untuk Pringsewu

Laporan Kegiatan Oleh Heri Kuswara

Dalam mengimplementasikan mata kuliah Kebijakan Publik dan Kinerja Birokrasi dibidang Pendidikan, baru-baru ini mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Pascasarjana (S3) UNINUS Kelas PERGUNU Angkatan I (2017/2018) melaksanakan Kunjungan Ilmiah dan Studi Lapangan Ke DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu Lampung. Pemilihan Pringsewu sebagai lokasi kunjungan ilmiah dan studi lapangan ini didasarkan pada  keberhasilan Pringsewu dalam mengimplementasikan kebijakan yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter. Meskipun pringsewu termasuk salah satu kabupaten termuda diprovinsi lampung, namun pringsewu dikenal dengan kota pendidikan dilampung. Penerapan berbagai kebijakan seperti satu RW/Lingkungan  satu PAUD, Mengembangkan Sekolah Ramah Anak, kewajiban mengaji dipagi hari pada setiap satuan pendidikan, kewajiban untuk tamatan SD Juz 30 harus sudah hapal,  Tamat SMP Juz 29 harus sudah hapal, dan Untuk SMA meskipun kewenangannya ada di Provinsi, Pemkab Pringsewu senantiasa bekerjasama terutama dalam hal penguatan pendidikan karakternya.

Hadir mendampingi mahasiswa, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana Uninus yaitu Prof. Dr. Iim Wasliman, M.Pd,M.Si, yang sekaligus sebagai Dosen Mata Kuliah Kebijakan Publik dan Kinerja Birokrasi Bidang Pendidikan, dalam sambutannya Ia menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada DPRD dan Pemkab Lampung yang dengan tangan terbuka dan sangat ramah menerima, melayanai dan memberikan jamuan yang luar biasa, selanjutnya ia sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya  atas  keterbatasan, kekurangan  dan kekhilafan peserta kunjungan baik dalam sikap maupun tutur sapa yang mungkin kurang berkenan. Pada kesempatan itu, Iim menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan ilmiah dan studi lapangan ini yang merupakan implementasi dari mata kuliah  kebijakan publik bidang dan kinerja birokrasi yang ia asuh.

Dr.H.Fauzi,SE,M.Kom,Akt yang merupakan Wakil Bupati Pringsewu mengawali sambutannya dengan mempresentasikan sejarah kabupaten pringsewu, jumlah penduduk, jumlah kecematan, jumlah desa/pekon, jumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dan menengah, serta jumlah perbankan yang ada dipringsewu. Fauzi memaparkan, meskipun kabupaten pringsewu baru berumur sembilan tahun, dari sisi IPK (Indeks Pembangunan Manusia) yang tentunya diukur dari bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan, Pringsewu menunjukan prestasi yang baik yaitu berada diurutan ketiga setelah dua kota yang sudah lama berdiri yaitu bandar lampung sebagai ibukota provinsi lampung dan Kota Metro. Sebagai lulusan Doktoral (S3), Fauzi juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Pascasarjana (S3) Uninus Kelas Pergunu untuk menyelesaikan perkuliahan dan Desertasinya tepat waktu. Juga ia menghimbau agar dapat memberikan saran, masukan dan kritik yang sifatnya membangun untuk Pringsewu lebih baik lagi kedepan.

Pada forum diskusi yang dimoderatori oleh Agus Idris yang juga sebagai ketua kelas dan ketua rombongan, Hadir dalam kesempatan itu Perwakilan DPRD, SEKDA, Kadinas Pendidikan dan Kanwil Kemenag. Banyak hal yang menjadi bahasan diskusi seputar kebijakan publik dibidang pendidikan,  beberapa perwakilan mahasiswa menyampaikan pertanyaan maupun saran kepada pemkab dan DPRD Lampung. Rifky misalnya mempertanyakan tentang bentuk evaluasi yang dilakukan dalam bidang pendidikan, dilanjutkan oleh Nurkhan yang memberikan saran mengenai program penguatan pendidikan karakter, daruri memberikan apresiasi kepada pemkab lampung yang meskipun salah satu kabupaten termuda namun sudah berhasil dibidang pendidikan, Atik mempertanyatakan tentang apa yang melatarbelakangi kebijakan pendidikan itu lahir dan bagaimana tahapan dan prosesnya baik dieksekutif maupun dilegislatif. Ema memberikan masukan tentang pengelolaan sekolah berbasis agama terakhir heri kuswara memberikan pujian atas keberhasilan pendidikan di Pringsewu dan ucapan terima kasih atas motivasinya dari Wakil Bupati Pringsewu, selanjutnya ia mempertanyakan tentang bentuk kerjasama dan intervensi positif seperti apa yang dilakukan pemkab lampung terhadap Satuan pendidikan menengah tingkat atas (SMA sederajat), agar tetap peduli dan bertanggungjawab terhadap Karakter Mereka.

Perwakilan dari Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa Pringsewu mempunyai sumber daya manusia khususnya tenaga pendidikan cukup memadai, program K13 dari pusat selalu siap dilaksanakan. Tentang akhlak pendidikan memang belum ada perdanya, namun kami sangat bersyukur mempunyai pemimpin yang ideal yaitu Bupati  seorang Kyai ( KH. Sujadi Saddad)  pengasuh pondok pesantren besar, Wakil Bupati seorang akademisi (Dr. H. Fauzi, SE,M.Kom, Akt) yang mengelola lembaga pendidikan, sehingga untuk penguatan ahlak, himbauan bupati tentang  1 RW/Lingkungan  1 PAUD, tiap pagi siswa wajib membaca alquran, kewajiban mengahapal setiap Juz Alquran, Program Sekolah Unggulan, dll, berhasil menjadikan Pringsewu sebagai Kota  Pendidikan dengan Segudang Prestasi Regional dan Nasional.

Selanjutnya Perwakilan dari SEKDA  menjelaskan mengenai Produk kebijakan daerah yaitu Perda sudah ada sembilan (9) yang merupakan inisiatif dari eksekutif, prosedurnya disampaikan ke bagian hukum, dikaji lalu diserahkan ke Legislatif (dewan) untuk dibahas kembali. sementara Peraturan Bupati (Perbup) merupakan penjabaran dari Peraturan Daerah (Perda), selain itu ada juga kebijakan berupa Instruksi dan Surat Edaran Bupati. Ia menambahkan, Alokasi anggaran untuk pendidikan dipringsewu adalah terbesar setelah kesehatan atau melampaui instruksi pusat yang 20 persen, APBD Pringsewu sekitar 1.2 T. Selanjutnya Perwakilan Kanwil Kemenag, menjelaskan apapun prosesnya,  Goalsnya adalah Akhlakulkarimah, oleh karenanya Kanwil Kemenag Prigngsewu saat ini sedang menata dan memenej pesantren-pesantren agar dapat dioptimalkan perannya. Berbagai kebijakan seperti mewajibkan anak-anak mengaji,  kebijakan bekerjasama dan merangkul rumah-rumah Tahfidz dan Sertifikasi untuk Guru-guru  PAI yang dikelola Kemenag terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan Generasi Muda yang Berakhlakul Karimah.

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Sebagai penutup diskusi, Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi meminta agar hasil diskusi ini dapat menjadi bahan kajian dan pertimbangan untuk pringsewu lebih baik kedepan khususnya dibidang pendidikan dan tentunya silaturahmi ini harus terus berlanjut. Tak lupa pemberian cinderamata baik dari Mahasiswa Pascasarjana (S3) Uninus Kelas Pergunu maupun dari Pemkab Pringsewu diberikan secara bergantian oleh Wakil Bupati Pringsewu, Wakil Direktur I Bidang Akademik Pascasarjana Uninus, Ketua dan Sekretaris Kelas. Akhir kata semoga  kunjungan ilmiah dan studi lapangan ini bermanfaat untuk kedua belah pihak, mahasiswa menjadi faham tentang kebijakan publik bidang pendidikan, kemudian DPRD dan Pemkab Pringsewu juga mendapat masukan yang berarti untuk peningkatan kedepan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close