Nahdliyin Jampang Kulon Bersholawat dan Peringati Isra Mi’raj Bersama Habib Umar Assegaff

16
- WhatsApp Image 2019 04 12 at 6 - Nahdliyin Jampang Kulon Bersholawat dan Peringati Isra Mi’raj Bersama Habib Umar Assegaff

Sukabumi – Para pemuda- pemudi nahdliyyin harus menjadi generasi Milenial yang cerdas dan siap berjuang di berbagai medan. Hal itu dapat terwujud dengan terus tunduk patuh kepada para alim ulama NU.

Pernyataan itu diungkap oleh wakil ketua lembaga dakwah Nahdlatul Ulama LDNU Jawa Barat Habib Umar bin Husein Assegaf Majalaya pada Rabu (10/4) dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw di alun-alun Jampang Kulon Sukabumi.

” Belajarlah kepada para Kiai NU, catat dan sebarluaskan ilmunya melalui berbagai aplikasi dan teknologi mutakhir. Jangan lupa amalkan ilmunya.

Saat ini semua memiliki smartphone, gunakan itu dengan baik lawan hoax dan fitnah dengan berbagai hikmah ala NU dan Kiai.” Ucap Habib Umar Majalaya yang sejak usia belasan tahun sudah terjun ke Medan dakwah.

Habib Umar Majalaya melanjutkan, di era Milenial ini fitnah semakin beragam. Menurutnya jangan heran jika Ulama kita diperlakukan tidak baik, sebab sejarah telah membuktikan Allah SWT dihoax, Nabi Saw, keluarganya dan para sahabat pun dijadikan korban hoax dan fitnah.

” Ingat Sayidina Ali bin Abi Thalib Kw meraih kesyahidan karena dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurahman bin Muljam, penyebabnya Sayidina Ali di-hoax. Saat ini banyak ulama NU yang dijadikan bahan caci maki dan difitnah. Maka kita harus berjuang membelanya dengan memberikan data akurat dan argumentasi yang logis.” Tegas Habib yang pernah dibimbing oleh Almarhum Habib Hamid bin Alwi bin Hud Alatas Cililitan.

Pada kesempatan yang sama Habib Umar Majalaya menyatakan bahwa era fitnah harus dihadapi dengan keberanian dan kecerdasan serta akhlak. Ketiga formula penting itu ada dalam benak dan sosok para ulama , Kiai dan Habaib NU.

” Keberanian dalam berjuang harus ditanamkan, bangun jiwa militansi, tebarkan hikmah, bangun relasi berdasar ukhuwah Basyariah, Islamiyyah dan Wathoniyah. Para Masyayeikh pendiri NU telah mengamalkannya, ingat baca sejarah, ngaji dengan baik agar kebahagian dan keselamatan dunia akhirat menyertai kita.” Papar Habib yang juga pernah Pesantren di Ranca Bali Bandung dan Atsaqofah Bukit Duri Jakarta.

Acara tabligh Akbar Nahdliyin yang sangat semarak tersebut dihadiri oleh Rois Syuriah PCNU Kab. Sukabumi, KH Mudrikah, Perwakilan PCNU Sukabumi, Ketua MWC NU Jampang Kulon, Kiai Ajat Sudrajat, Pimpinan Banser Satkoryon Jampang Kulon, Ustadz Manshur, perwakilan Banser satkoryon pelabuhan ratu, Kang Sahidin, Ketua MUI Jampang Kulon, Kiai Jamaludin dan pejabat serta tokoh setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here