Tasawuf

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-23

Hikam orang sunda mengatakan: 'Lamun hayang mamayu, kudu daek gering.'

لا تترقب فروغ الأغيار فإن ذلك يقطعك عن وجود المراقبة له فيما هو مقيمك فيه.

“Jangan menunggu waktu luang. Karena hal itu akan menghilangkan perasaan diawasi oleh Tuhan di dalam situasi yang sedang dijalani. ”

Waktu itu modal hidup. Dan setiap yang hidup memiliki kuota waktu yang dibatasi dan ditentukan. “Mereka tidak bisa memajukan waktu dan mengakhirkannya sesaat pun. ” Kita mestilah pandai menggunakannya. Kurang pandai, waktu akan menggilasmu. Setiap detiknya akan dipintai pertanggungjawaban. Karena itu, tak perlu kita menunggu waktu luang atau keadaan santai untuk beribadah dan berbuat kebajikan. Sebab menunggu sesuatu yang belum pasti adalah kebodohan yang tak terkira. Malah, nilai ibadah saat kita sibuk jauh lebih unggul dan istimewa di banding saat tidak sibuk.

Hikam orang sunda mengatakan: ‘lamun hayang mamayu, kudu daek gering.’
Dan, yang lebih berbahaya dari itu, menunggu waktu luang bisa menyebabkan hilangnya kepercayaan kepada pengawasan Allah (muroqobah). Kita menyangka, saat kita sibuk Allah tidak mengawasi kita, dan Allab baru mengawasi saat kita santai.

(8.36/240118)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close