Tasawuf

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-26

Mengapa Allah harus selalu dihadirkan ? Karena dengan menghadirkan Allah, menjadi bukti dan tanda betapa kita amat sangat tergantung dan membutuhkan kepada bantuan dan pertolongan-Nya

من علامات النجح فى النهايات الرجوع إلى الله فى البدايات.

“Di antara ciri kesuksesan di akhir perjalanan, yaitu tetap kembali (dan bersandar) kepada Allah (seperti) di awal perjalanan. ”

من أشرق بدايته أشرقت نهايته.

“Siapa yang permulaannya bercahaya, maka penghujungnya juga bercahaya. ”

Awali segala tindakan dan perbuatan, kecuali yang buruk, dengan menyebut nama Allah (bismillah) dan akhirlah dengan tetap memuji Allah (alhamdulillah). Itulah orang sukses. Jadi, orang sukses itu adalah orang yang senantiasa melibatkan, menghadirkan, dan mengingat Allah dalam segenap aktivitasnya.

Mengapa Allah harus selalu dihadirkan ? Karena dengan menghadirkan Allah, menjadi bukti dan tanda betapa kita amat sangat tergantung dan membutuhkan kepada bantuan dan pertolongan-Nya. Dan bukan hanya pada pencapaian hasilnya saja kita mengharapkan pertolongan Allah tetapi setelah berhasil pun demikian. Mengapa ? Tentu saja kita harus takut dan khawatir, ketika keinginan dan hajat tercapai, masihkah kita mengingat Allah ? Masihkah kita menyebut Nama-Nya ? Masihkan kita merindukan-Nya ?

Seringkali kita bermunajat tengah malam sambil berdoa “Ya, Allah beri kemudahan dalam urusan rejeki agar hamba bisa lebih tenang beribadah”, tapi ketika tercapai, kita tak lagi bangun malam untuk mengadu kepada Allah. Itulah permulaannya melibatkan Allah, tapi diujungnya Allah kita tendang.

نعوذ بالله من ذلك

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close