Tasawuf

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-31

Oleh karena itu luruskan niat. Dengan Wiridan agar terlihat kelemahan diri, dengan puasa bisa merasakan kehinaan diri, dengan tafakur terungkap kebohongan nafsu, dengan sholawat tampak keburukan nafsu

تشوفك إلى بطن فيك من العيوب خير من تشوفك إلى ما حجب عنك من الغيوب

“Keinginanmu untuk mengetahui aib dalam diri adalah lebih baik daripada keinginanmu untuk mengetahui kegaiban yang terhalang darimu.”

Mengenal sesuatu di luar diri kita memang lebih kita sukai dibandingkan kita mengenali diri sendiri. Entah kenapa? Padahal mengenal diri akan menghantarkan kita pada mengenal Tuhan. Sebaliknya, dengan mengenal orang lain kita malah lupa diri, dan akhirnya lupa Tuhan.

Termasuk juga hal yang tidak lebih baik, wirid, zikir, doa dan riyadhoh yang dijalani dengan tujuan agar bisa menyingkap atau mengetahui hal gaib seperti mengetahui nasib seseorang, jodohnya, rejekinya, melihat alam jin, dll.

Ya, mungkin ada manfaatnya. Tapi justeru madhorotnya lebih besar. Bahaya besarnya adalah fitnah.
Oleh karena itu luruskan niat. Dengan Wiridan agar terlihat kelemahan diri, dengan puasa bisa merasakan kehinaan diri, dengan tafakur terungkap kebohongan nafsu, dengan sholawat tampak keburukan nafsu.

(#kediri 20.17/040218)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close