Tasawuf

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-32

"Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa; dan sungguh merugi orang yang mengotorinya."

الحق ليس بمحجوب.

Allah itu tak terhalang.

وإنما المحجوب أنت عن النظر إليه.

Kamulah yang terhalang untuk memandang-Nya.

إذ لو حجبه شيء لستره ما حجبه.

Karena, jika sesuatu menghalangi-Nya, pasti si penghalang akan menutupi-Nya

ولوكان معه ساتر لكان
لوجوده حاصر

Jika ada penutup bersama-Nya, pasti ada pembatas bagi wujud-Nya.

وكل حاصر لشيء فهو له قاهر.

Dan setiap yang membatasi sesuatu, maka ia menguasainya

وهو القاهر فوق عباده.

Padahal Allah-lah yang menguasai seluruh hamba-hamba-Nya.

Seperti seekor srigala yg menginginkan anggur. Tapi ia tak bisa meraihnya karena terlalu tinggi. Sambil pergi ia berkata ‘anggur masam.’ demikian pula dengan kita. Jangan pernah mengatakan ‘Tuhan jauh, tak terhingga, terhalang, tak mungkin mengenal-Nya.’ Allah begitu jelas dan tampak. Kabut dosa menutupi-Nya. Kebusukan nafsu menghalangi-Nya. Singkirkan hasrat duniawi dari diri kita. Hapuskan keinginan nafsu dari jiwa kita. Maka Cahaya Ilahi kan menembus relung-relung hati dan menyinari dinding-dinding jiwa.

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwa; dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
(Lirboyo, 07.17/050218)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close