Tasawuf

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-33

Kepatuhan, ketundukan dan kepasrahan yang tidak hanya terlihat dan tampak pada dhohirnya saja, tapi betul-betul keluar dari batiniah atau yang terdalam dari jiwa manusia.

أخرج من أوصاف بشريتك عن كل وصف مناقض لعبوديتك

Keluarlah dari sifat-sifat kemanusiaan, yaitu dari segala sifat yang bertentangan dengan kahambaanmu

لتكون لنداء الحق مجيبا ومن حضرته قريبا

Agar bisa merespon panggilan Tuhan dan lebih dekat dengan Hadirat-Nya.

Di antara sebab yang membuat kita sulit mengenal dan mengakrabi Tuhan, ya karena kita tidak mau keluar dari sifat lahiriah manusia. Sifat lahiriah itu seperti binatang. Kata karuhun Sunda, manusia sejati adalah yang punya rasa dan merasakan.

Kita ini merasa sebagai apa? Sebagai hamba di hadapan Tuan? Sebagai makhluk di depan Kholiq? Jika merasa hamba, apa yang harus dan semestinya ada pada hamba, ya kerjakanlah. Hamba itu patuh tak pernah membangkang. Hamba itu pasrah tak pernah mempertanyakan. Hamba itu tunduk tak pernah melawan.

Kepatuhan, ketundukan dan kepasrahan yang tidak hanya terlihat dan tampak pada dhohirnya saja, tapi betul-betul keluar dari batiniah atau yang terdalam dari jiwa manusia.

Jika bisa begitu, manusia akan ringan untuk menjalankan ketaatan, mudah berbuat kebaikan, enteng dalam mempraktekkan kewajiban.
(Lirboyo, 06.06/060218)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close