Opini

Polisi Buru Pengunggah Video Pawai Anak TK, Ini Kata Gus Yahya dan Yenny Wahid

Jakarta, NU Online
Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mempertanyakan sikap kepolisian yang justru memburu pengunggah video karnaval anak-anak TK Kartika V Probolinggo (di bawah naungan Kodim 0820 Probolinggo) yang memakai cadar dan menenteng replika senjata AK-47.

Menurut Gus Yahya, si pemberi informasi justru berjasa besar dalam memperingatkan masyarakat akan tanda-tanda bahaya kelompok-kelompok yang selama ini kerap melakukan kejahatan terorisme dan radikalisme.

“Aneh, polisi malah memburu pengunggah videonya, yang sebenarnya justru berjasa besar memperingatkan masyarakat tentang tanda-tanda bahaya,” ujar Gus Yahya dikutip NU Online, Selasa (21/8) lewat facebooknya.
Salah seorang Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menjelaskan, jika proses pemburuan ditujukan kepada pengunggah video lantaran Polri dan TNI merasa dipermalukan, menurut Gus Yahya, mereka justru semakin memalukan.

“Kalau itu dilakukan lantaran Polri atau TNI merasa dipermalukan, yang terjadi justru mereka semakin memalukan. Bahkan membahayakan negara,” tegasnya.

Mengaku mengusung tema “Perjuangan Rasulullah” dan menisbatkannya dengan pakaian hitam-hitam dan replika bedil, kata Gus Yahya, otomatis hal itu tak bisa dimaknai selain sebagai propaganda radikalisme.

Menurutnya, dalam konteks tampilan simbolik yang dikenal luas dalam masyarakat, pakaian hitam-hitam dan bedil otomatis itu cuma ada pada kelompok-kelompok radikal sejenis ISIS.

“Saya sangat curiga bahwa Kepala Sekolah TK yang bersangkutan memang berniat menciptakan artikulasi untuk memberi pembenaran atas kelompok-kelompok radikal itu sebagai cermin perjuangan Rasulullah SAW,” terang Gus Yahya.

Dia memaparkan, mustahil TNI dan Polri atau bagian mana pun dari kedua institusi itu tidak mampu memahami ini kecuali bermaksud melindungi orang-orang tertentu atau menyembunyikan kerusakan institusional yang menggerumuti dua lembaga itu akibat infiltrasi radikalisme.

Senada dengan Gus Yahya, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid tidak habis pikir mengapa Polisi justru fokus memburu pengunggah video karnaval. Penyelidikan seharusnya diarahkan kepada orang-orang yang mempunyai ide pawai anak-anak TK bercadar dan membawa replika senjata tersebut.

“Saya tidak paham kenapa polisi justru fokus menyelidiki pengunggah video pawai anak TK bercadar. Seharusnya yang diselidiki adalah orang yang “kebetulan” punya ide untuk memakaikan cadar dan replika senjata ke anak-anak dan berusaha mempengaruhi cara berpikir mereka sejak dini,” ucap Yenny Wahid lewat akun twitternya. (Fathoni)

Sumber : NU Online

Ikutilah Pengajian di Masjid PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung No. 9 Bandung
Pengajian Tasawuf Syarah Kitab Al-Hikam
Bersama Dr. KH. M. Luqman Hakim, MA (Jakarta Sufi Center) setiap bulan, Minggu kedua mulai pukul 10.00 WIB (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab Sirrul Asror
Bersama KH. Ahmad Dasuki setiap Rabu mulai pukul 12.15 (Live Facebook)
Pengajian Syarah Kitab al Waroqot
Bersama Ajengan Dr. Ramdan Danz Fawzi, SH.I, M.Ag setiap Kamis mulai pukul 12.15 (Live Facebook)

 

Dapatkan Buletin Jum’at Risalah NU terbaru yang terbit tiap Rabu, download edisi digital (PDF) di www.nahdlatululama.id/buletin Bagi yang ingin memesan dan berlangganan edisi cetak yang siap edar, silahkan menghubungi sdr. Aan di 085648333577 (Telp/WA) untuk keterangan lebih lanjut.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close