Puasa Mengurangi Risiko Diabetes Tipe-2

5
puasa mengurangi risiko diabetes tipe-2 - Holistic treatment and management of diabetes critical e1510566865944 960x400 crop 80 - Puasa Mengurangi Risiko Diabetes Tipe-2

Jakarta, NU Online

Dokter Masludi S mengungkapkan bagi orang yang sehat, puasa juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Ini karena saat puasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang.

“Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2,” rinci dokter yang tinggal di Indramayu, Jawa Barat ini.

Diabetes melitus tipe-2, yang dahulu disebut diabetes melitus tidak tergantung insulin (non-insulin-dependent diabetes melitus/NIDDM), merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif.

Penyakit diabetes melitus jenis ini merupakan kebalikan dari diabetes melitus tipe 1 ditandai dengan gejala klasik nya antara lain haus berlebihan, sering berkemih, dan lapar terus-menerus.

Selain itu, beberapa manfaat lain dari puasa untuk kesehatan, yaitu mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh, membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi, menurunkan berat badan.

“Dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa. Penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik,” imbuhnya.

Selain itu, bagi pria puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa. 

Agar puasa Ramadhan berdampak positif bagi kesehatan tubuh, Dokter Masludi mengimbau agar puasa dilakukan secara benar. Puasa yang benar artinya puasa yang sesuai dengan kaidah agama, juga kesehatan.

Dalam soal minum harus yang cukup, sekitar 8-10 gelas sehari. Para lansia (lanjut usia) seringkali tidak merasa haus walau baru minum sedikit. Namun demi kesehatan, gaya hidup hendaknya diusahakan untuk minum yang cukup meski tidak haus.

“Minum air di sini tidak selalu berarti air putih semata, tetapi minum teh, susu, jus buah, koktil buah, bahkan kuah sayur juga termasuk dalam jumlah air yang kita konsumsi,” tegasnya. (Kendi Setiawan) 

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here