Ulama, Habaib dan Penggerak Budaya Sepakat Tolak Aksi People Power Demi Selamatkan Bangsa dan NKRI

306
Ulama, Habaib dan Penggerak Budaya Sepakat Tolak Aksi People Power Demi Selamatkan Bangsa dan NKRI - WhatsApp Image 2019 05 18 at 2 - Ulama, Habaib dan Penggerak Budaya Sepakat Tolak Aksi People Power Demi Selamatkan Bangsa dan NKRI

Depok – Ramadhan penuh keberkahan tengah berlangsung di bumi Nusantara dan dunia. Rahmat Allah Swt meliputi seluruh makhluk- Nya.

Nahdliyin sebagaimana muslimin lainnya terus mengisi ramadhan dengan sebaik mungkin.
Berbagai agenda diselenggarakan agar Nahdliyin meraih keberkahan ramadhan secara kolektif atau berjamiyyah. Termasuk acara Pertemuan Kaum Muda NU yang dilakukan oleh Penggerak Budaya dan Forum Kiai, Mubaligh Nusantara FKMNu.

Ratusan Kiai, Habaib, Kaum Muda NU dari berbagai daerah dan Tokoh perwakilan Raja – raja Nusantara berdatangan memenuhi ruang serbaguna Pesantren Al Manar Azhari Depok Jawa Barat, Jumat ( 17/6).

Sahibul beit, KH Manarul Hidayat mendatangkan KH Maruf Amin untuk menyampaikan ceramah kebangsaan dan Wakil Ketua Lembaga Dakwah LDNU Jabar, Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya.

Kiai Maruf dalam ceramahnya menjelaskan bahwa Indonesia adalah Daarul Miitsaaq, negara yang dihasilkan atas kesepakatan. Untuk hidup secara damai maka semua elemen harus dilindungi.

” Indonesia negeri yang terbentuk atas perjuangan dan kesepakatan, kita semua harus berusaha menjaga dan mempertahankannya.” Kata Kiai yang merupakan keturunan Syeikh Nawawi.

Kiai melanjutkan bahwa Pilpres telah selesai, pesta demokrasi yang menghabiskan waktu, pikiran dan materi juga merupakan sebuah kesepakatan yang harus dijaga dan dirawat demi kelangsungan NKRI.

” Pesta demokrasi lahir dari kesepakatan, kalah menang sebuah kepastian yang harus dihadapi. Jika tidak terima maka disebut mukhalafatul mitsaaq atau Kontradiksi terhadap kesepakatan dan bisa menimbulkan disintegrasi. Maka jagalah persatuan dan kesatuan.” Tegas Kiai yang juga Mustasyar PBNU.

Sementara Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya dipercaya membacakan pernyataan dan deklarasi sikap Forum Kyai dan Mubaligh Nusantara serta Penggerak Budaya. Kemudian Habib juga diamanahkan oleh Kiai Manarul Hidayat membacakan doa penutup.

Pernyataan Sikap Forum Kyai dan Mubaligh Nusantara Serta Penggerak Budaya
Untuk Persatuan Dan Kesatuan NKRI

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Yang telah memerintahkan umat manusia agar mengedepankan musyawarah untuk mencapai kesepatan.

Sholawat serta salam ke haribaan baginda Rasulullah Muhammad SAW. Seorang Nabi terpilih yang penuh cinta kasih kepada sesama.
Alhamdulillah, bangsa Indonesia telah menjalankan Pemilu 2019 dengan damai.

Kita telah memilih Presiden-Wakil Presiden, DPD, DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Semoga bangsa Indonesia mendapat pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik, senantiasa bertaqwa kepada Allah dan amanah dalam menjalankan mandat kekuasaan.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang menjalankan tugas untuk menghitung hasil pilihan. KPU berusaha agar proses ini dapat berjalan dengan terbuka (transparan).

Semua pihak diberikan kesempatan untuk mengikuti. Apabila ada yang menemukan kekeliruan, maka dipersilakan untuk menyampaikan kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai lembaga yang berwenang. Dan bila tidak bisa menerima ketetapan dari KPU, juga diperkenankan untuk melakukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sesuai prosedur yang ada.

Kita berharap semua pihak bersabar dengan proses perhitungan suara yang masih berlangsung dan menempuh mekanisme pengaduan dan gugatan hukum bila menemukan kecurangan atau tidak puas dengan ketetapan hasil akhir. Namun, ternyata harapan tersebut saat ini terciderai oleh komentar dan sikap yang tidak memperhatikan mekanisme pengaduan dan gugatan. Ada salah satu pasangan Capres-Cawapres yang sudah terlebih dahulu menetapkan diri sebagai pemenang dan nantinya tidak menerima keputusan apapun apabila berbunyi sebaliknya. Lebih dari itu, mereka telah melakukan provokasi dan agitasi kepada masyarakat untuk mengabaikan hukum yang berlaku. Mereka mengajak masyarakat untuk melawan ketetapan KPU bila tidak sesuai dengan kemauan mereka. Bahkan, perlawanan tersebut dianggap sebagai bagian dari jihad agama yang siap sampai titik darah terakhir.

Keadaan demikian membuat Persatuan dan Kesatuan NKRI terancam. Masyarakat juga akan semakin terpecah belah. Oleh karena itu, kami para Ulama dan Habaib yang tergabung dalam Forum Kyai Muda Nusantara menyatakan sikap sebagai berikut:

Mengajak semua pihak mengedepankan kepentingan Persatuan dan Kesatuan negara dan bangsa Indonesia. Tidak boleh ada tindakan yang merugikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mengajak semua pihak bersabar dan dapat menahan diri dari membuat seruan dan ajakan penggalangan massa dengan mengabaikan peraturan (regulasi) yang berlaku.
Mengajak semua pihak memegang teguh peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Pemilu.

Semua pihak agar menerima Keputusan KPU. Dan dipersilakan menggunakan jalur hukum apabila tidak menerima Keputusan KPU. Bukan dengan jalur pengerahan massa yang memaksakan kehendak.

Mengajak masyarakat tetap tenang, mengedepankan perdamaian, dan tidak terpancing oleh isu apapun yang dapat memecah belah serta mengadu domba antar warga negara.

Mengajak semua pihak berdoa terus menerus. Semoga negeri kita Indonesia tercinta senantiasa aman dan mendapat rahmat dan ridlo dari Allah SWT. Mudah-mudahan negara kita Indonesia menjadi baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Amin.

Mendukung tindakan TNI-Polri untuk melaksanakan tugasnya secara Profesional terhadap orang yang hendak memecah – belah dan mengancam keutuhan NKRI

Demikian pernyataan ini kami sampaikan.

Disampaikan dihadapan para Habaib dan Alim Ulama yang hadir, Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

والله الموفق إلى أقوم الطريق

Depok, 17 Mei 2019

KH. Abdul Mujib ( Ketua FKMNu) dan

Dr. Zastrouw Ngatawi ( Ketua Penggerak Budaya )

Penasihat

Dr. KH. Manarul Hidayah. MA

Habib Umar bin Husein Assegaff Majalaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here