Home Blog

Selangkah lagi, Felix…

Ayik Heriansyah – Harapan masyarakat agar Felix Siauw bertaubat dari memperjuangkan khilafah mudah-mudahan terwujud dalam waktu dekat. Tanda-tanda Felix kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) makin kelihatan. Soal ke-syar’i-an NKRI sudah banyak dibahas. Felix tinggal membacanya. Lebih afdhal jika minta syarah kepada ulama-ulama NU.

Langkah Felix mendekati komunitas NU adalah upaya awal yang bagus. Berdasarkan pengalaman saya, ada atmosfer ruhaniyah yang berbeda ketika kita berada di tengah-tengah ustadz HTI dengan ulama NU. Aura yang terpancar dari ulama NU dengan ustadz HTI terasa perbedaan. Jika bertemu dengan ustadz-ustadz HTI kita disuguhi oleh komentar-komentar dan analisa politik nasional dan global. Dibumbui dengan tsaqafah Islamiyah khas fikrah dan ahkam mutabannat HTI.

Nuansa yang lain saat kita berjumpa ulama NU. Kita disambut dengan ramah tamah, senyum lepas dan guyonan sambil diajak ngopi, makan dan ditawari rokok lalu ditanya kabar kita. Kita tidak akan langsung diajak “bahtsul masail” apalagi ngobrol soal politik global yang njlimet. Ulama NU menerima siapapun tanpa ada rasa curiga. Kita akan menyaksikan langsung dengan mata kepada dan mata hati (bashirah) keindahan akhlak seorang muslim.

Felix beruntung bisa bertemu wajah dan mencium tangan Habib Umar bin Hafidz dalam safari dakwah Habib Umar pada malam hari ini, Jumat (20/9). Acara itu berupa tabligh akbar yang bertajuk “Silaturahmi Para Muallaf dan Pembina Rohani”, bertempat di Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara. Habib Umar bin Hafidz seorang ulama internasional, dzurriyah Nabi Muhammad saw, waliyullah yang sangat dimuliakan oleh warga NU.

Kesempatan seperti ini hampir mustahil Felix dapatkan di HTI. Di HTI jangankan bertemu Amir Hizbut Tahrir dan mencium tangannya, menyimpan fotonya saja tidak boleh. Padahal Amir Hizbut Tahrir seorang insinyur, hanya menguasai kitab-kitab Hizbut Tahrir, bukan dzurriyah Nabi Muhammad saw dan tidak dikenal sebagai waliyullah.

The Santri, NU dan Nahdlatul Film (NF)

The Santri, NU dan Nahdlatul Film (NF)

Santri itu multi talenta. Selain fokus bertafaqquh fiddin (belajar ilmu-ilmu agama), santri juga tidak jarang yang memperdalam seni dan budaya sebagai bagian dari komitmen menyebarkan Islam melalui instrumen seni dan budaya.

Sejak dahulu kala, kalangan santri sudah tidak asing dengan berbagai instrumen musik, seni suara, maupun film sebagal kanal dakwah Islam rahmatan lil alamin. Sebut saja Para Sineas andal di kalangan santri seperti Asrul Sani, Usmar Ismail, dan Djamaluddin Malik.

H Usmar Ismail, sang sutradara sekaligus produser. Dia adalah mahaguru perfilman Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU). H Usmar Ismail dijuluki Bapak Perfilman Indonesia, sedangkan H Djamaludin Malik dikenal sebagai Tokoh Film Nasional. Usmar Ismail, Asrul Sani, dan Djamaluddin Malik merupakan tiga serangkai seniman yang kebetulan semuanya berasal dari Sumatera Barat dan menonjol di zamannya. Usmar dan Asrul aktif dan di Lesbumi NU, sedangkan Djamaluddin aktif sebagai salah satu Ketua PBNU sejak NU menjadi partai politik kala itu.

Kiai Said: NU Bisa Jadi Kiblat Peradaban Dunia Islam

Kiai Said: NU Bisa Jadi Kiblat Peradaban Dunia Islam

Jakarta, NU Online – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj meminta Nahdliyin agar selalu menunjukkan kepada dunia bahwa organisasi ini pantas menjadi penjaga Islam moderat. Kalau hal itu bisa dijaga, maka NU berpotensi besar menjadi kiblat peradaban dunia Islam. 

“Pleno ini akan menjadi titik tolak menghadapi muktamar yang akan datang. Tunjukkan (bahwa) NU semakin bermartabat, semakin berbudaya, semakin eksistensi, diakui dunia menjadi kiblat di mana pun berada,” kata Kiai Said di tengah-tengah Rapat Pleno PBNU yang diselenggarakan di Pesantren Al-Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (21/9) malam.

Apalagi, kata Kiai Said, ulama di Indonesia mampu bersatu di dalam berbagai perbedaan. Sebaliknya, sekalipun secara individu banyak yang pintar, tapi ulama-ulama di Timur Tengah susah untuk disatukan.

“Kita mampu menjaga identitas kita Islam ahlussunnah wal jamaah karena kita memang menjadi benteng terakhir moderasi, toleransi Islam di dunia ini,” ucap pria yang juga Pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.

Pengurus PCNU Depok dan Banom Hadiri Rapat Kerja Pleno PBNU 2019 di Purwakarta

Pengurus PCNU Depok dan Banom Hadiri Rapat Kerja Pleno PBNU 2019 di Purwakarta

Purwakarta (21/9/19)-sejak Jum’at siang para rombongan warga dan pengurus PCNU kota Depok sampai dilokasi Pondok Pesantren Al Muhajirin 2

Kehadiran mereka tidak lain sebagai bentuk rasa ta’dzim kepada pimpinan wilayah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, yang melayangkan undangan kepada seluruh pengurus Cabang, Banom dan warga Nahdliyyin se Jawa Barat, untuk menghadiri pembukaan rapat sidang pleno pra Muktamar yang akan diselenggarakan tahun 2020 yang akan datang.

Dalam pembukaan sidang pleno tersebut turut hadir pula selain Pengurus PCNU Kota Depok yang dipimpin oleh Sekretaris, juga di ikut dalam rombongan, JQH, IPNU, ANSOR, JATAMAN, MUSLIMAT, FATAYAT dan PAGAR NUSA Kota Depok.

Warga Karawang Ini Wakafkan Tanah Demi Majukan Pendidikan NU

Warga Karawang Ini Wakafkan Tanah Demi Majukan Pendidikan NU

Purwakarta, NU Online – Keinginan kuat untuk memajukan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah melalui pendidikan mendorong warga Karawang, H Andi mewakafkan tanahnya melaluai NU. Tanah seluas 7250 meter di Kota Karawang, itu diwakafkan kepada NU pada tiga tahun lalu, secara simbolis disampaikan kembali pada pembukaan Rapat Pleno PBNU, Jumat (20/9) di Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta, Jawa Barat.

Kepada NU Online, H Andi menceritakan asal muasal dirinya mewakafkan tanahnya. Beberapa tahun sebelumnya, ia dan beberapa warga NU mengadakan kunjungan ke Pesantren Cipasung, Tasikmalaya.

Di perjalanan, ia dan sahabatnya membicarakan kemegahan dan kemajuan Pesantren Cipasung dan kondisi pendidikan anak-anak NU di Karawang yang menurut mereka masih harus terus ditingkatkan.

“Saya prihatin belum ada sekolah NU di lingkungan saya. Lalu saya bertekad mewakafkan tanah supaya bisa didirikan sekolah NU demi pendidikan anak-anak NU,” kata pria yang pengusaha jual beli kendaraan ini.

Uninus Bandung Bakal Dikembangkan Jadi Universitas NU Terbaik

Purwakarta, NU Online – Komitmen membangun Jawa Barat sebagai bumi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dilakukan Gubernur Ridwan Kamil melalui sejumlah program. Penguatan basis keilmuan Aswaja di antaranya akan diwujudkan melalui perguruan tinggi.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat bakal bekerja sama untuk mengembangkan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

“Bersama PWNU Jawa Barat, kami mengambil manajemen Uninus Bandung dan akan kami jadikan Uninus ini sebagai wajah Universitas NU terbaik di Indonesia,” ujar Ridwan Kamil, Jumat (20/9) saat memberikan sambutan pada Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta.

“Saya yakin di kepemimpinan bapak KH Ma’ruf Amin, Indonesia akan maju terlebih NU-nya sedang kompak-kompaknya. Karena saking kompaknya, saya punya pantun, buah duku buah jambu, bersama NU Indonesia maju,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil ini di awal sambutannya.

Rais ‘Aam PBNU Sebut Darurat Radikalisme Jadi Tantangan Beragama

Rais 'Aam PBNU Sebut Darurat Radikalisme Jadi Tantangan Beragama

Purwakarta, NU Online – Pelaksana Tugas Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa situasi beragama hari ini sudah dapat dianggap telah memasuki tahap kritis dan darurat. Ia mengajak segenap pengurus NU untuk melakukan pendekatan khusus terhadap kelompok radikal.

“Kita sudah masuk darurat terorisme, intoleransi, radikalisme, ekstremisme. Kita perlu membina mereka karena dakwah NU memang bersifat pembinaan,” kata Kiai Miftach dalam khutbah iftitah Rapat Pleno PBNU di Pesantren Al-Muhajirin II, Cisereuh, Kabupaten Purwakarta, Jumat (20/9) siang.

Kiai Miftach juga mengajak pengurus NU untuk menyegarkan kembali semangat keorganisasian menjelang satu abad NU. Ia sempat menyinggung pengikisan pemahaman atas Nahdlatul Ulama.

“Erosi pemahaman atas nahdlatul ulama perlu diperhatikan untuk mengembalikan pemahaman tersebut menjelang satu abad NU. Sebagaimana setiap abad ada keguncangan-keguncangan karena ada pembaruan,” kata Kiai Miftachul Akhyar.

Menurutnya, NU perlu mempersiapkan dan menguatkan diri untuk mengatasi darurat tersebut. Tanpa ada persiapan yang matang, maka tidak mustahil pengikisan atas pemahaman NU dapat terjadi.

“Kita harus mempersiapkan darurat tersebut. Kita perlu mengonsep kembali dan mendesain ulang potensi NU yang luar biasa. Saya yakin NU akan langgeng hingga hari akhir,” kata Kiai Miftach.

445 Siswa SMK Ma’arif 2 Sumedang Ikuti Kaderisasi IPNU dan IPPNU

445 Siswa SMK Ma'arif 2 Sumedang Ikuti Kaderisasi IPNU dan IPPNU

MAJU KADERISASI SUMEDANG !

Itulah istilah yang tepat untuk PC IPNU IPPNU sumedang saat ini. Setiap Minggunya selalu ada kegiatan pengkaderan di berbagai kecamatan, dan kali ini merambah ke sekolah yang berada di bawah LP Ma’arif NU Sumedang.

(20/09) Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Sumedang menggelar makesta di SMK Ma’arif 2 Sumedang. Kegiatan ini Diikuti sebanyak 445 peserta yang merupakan siswa dari sekolah tersebut. Ini merupakan jumlah peserta makesta terbanyak dalam sejarah makesta IPNU IPPNU di kabupaten Sumedang.

Dalam kesempatan kali ini hadir pula ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Sumedang, Kang Cucu Suhayat. Beliau mengatakan harus rutinya kegiatan pengkaderan.

“Kegiatan makesta ini harus rutin dilakukan setiap tahun, jangan hanya kali ini saja. Harus menjadi agenda Wajib bagi SMK Ma’arif 2 Sumedang. Karena sekolah ini termasuk sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif Sumedang”.

Wisudawan Bina Insan Mulia Cirebon Raih Beasiswa Eropa dan Dalam Negeri

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON – Alumni SMK Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon terbukti berhasi menembus berbagai Perguruan Tinggi di Timur Tengah dan Eropa melalui jalur beasiswa. Ke depan Cina menjadi targetnya.

19 alumni SMK Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon telah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur beasiswa di Turki. Antara lain di Istanbul University, Ankara University, Bandirma University, dan Sakarya University. Satu orang lagi diterima di Shoufu University Taiwan.

Hal itu disampaikan oleh KH. Imam Jazuli, Lc., MA., pada Sabtu 3 Agustus 2019 dalam Wisuda Angkatan Kelima SMK Bina Insan Mulia bertempat di convention hall hotel Luxton Cirebon. Acara dihadiri tak kurang dari 1500 hadirin dari wali santri, tamu undangan, santri, dan para guru.

Dakwah NU Kandanghaur Terasa Hingga Dasar Samudra

Dakwah NU Kandanghaur Terasa Hingga Dasar Samudra

Dakwah amaliyah ahli sunah waljamaah annahdiyah ala Nahdlatul Ulama (NU) sudah sangat terasa berguna bagi para para nelayan yang ada di tanah air Indonesia, seperti dakwah yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Ansor, Banser Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu dalam membina kebhinekaan adat budaya bagi nelayan di daerah pesisir pantura,  pasalnya setiap kali acara syukuran atau sedekah laut yang biasa disebut sebagai upacara Nadran nelayan,  para pengurus MWC NU,  GP. Ansor serta Banser senantiasa hadir untuk memberikan dukungan penuh dalam kegiatan tersebut.

Ketua MWC NU Kandanghaur melalui sekretaris, Waryani pada saat pasca Nadran nelayan Desa Ilir pada, Sabtu (21/9) menjelaskan bahwa dakwah NU harus dirasakan orang banyak, dan pada acara larung nadran nelayan Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur,  NU selalu hadir menyertainya, dengan harapan dakwah kita dapat dirasakan dan diketahui  oleh para nelayan diseluruh Indonesia.

“NU adalah ormas yang menjaga penuh tradisi nelayan, dan acara sedekah laut atau yang biasa disebut nadran adalah prosesi yang senantiasa kita jaga, serta kita juga selalu menyertakan bendera NU diatas perahu larung nadran yang akan dibuang ke tengah samudra, sebagai simbol agar makhluk didasar samudra sana suatu saat  dapat bersaksi bahwa dakwah NU terasa hingga dasar samudra, “jelasnya.