[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

110

[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

Terkait isu
pemasangan pohon natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pihak Keraton
Yogyakarta beri klarifikasinya. Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Putri Keempat Sultan
Hamengku Buwono X, menyatakan dalam akun Twitternya (@GKRHayu) pohon-pohon yang
diisukan sebagai pohon natal merupakan pohon untuk peringatan Isra Mikraj. “Salah
satu fungsi online presence @kratonjogja adalah mencegah kekosongan
informasi diisi oleh misinformasi, apalagi disinformasi. Itu pohon-pohon tiap
tahun dibuat dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj yes,” cuitnya.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori:
Klarifikasi

=====

Penjelasan:

Muncul isu yang
menyebutkan bahwa di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta dipasang sejumlah pohon
natal. Isu itu muncul lantaran sebaran foto deretan pohon yang diklaim berada
di dalam Masjid Gedhe.

Atas merebaknya
isu tersebut, pihak Keraton Yogyakarta pun angkat bicara. Gusti Kanjeng Ratu
Hayu, Putri Keempat Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan dalam akun Twitternya
(@GKRHayu) pohon-pohon yang diisukan sebagai pohon natal merupakan pohon untuk
peringatan Isra Mikraj.

“Salah satu fungsi
online presence @kratonjogja adalah mencegah kekosongan informasi diisi
oleh misinformasi, apalagi disinformasi. Itu pohon-pohon tiap tahun dibuat
dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj yes,” cuitnya.

Selain mencuitkan
perihal klarifikasi foto pohon tersebut, GKR Hayu pun menyematkan tautan ke
laman kratonjogja.id. Dalam laman tersebut terdapat penjelasan mengenai pohon-pohon
yang diklaim sebagai pohon natal. Nyatanya, pohon-pohon tersebut ialah pohon
bunga yang merupakan satu kesatuan rangkaian Peksi Burak. Berikut kutipan
penjelasannya:

[…] Memperingati
Isra’ Mi’raj dengan Yasa Peksi Burak

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj yang
jatuh pada tanggal 27 Rejeb tahun Jawa, Keraton Yogyakarta
mengadakan Hajad Dalem Yasa Peksi BurakYasa berarti
membuat atau mengadakan. Peksi adalah burung. Burak adalah
Buraq, makhluk yang diyakini menjadi kendaraan nabi saat melakukan Isra’
Mi’raj
Hajad Dalem ini diawali dengan membuat Peksi
Burak
, pohon buah dan empat pohon bunga.

Peksi Burak dibuat
menggunakan buah dan kulit jeruk bali. Kulit tersebut dibentuk dan diukir
menyerupai badan, leher, kepala, dan sayap burung. Burung jantan diberi jengger (pial)
untuk membedakannya dari burung betina. Masing-masing Peksi Burak akan
diletakkan di atas sebuah susuh, atau sarang, yang dirangkai dari
daun kemuning sebagai tempat bertengger. Peksi Burak dan susuh ini
diletakkan di bagian paling atas dari pohon buah, dengan disangga oleh
ruas-ruas bambu.

Pohon buah
dibuat dari tujuh macam buah lokal yang dirangkai pada sebuah anyaman bambu,
sehingga menyerupai bentuk sebuah pohon. Bilangan tujuh dalam bahasa Jawa
disebut pituPitu di sini dimaksudkan agar
memperoleh pitulungan atau pertolongan, keselamatan, dan
kesejahteraan. Secara berurutan tujuh macam buah yang dirangkai pada pohon
tersebut terdiri dari salak, sawo, apel malang, jeruk bali, rambutan, manggis,
dan di bagian paling bawah terdapat pisang raja. Pisang raja melambangkan bahwa
Raja Kasultanan Ngayogyakarta adalah pengayom bagi rakyatnya. Sebagai sentuhan
terakhir, pohon buah ini akan dililit dengan untaian bunga melati yang
melambangkan kesucian.

Empat pohon
bunga dibuat dari rangkaian dedaunan dan berbagai macam bunga yang dirangkai
pada kerangka bambu. Pohon bunga ini menggambarkan taman surga. Keseluruhan
hiasan Peksi Burak menggambarkan sepasang burung jantan dan
betina yang sedang bertengger pada pohon buah-buahan di taman surga.

Yasa Peksi
Burak
 dilaksanakan
sejak pagi hari dan dilaksanakan oleh para kerabat dan Abdi Dalem puteri.
Permaisuri ataupun putri sulung sultan akan memimpin jalannya Yasa
Peksi Burak
. Pekerjaan membuat Peksi Burak , miniatur
pohon buah-buahan, merangkai bunga melati, dan kantil hanya boleh dilakukan
oleh para kerabat dekat sultan (isteri pangeran, Wayah Dalem/cucu,
dan Sentana Dalem/kerabat). Sedangkan pembuatan pohon bunga atau
taman bunga dilakukan oleh para Abdi Dalem Keparak (Abdi
Dalem
 wanita). Proses ini diselenggarakan hingga menjelang waktu
shalat Dhuhur di Bangsal Sekar Kedhaton, yang
berada di wilayah keputren.

Selepas
shalat AsarPeksi Burak yang telah selesai
dirangkai akan diarak menuju Masjid Gedhe. Sebelum prosesi
arak-arakan, Abdi Dalem Punokawan Kaji akan memimpin doa
bersama yang diikuti oleh semua hadirin yang ada di Bangsal Sekar
Kedhaton
. Setelah selesai doa bersama Abdi Dalem Punakawan Kaji dibantu
oleh Abdi Dalem Suranata dan Kanca Abrit akan
membawa Peksi Burak menuju Masjid Gedhe.

Peksi Burak akan dibawa melewati halaman
tengah atau pelataran keraton, keluar melalui Regol Kamandungan Lor,
melewati Jalan Rotowijayan, kemudian menuju Masjid Gedhe yang berada di sisi
barat Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Sesampainya di Masjid Gedhe, Abdi
Dalem Suranata
 yang bertugas akan menyerahkan Peksi Burak kepada Abdi
Dalem Pengulon
 Masjid Gedhe

Penyerahan
dilanjutkan dengan doa permohonan keselamatan dan kesehatan bagi Sultan dan
keluarganya, kelestarian Keraton Yogyakarta, serta kesejahteraan rakyat
dan kawula pada umumnya. Setelah Peksi Burak diterima
dan selesai didoakan maka semua Abdi Dalem yang membawa
arak-arakan Peksi Burak akan undur diri untuk kembali ke
Keraton Yogyakarta.

Peringatan Isra’
Mi’raj
 dilaksanakan pada malam hari selesai shalat Isya.
Acara ini dihadiri oleh para Abdi Dalem Punakawan KajiAbdi
Dalem Suranata
, serta dari beberapa lembaga keraton. Masyarakat pun turut
hadir dalam acara ini, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun
anak-anak. Para hadirin yang datang, akan duduk melingkari Peksi Burak beserta
segala perlengkapannya. Kaum wanita duduk di belakang kaum laki-laki. Sedangkan
para Abdi Dalem Punakawan Kaji dan kawan-kawannya duduk di
belakang Kiai PenguluKiai Pengulu menempatkan
diri di belakang meja kecil dengan membawa kitab yang mengisahkan
peristiwa Isra’ Mi’raj. Kitab yang dibacakan oleh Kiai
Pengulu
 ini menceritakan latar belakang terjadinya Isra’
Mi’raj
, dialog pendek antara nabi dengan Malaikat Jibril yang terjadi
selama perjalanan Isra’ Mi’raj, dan juga hikmah-hikmah pada
perjalanan Isra’ Mi’raj.

Selama
pembacaan riwayat Isra’ Mi’raj para tamu diharapkan untuk
mendengarkan dengan khidmat. Setelah rangkaian acara selesai, Abdi
Dalem Pengulon
 akan membagikan buah-buahan yang ada dirangkaian Peksi
Burak
 kepada seluruh warga masyarakat yang hadir. Dengan berakhirnya
upacara peringatan Isra’ Mi’raj maupun pembagian buah-buahan,
maka berakhirlah pula rangkaian Hajad Dalem Yasa Peksi Burak di
Keraton Yogyakarta.

Peringatan Isra’
Mi’raj
 yang dilakukan ini merupakan sarana dakwah yang dilakukan oleh
keraton. Melalui Yasa Peksi Burak, masyarakat diharapkan dapat
mengambil hikmah dari perjalanan Isra’ Mi’raj dan perintah
shalat lima waktu kepada umat muslim yang diterima oleh Nabi Muhammad kepada
umat muslim. […]

Demikianlah
klarifikasi terkait isu pohon natal di Masjid Gedhe Kauman yang sempat
tersebar.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1073063309692870/

https://www.kratonjogja.id/hari-besar-islam/9/memperingati-isra-mi-raj-dengan-yasa-peksi-burak

http://ayoyogya.com/read/2019/12/29/38191/masjid-kauman-disebut-pasang-pohon-natal-ini-kata-keraton

https://jogja.suara.com/amp/read/2019/12/29/173246/masjid-gedhe-kauman-disebut-pasang-pohon-natal-begini-penjelasan-keraton

https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2019/12/29/510/1028115/benarkah-ada-pohon-natal-di-masjid-gedhe-kauman-ini-penjelasan-kraton?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
[BERITA] Klarifikasi Pihak Keraton Yogyakarta Terkait Isu Pemasangan Pohon Natal di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here