[BERITA] Pemerintah Indonesia Bantah Sebagai Penyebab Tunggal Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Malaysia

10

[BERITA] Pemerintah Indonesia Bantah Sebagai Penyebab Tunggal Asap Kebakaran Hutan dan Lahan di Malaysia

Atas pemberitaan media
Malaysia yang menyebutkan Indonesia sebagai penyebab tunggal asap kebakaran hutan
dan lahan (karhutla) di negara tersebut, pihak Pemerintah Indonesia memberikan beri
tanggapan. Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita
Karnawati membantah asap yang menyelimuti wilayah Sarawak, Malaysia, berasal
dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Asap yang muncul di wilayah
tersebut diduga berasal dari local hotspot. “Asap di Sumatra tidak
terdeteksi lintasi Selat Malaka karena terhalang angin kencang dan dominan di
Selat Malaka,” ujarnya.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori:
Klarifikasi

=====

Isi Klarifikasi
Lengkap:

Pemberitaan media di
Malaysia menyebutkan bahwa asap tebal yang tengah mengepung negara mereka
berasal dari Indonesia. Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Indonesia
memberikan bantahannya. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
membantah asap yang menyelimuti wilayah Sarawak, Malaysia, berasal dari kebakaran
hutan dan lahan di Indonesia. Asap yang muncul di wilayah tersebut diduga
berasal dari local hotspot.

Kepala BMKG
Dwikorita Karnawati mengatakan, dari pengamatan Citra Satelit Himawari pada 4-5
September 2019, teridentifikasi adanya peningkatan jumlah titik panas secara
mencolok di beberapa wilayah ASEAN, terutama di Semenanjung Malaysia dan
sebagian Vietnam.

Berbanding
terbalik di wilayah Riau, daerah dekat Malaysia. Pada tanggal tersebut, seluruh
wilayah Riau bersih karena curah hujan 23 mm dalam sehari. Arah angin pun pada
saat itu dari Tenggara mengarah ke Barat Laut dengan kecepatan 5-10 knots.

“Asap di Sumatra
tidak terdeteksi lintasi Selat Malaka karena terhalang angin kencang dan
dominan di Selat Malaka,” ujar Dwikorita.

Lonjakan jumlah
hotspot terlihat hampir merata di wilayah Semenanjung Malaysia pada 7 September
2019 sebanyak 1423 titik, dari sebelumnya 1038 titik pada 6 September 2019.
Sementara itu, di Riau dan perbatasan Sumatra bagian timur, terjadi penurunan
jumlah hotspot, yakni dari 869 titik pada 6 September 2019 menjadi 544 titik
pada 7 September 2019.

“Pada 5 September
Indonesia diduga kirimkan asap dari Sumatra ke Malaysia. Dari satelit Himawari
terlihat di Riau mulai muncul hotspot sedikit, tapi di Semenanjung Malaysia
hotspot rapat di pantai, meluas hotspot-nya,” papar Dwikorita.

Terkait kemungkinan
asap kiriman dari Kalimantan Barat, dia menjelaskan, berdasarkan analisis dari
Citra Satelit Himawari dan Geohotspot BMKG, terdeteksi terjadi lonjakan titik
panas di Serawak dan Kalimantan Barat pada 4 September 2019.

Terpantau
penurunan titik panas pada 8 September 2019 di Serawak namun meningkat kembali
pada 9 September 2019. Pada waktu yang sama, di Kalimantan Barat, titik panas
terlihat turun.

“Bukan berarti
yang di Serawak kiriman dari Kalbar. Karena di Serawak hotspot-nya juga banyak,”
tegasnya.

Senada dengan
Dwikorita, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya juga membantah dengan
keras kabut asap yang mengganggu Malaysia disebabkan karena kebakaran hutan di
Indonesia. Siti menegaskan bahwa asap yang dikeluhkan Malaysia dalam beberapa
hari terakhir ini mayoritasnya berasal dari sejumlah wilayah di negeri Jiran
itu sendiri.

Ia mengatakan bakal
mengirimkan surat protes kepada Duta Besar Malaysia terkait masalah karhutla. Siti
meminta agar Malaysia menyajikan data yang tepat soal kabut asap yang
menyelimuti wilayahnya.

“Saya akan menulis
surat kepada Dubes (Malaysia) untuk diteruskan kepada Menterinya. Jadi saya
kira supaya yang betul datanya,” kata Siti.

Siti memastikan,
dari rapat dengan BMKG, saat ini tak ada asap lintas batas (transboundary
haze) dari Indonesia ke negara lain, termasuk Malaysia. Ia mengakui
kabut asap sempat melintasi batas Indonesia pada 8 September, namun hanya
terjadi satu jam dan telah hilang kembali.

Siti tak terima
Malaysia hanya menyebut asap karhutla yang menutupi Kuala Lumpur hanya berasal
dari wilayah Indonesia. Menurutnya, asap karhutla itu juga berasal dari wilayah
Malaysia sendiri, seperti Serawak dan Semenanjung Malaya.

“Ada informasi
yang dia (Malaysia) tidak buka. Karena sebetulnya asap yang masuk ke Malaysia,
ke Kuala Lumpur, itu dari Serawak kemudian dari Semenanjung Malaya, dan juga
mungkin sebagian dari Kalbar. Oleh karena itu seharusnya obyektif
menjelaskannya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Siti
menyatakan pihaknya sudah bekerja sistematis dalam menangani masalah karhutla
dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Ia
juga menegaskan tidak ada asap karhutla di Riau masuk ke Singapura.

“Tidak benar ada
asap dari Riau masuk ke Singapura. Kenapa? Karena pada beberapa hari itu, angin
kencang bergerak di Semenanjung. Jadi tidak mungkin dari Riau menyeberang ke
sebelah kanan,” ujarnya.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/974574052875130/

https://news.detik.com/berita/d-4700795/bantah-media-malaysia-bmkg-tak-ada-asap-karhutla-lintasi-kuala-lumpur?single=1

https://nasional.republika.co.id/berita/pxm91p382/bmkg-bantah-indonesia-kirim-asap-ke-malaysia

https://kabar24.bisnis.com/read/20190910/79/1146802/bmkg-asap-di-malaysia-bukan-kiriman-dari-indonesia

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190910183712-4-98449/menteri-siti-murka-protes-keras-tudingan-malaysia-soal-asap

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190910181514-20-429203/menteri-lhk-kirim-surat-protes-ke-dubes-malaysia-soal-asap

https://beritagar.id/artikel/berita/indonesia-akan-kirim-surat-protes-ke-malaysia

https://nasional.kompas.com/read/2019/09/11/09134281/bantah-ri-penyebab-tunggal-kabut-asap-menteri-siti-protes-malaysia

https://news.detik.com/berita/d-4700750/tepis-jadi-penyebab-tunggal-kabut-asap-ri-akan-surati-malaysia?single=1


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here