Dinilai Tidak Tepat, PC ISNU Indramayu Tolak Keras Wacana Pajak Sektor Pendidikan

46

INDRAMAYU – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Indramayu menolak rencana pemerintah memungut pajak pertambahan nilai (PPN) pada jasa pendidikan.

Ketua PC ISNU Kabupaten Indramayu Taufiq Zaenal Mustofa menilai, kebijakan tersebut kurang tepat dan berpotensi menambah angka putus sekolah.

“Pengenaan pajak pendidikan bisa menambah angka putus sekolah sehingga menurunkan angka partisipasi sekolah di Indonesia. Penelitian KPAI misalnya, menunjukan angka putus sekolah masih cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Kondisi demikian tentu paradoks dengan visi pemerintah sendiri, yakni mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia maju,” katanya.

Iklan Layanan Masyarakat

Menurut Taufiq Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan kepada rakyatnya. Bukan malah memungut pajak dari pendidikan.

“UUD pasal 31 disebutkan setiap warga berhak mendapat pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya. Kalau pemerintah sudah berpikiran untuk memberlakukan pajak pada sektor pendidikan itu berarti nggak punya niat untuk membiayai justru malah mendapat manfaat.” tuturnya.

Taufiq menyarankan pemerintah semestinya memberi penghargaan terhadap sektor pendidikan, bukan malah membebani dengan pajak yang memberatkan.

“Sebaiknya rencana pemerintah terkait pengenaan PPN pada sektor pendidikan dibatalkan karena bertentangan dengan amanat UUD 1945 dan tidak berpihak pada kemaslahatan rakyat.” pungkasnya.

Previous articlePC IPNU-IPPNU Kabupaten Sumedang Gelar Lakmud Ke- 2 di Zona Utara
Next articleWORKSHOP PENYUSUNAN KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS TOLERANSI DI KOTA MALANG OLEH PC NU KOTA MALANG DAN DINAS PENDIDIKAN KOTA MALANG
Aktif di GP Ansor Sindang, Indramayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here