Fungsi Agama di Negara Pancasila

16
fungsi agama di negara pancasila - garuda pancasila - Fungsi Agama di Negara Pancasila

Oleh: Dr. Nurrohman

Fungsi agama sebagai sumber nilai etik, moral dan spiritual diakui oleh semua pemeluk agama. Demikian pula dua fungsi lainnya yakni, sebagai pembentuk tradisi dan ikatan social serta sebagai sumber rujukan dalam menjawab misteri supranatural/ metafisik yang berada diluar jangkauan nalar manusia maupun sains.

Akan tetapi fungsi agama sebagai ideologi politik tidak disepakati oleh semua pakar dalam Islam. Mengapa ? Karena , pertama, agama dan politik sebenarnya memiliki karakater yang berlawanan. Agama tidak dapat dipaksakan sementara politik cenderung memaksa. Kedua, agama spektrum jangkauannya lebih luas dibanding politik. Politik jangkauannya pendek, 5 tahun, sepuluh tahun ,20 tahun atau 25 tahun. Sementara agama jangkaunnya lebih luas dan lebih jauh , tidak hanya untuk kehidupan dunia tapi juga untuk kehidupan akhirat.

Agama yang difungsikan sebagai ideologi politik rentan kehilangan fungsinya sebagai penyebar kedamaian dan tolerensi karena seringkali bercampur dengan watak politik yang bersifat memaksa dan bahkan dalam hal tertentu melahirkan kekerasan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyebutkan misi kerasulannya merupakan misi politik (perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan duniawi) melainkan misi akhlak. Hal itu dikatakan sendiri oleh Nabi.

Pengalaman Indonesia , dengan latar belakang suku, budaya dan agama yang beragam, membuktikan bahwa perjuangan politik dengan ideologi agama rawan konflik. Oleh karena itu , para founding fathers dengan arif dan bijaksanan , akhirnya menyepakati menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Pancasila adalah falsafah dan ideologi bangsa. Ia bukan agama , bukan sesuatu yang diwahyukan atau diturunkan langsung dari langit.

Pancasila bersinggungan dengan agama, sebab sebagai landasan etik , ia bersumber dari etika universal yang digali dari semua agama yang ada di Indonesia. Inilah yang menjadikan Pancasila sebagai titik temu (kalimatun sawa) bagi seluruh bangsa Indonesia.

Akan tetapi fungsi agama sebagai landasan moral tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh Pancasila. Di sini, agama tampil sebagai pembentuk tradisi dan ikatan sosial dengan mengacu kepada norma-norma moral yang diyakini oleh masing-masing agama. Para pemeluk agama yang membentuk tradisi dan ikatan sosial berdasarkan norma-norma agama yang diyakininya pada dasarnya sedang mengisi dan mengamalkan Pancasila.

Fungsi agama sebagai landasan spiritual juga tidak dapat dipenuhi oleh Pancasila. Dalam menjalankan fungsinya sebagai landasan spiritual , agama kembali kepada tradisi dan jati diri masing-masing. Dalam tradisi Islam, ilmu yang lazim digunakan untuk mengembangkan fungsi spiritual agama adalah ilmu Tasawuf.

Inilah yang menjadikan agama dan Pancasila sulit dipisakan dan bahkan semestinya disinergikan dalam memahami dan mengamalkannya.

Wallahu A’lam bi al-shawab.

Penulis, Dosen Syariah UIN Bandung, Ketua Lakpesdam 2006-2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here