Guar Budaya Pasal #3 Heureuy Ajengan Bareng Eyang Santana – Agama & Tradisi

24

Agama dan tradisi akhir-akhir ini ramai dipergunjingkan, tagline kembali ke Al-Qur’an dan Hadits menjadi jargon seakan mengucilkan peran tradisi. Apa yang salah dengan tradisi?  Menurut Mahbub Djunaedi Tradisi itu kebijakan nenek moyang turun temurun, mana bisa nenek moyang keliru semua. Nenek moyang kita telah mengajarkan nilai-nilai yang produknya sulit untuk disamai.  

Misalnya, pranata sosial. Gotong royong, mendesign rumah ramah lingkungan, mengelola alam dan makhluk lain didalamnya. Sabda Tuhan, sabda Rasul dan sabda alam sepenuhnya dijadikan ajaran yang dibumisasikan dengan sangat sederhana dan dapat di fahami oleh masyarakat awam sekalipun. PAMALI SEBUAH Kata yang mentradisi di masyarakat adalah sebuah frase yang bermakna khouf akan perbuatan yang sewenang-wenang hingga mendarah daging menjadi atikan yang diturunkan ke anak cucu.  

Begitupun dengan Pranata agama,  dakwah wali Songo adalah sebuah metode yang menjadi prototype syiar Islam tanpa darah dan peperangan, cacian dan pemaksaan. Tradisi yang berkembang secara akomodatif menjadi satu helaan nafas dengan warna yang lebih islami.  Lantas apa yang salah dalam tradisi? Atau mungkin karena tradisi pencarian pengetahuaan yang sudah mati.  

Pembahasan heureuy ajengan kali ini bukan sedang ingin membenturkan agama dan tradisi, akan tetapi mencoba mengangkat wacana indepedens terkait tradisi dan makna nilai-nilai didalamnya.   Simak selengkapnya…  

Host :  Soni Bebek @sonibebek  
Narasumber : Eyang Santana (Budayawan, Pembina Yayasan Nur Syahida Garut, Pembina PC Lesbumi Kab. Garut)  
Pengiring Musik : Kodel N’ Balads @dedekodel

Previous articleGuar Budaya Pasal #2 Heureuy Ajengan Bareng Dr. Kh. Asep Salahudin
Next articleGuar Budaya Pasal #4 Heureuy Ajengan Bareng Abah Farouq – Tradisi Di Pesantren
Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here