Guar Budaya Pasal #4 Heureuy Ajengan Bareng Abah Farouq – Tradisi Di Pesantren

15

Dalam tradisi pesantren Nahdlotul Ulama Ngalogat, Nadzoman, Sorogan dan Talaran adalah sebuah metodologi pembelajaran yang berkembang dan tak pernah lekang oleh modernitas.  Pola pembelajaran tersebut berkembang konstan dari masa ke masa. 

Alih-alih kurikulum pendidikan nasional terus berubah, pesantren semakin menunjukkan metodologi ini diwujudkan dan harus dipertahankan. Terbukti setiap alumnus dari ponpes NU setelah selesai mengampu pelajaran dan bermukim, metode dan pola pesantren asalnya diadopsi seakan menjadi amanat turun temurun.  

Tradis ngalogat, nadzoman, sorogan dan talaran oleh pendidikan moderen dianggap sebagai metode yang tidak cukup efektif untuk mengembangkan nalar kritis santri karena sedikitnya kesempatan yang diberikan untuk mempertanyakan kebenaran materi yang dipelajarinya. Benarkah seperti itu?   Simak selengkapnya…  

Host :  Soni Bebek @sonibebek  
Narasumber : Dr. KH. Hilman Farouq Ghoer, MA. (Ketua Lesbumi PWNU Jabar)  
Pengiring Musik : Kodel N’ Balads @dedekodel

Previous articleGuar Budaya Pasal #3 Heureuy Ajengan Bareng Eyang Santana – Agama & Tradisi
Next articleGuar Budaya Pasal #5 Heureuy Jeung Putra Ajengan Bareng Kang Doel Sumbang
Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here