Guar Budaya Pasal #5 Heureuy Jeung Putra Ajengan Bareng Kang Doel Sumbang

11

Pembinaan dan pendidikan yang paling mendasar adalah pendidikan keluarga, kehadiran orang tua menjadi tolak ukur dalam proses tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang sesuai dengan harapan.  

Keluangan waktu, leluasanya kesempatan akan mempermudah tingkat perhatian orang tua mengawal proses pertumbuhan anak,  Begitulah seharusnya.     

Lain halnya dengan Ajengan, sebagian waktu terfokus untuk mengelola Pesantren dengan pembinaan terhadap para santri, mengisi pengajian di majlis ta’lim, menghadiri undangan-undangan Tabligh, apalagi terlibat dalam struktur kepengurusan lembaga ormas keagamaan, tentunya Kesempatan mendidik anak akan terbelah dengan kepadatan aktifitasnya.  

Lantas metode pendidikan seperti apa yang diajarkan para Ajengan sehingga putra-putrinya menjadi generasi pelanjut estapeta kepemimpinan dalam keluarganya? Bahkan yang menarik, banyak putra ajengan yang mahiwal memilih menjadi seniman dan berperan aktif bukan menjadi penerus pondok namun berkarir menjadi prefesional dibidang yang lebih umum.  

Host :  Soni Bebek @sonibebek  
Narasumber : H. Wahyu Affandi (Doel Sumbang) @Doel Sumbang Asli
Pengiring Musik : Kodel N’ Balads @dedekodel

Previous articleGuar Budaya Pasal #4 Heureuy Ajengan Bareng Abah Farouq – Tradisi Di Pesantren
Next articleGuar Budaya Pasal #6 Heureuy Jeung Putra Ajengan Bareng Ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya
Blogger kambuhan, menulis status facebook, twitter ataupun web kalau sempat. Turut aktif sebagai kontributor web sekaligus bagian dari keluarga besar Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here