Halal bi Halal PCNU Bogor

25

Halal bi Halal PCNU Bogor

Tema kenegaraan  ini menjadi penting supaya menjadi pemahaman pengurus dan warga NU, tentang konsep negara kita, bahwa negara ini tidak bertentangan dengan islam itu sendiri.

Hadraturs Syekh, At Tawasuth berfikir moderat. Tidak ke kanan tidak ke kiri. Tetapi tengah-tengah. Pemikiran ini tawasuh ini melahirkan ide besar sehingga lahirlah Indonesia dengan dasar pancasila bukan negara agama bukan juga sekuler.

Iklan Layanan Masyarakat

Prinsip yang kedua, NU mengedepankan aspek tawadzun, seimbang. Seimbang hidup di dunia dan akhirat. Negara ini masih belum seimbang. Maka oleh karena itu, penting bagi kita untuk punya keseimbangan. Implementasi bagaimana pemerintah membuat kebijakan-kebijakan yang maslahah buat masyarakatnya. NU akan mendukung Bupati Bogor selama membawa maslahat bagi masyarakat Bogor.

Ketiga, At-Tasamuh. Tolerasi terhadap budaya. Terhadap kondisi masyarakat, ada perbedaan tidak langsung mencap kafir, dan sebagainya. Tidak menghapus yang sudah ada, tetapi menyempurnakan yang sudah ada. NU adalah gerakan harakatu islahiyah, wa aslah tsuma aslah wa aslah. Maka ada kaidah muhafadzoh ala qadimi. NU sangat arif dan bijakasana, punya kearifan budaya lokal. Peninggalan NU, peninggalan Pajajaran dan sebagainya jangan hilang. Aspek wisata menjadi penting, rohani maupun budaya.

Keempat i’tidal. Setiap warga NU punya konsep berfikir, bertindak dan bergerak, yaitu berlaku adil. Kebijakan Bupati dan penguasa harus adil pada rakyatnya, maka harus profesional dan proposional.

Terakhir, bahwa NU pinya amal ma’ruf bil ma’ruf, nahi munkar bil ma’ruf. Oleh karena itu lima prinsip ini menjadi dasar negara.

Momentum ini untuk membebaskan saling meminta maaf. semoga sekat-sekat politik, warna jangan membuat jauh. Kita semua adalah warga Nahdlatul Ulama. Ini rumah kita bersama, perbedaan itu sudah biasa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here