The news is by your side.

IDA Camp gelar Buka Bersama dan Silaturahmi Relawan Bencana se-Kab. Pangandaran

IDA Camp gelar Buka Bersama dan Silaturahmi Relawan Bencana se-Kab. Pangandaran | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Syarifh Hidayatulloh – Indonesia Disaster Adaptive (IDA), yang akan menggelar Kemah Adaptasi Bencana (IDA Camp) #5 Pangandaran, menggelar Silaturahmi dan Buka Bersama Relawan Bencana se-Kab. Pangandaran, Jum’at (15/3/24). Acara yang dihadiri oleh Ketua-ketua Organisasi Relawan Bencana se-Kab. Pangandaran ini, berlangsung hangat dan kekeluargaan.

Tampak pada acara tersebut, perwakilan dari SAR Barakuda, SAR MTA, Balawista, IPNU, SIGAB PERSIS, BKPRMI, ORARI, PMI, IDA, Nuswantara Muda, serta beberapa relawan bencana lainnya.

Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kab. Pangandaran Luki Abdullah, sebagai salah satu peserta, menjelaskan bahwa acara tersebut diselenggarakan dalam rangka konsolidasi persiapan giat IDA Camp #5 Pangandaran.

“Alhamdulillah hangat! Para relawan Kab. Pangandaran kan memang asalnya sudah solid, dikumpulkan seperti ini ya seperti reuni saja jadinya, saling bercanda akrab satu sama lain.” Tutur Luki.

Luki menjelaskan, saat membahas giat Kemah Adaptasi Bencana (IDA Camp), para relawan tampak antusias dan merasa bersykur bahwa kesempatan seperti ini hadir di Pangandaran.

“Dari SIGAB Persis tadi langsung menyambut baik inisiasi IDA Camp ini, apalagi IDA kan sudah mendapatkan dukungan dari BNPB, BRIN, Unesco, dan kementrian-kementrian di Pusat. Jika dikerjakan sendiri oleh satu organisasi, giat seperti ini pasti mahal pembiayaannya, namun IDA Camp menjadi cara alternatif menyelenggarakan peningkatan kapasitas relawan dengan sistem gotong royong, beban kegiatan ditanggung bersama-sama sesuai kapasitas masing-masing.” Tutur Luki menjelaskan jalannya acara.

Menurut Luki, bukan hanya Sigab PERSIS, SAR MTA serta relawan lain juga tampak menyambut baik adanya kegiatan ini.

“Para relawan sepakat bahwa Marbot Masjid adalah salah satu elemen yang perlu dikuatkan kapasitasnya terkait kesiapsiagaan bencana, apalagi lebih dari 60% warga Indonesia, masih cenderung menjadikan tempat peribadatan sebagai shelter pertama ketika terjadi bencana. Para Ketua yang hadir di kegiatan buka bersama, insya Allah siap berkontribusi mensukseskan IDA Camp, MTA bahkan secara terbuka mempersilakan para kontributor untuk menjadikan kantornya sebagai basecamp, organisasi lain menyatakan siap mengerahkan anggota dan relawan untuk mensukseskan IDA Camp.” Tutur Luki.

Tidak hanya konsolidasi, hasil dari pertemuan Relawan pun dibawa pada giat Audiensi dengan Bupati Pangandaran dan Kalak BPBD Pangandaran, yang dilaksanakan di Kediaman Pribadi Bupati, Minggu (17/3/24).

“Alhamdulillah, hasil dari konsolidasi, para Ketua Relawan diperkenankan untuk menemui Bupati di kediamannya. Pada dasarnya Bupati sangat mendukung kegiatan IDA Camp, apalagi IDA Camp #5 dikerjakan bersama-sama dengan stakeholders Jawa Barat, Bupati Pangandaran sebagai tuan rumah tentu mendukung terselenggaranya kegiatan ini.” Tutur Muhammad dari Nuswantara Muda, yang juga hadir di pertemuan IDA dengan Bupati Pangandaran.

“Bupati langsung mengamanatkan kepada Kalak BPBD Kab. Pangandaran untuk mensingkronkan IDA Camp dengan program yang dimiliki oleh Pemda Kab. Pangandaran. Kami diminta ngobrol khusus dengan Kalak BPBD, dan nanti Pak Kalak yang akan koordinasi dengan Pak Bupati sesuai dengan kesepakatan antara IDA dengan BPBD.” Lanjut Muhammad.

“Para Ketua Relawan tampak antusias dengan pertemuan tersebut, malam ini langsung dilanjutkan dengan pembahasan langkah-langkah taktis dan teknis untuk mensukseskan giat IDA Camp #5 Pangandaran.” Pungkas Muhammad.

Leave A Reply

Your email address will not be published.