The news is by your side.

Islam Rutinitas

Oleh Gistie Aziz

INDRAMAYU – Dalam sebuah diskusi kecil di ruas tepi jalan tol, yang semua orang menamainya rest area, terjadilah komunikasi tentang sebuah rutinitas, pada selasa (18/9) dalam diskusi tersebut budayawan muda Alif Wahyudi yang turut dalam menghantarkan kader muda Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu menuju seminar kebangsaan di jakarta menuturkan bahwa saat ini banyak sekali orang yang terjebak oleh rutinitas, padahal sesungguhnya ibadah bukan hanya berbicara rutinitas, sehingga orang yang beribadah hanya berdasarkan rutinitas maka ia layak di sebut sebagai penganut islam rutinitas, dan orang yang hanya rajin melaksankan rutinitas tidak akan faham tentang kebutuhan sosial, serta tidak akan mau menyandarkan khasanah islam kepada ijma dan qias Ulama.

Alif Wahyudi menukil dari sejarah Nusantara sebelum Abad ke-10 Masehi, di katakan bahwa Sunan Bonang telah menulis kitab tasawwuf berjudul Suluk Wijil dan juga mendirikan padepokan, yang kelak di sebut pesantren, yakni tempat mendidik para santri dengan keterampilan hidup, mulai fiqih, tauhid hingga theologi, filsafat dan tasawuf. Maka menurut Wahyudi berbicara islam harus sampai akar, bukan hanya sebatas rutinitas
“Ketika seseorang mendalami dimensi batin agama, maka dia akan ‘bertemu’ dengan agama-agama lain. Karena itulah sesungguhnya islam sangat toleran terhadap perbedaan keyakinan, karena islam mengajarkan lebih melihat pada dimensi batin agama” Ucapnya .

Meski dikenal dunia sebagai negara berpenduduk muslim moderat, namun belakangan Indonesia mengalami gelombang pasang intolerance dan ini membuktikan bahwa sudah banyak yang belajar islam hanya berdasarkan rutinitas (yang di butuhkan hanya ibadah-ibadah mahdoh saja) sehingga ketika orang tersebut mampu melakukan sholat, puasa dan zakat, disangkanya sorga sudah berada di sisinya, dan yang lebih ironis orang – orang yang berprilaku islam rutinitas tidak akan segan mengatakan bahkan memfonis bid’ah dholalah kepada siapapun yang berprilaku seperti santri.

GP.ANSOR SINDANG

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.