The news is by your side.

Jangan Meremehkan Dosa Kecil karena Bisa Menimbulkan Dosa Besar

Jangan Meremehkan Dosa Kecil karena Bisa Menimbulkan Dosa Besar | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa BaratMuhamad Huzni Fadlilah – Setiap manusia sejatinya terlahir dalam keadaan suci, murni tanpa dosa. Ibarat kertas masih putih tanpa ada goresan tinta yang berwarna-warni.

Setiap manusia bisa mengisi kertas putih tersebut dengan berbagai warna, beragam gambar dan bentuk. Bisa menorehkan berbagai macam tulisan sesuai kehendaknya. Tetapi perlu diingat tulisan yang bagaimana yang baik? Tinta warna apa yang pas untuk mengisi kertas putih tersebut?

Tentunya setiap manusia menginginkan kertas putih tersebut diisi dengan tulisan yang indah dengan tinta yang indah pula. Tetapi terkadang kertas tersebut sering diisi dengan hal-hal yang kurang perlu, dengan sesuatu yang kurang bermanfaat.

Begitu pun kita sebagai manusia yang terlahir dalam keadaan suci bersih tanpa dosa. Terkadang melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat bahkan cenderung sering melakukannya. Baik itu tersadari atau tidak.

Sekecil apapun dosa yang kita lakukan, tetaplah dosa. Semuanya akan dipertanggungjawabkan kelak.
Teringat akan perkataan para wali Allah dalam kitab Nashoihul Ibad: “Janganlah kalian meremehkan akan dosa-dosa kecil, karena dosa-dosa kecil akan menimbulkan beragam dosa besar dan menimbulkan murkanya Allah.”

Dari sini kita bercermin bahwa jika kita sering melakukan dosa kecil maka akan menimbulkan dosa besar. Sesuatu yang kecil kalau dikumpulkan akan menjadi besar.

Dengan sering melakukan dosa kecil maka akan menimbulkan murka Allah.

Oleh karena itu sebisa mungkin hindarilah dosa-dosa kecil, kumpulkan tenaga untuk menjauhinya, mintalah selalu perlindungan kepada Allah agar bisa terhindar dari perbuatan yang menyalahi aturan syariat.

Teruslah mencari ilmu untuk menambah khazanah pengetahuan, agar kita mengetahui secara pasti apa yang kita lakukan itu benar dan sesuai dengan syariat.

Mungkin saja apa yang kita lakukan itu dianggap benar tetapi sejatinya menurut syariat kurang pas atau bahkan bisa dikatakan salah.

Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan dari Allah SWT dan mendapatkan syafa’at Rosululloh SAW. Amin.

Ditulis oleh:
Muhamad Huzni Fadlilah

Leave A Reply

Your email address will not be published.