[KLARIFIKASI] Ribuan Ikan Mati Dikaitkan Dengan Akan Terjadinya Tsunami, BMKG Beri Penjelasan

13

[KLARIFIKASI] Ribuan Ikan Mati Dikaitkan Dengan Akan Terjadinya Tsunami, BMKG Beri Penjelasan

Warga
pesisir di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku dikhawatirkan
dengan banyaknya ikan mati yang terdampar di pantai sejak Sabtu, 14 September
2019. Kepanikan masyarakat sekitar kian bertambah setelah muncul isu yang
menyebut bahwa ribuan ikan mati tersebut menjadi tanda akan datangnya tsunami. Menanggapi
informasi tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun
Ambon pun menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi kegempaan di wilayah Maluku
maupun Pulau Ambon dalam status normal.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
KLARIFIKASI

===

SUMBER:
MEDIA DARING

===

NARASI:

===

PENJELASAN:
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menepis isu yang menyebut
bahwa matinya ribuan ikan di Pantai Hutumuru, Pantai Rutong, Pantai Lehari dan
Pantai Hukurila adalah tanda-tanda akan datangnya tsunami. Sebelumnya beredar
informasi bahwa ribuan ikan mati tersebut menjadi pertanda akan datangnya
tsunami. Berikut bunyi pesan yang tersebar baik melalui media sosial dan juga
pesan berantai tersebut:

Tamang2 Selamat pagi Syalom
Beta cuman mau memberikan Himbawan saja kalau ada isu tentang
tsunami di maluku tamang2 harus menjaga diri sebab disini Su ada tanda-tanda
entah ini baagaimana,di hukurila Ombak besar dan ikan-ikan disini mati tadampar
di penggir pantai,Entahnini ada apa,tapi saat ini ada penelitian disini,
Jdi tamng2 jaga diri bae2
Dan berdoa supya jang ada sesuatu terjadi di maluku

#shere

Melansir
dari detik.com,  BMKG sangat menyayangkan
banyak warga yang termakan dengan informasi palsu tersebut. Hal tersebut
diutarakan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

“Banyak
warga yang mengkaitkan fenomena ini dengan tanda alam akan terjadi gempa besar
ddan tsunami. Sayangnya banyak warga termakan berita bohong ini. Sehingga beberapa
warga berencana akan mengungsi karena takut akan terjadi tsunami,” pungkas
Daryono.

Lebih
lanjut Daryono menjelaskan bahwa selama ini belum pernah ada peristiwa gempa
besar, hingga terjadinya tsunami yang didahului oleh matinya ikan secara massal.
Menurutnya, tidak ada dalam ilmu gempa, dengan menjadikan ikan mati sebagai
precursor gempa dan tsunami.

“Selama
ini berum pernah ada peristiwa gempa besar dan memicu tsunami yang didahului
oleh matinya ikan secara massal. Kematian ikan secara massal dipastikan oleh
sebab lain,” terang Daryono.

Dijelaskan
pula bahwa selama ini kasus kematian ikan secara massal dapat diakibatkan oleh
berbagai hal, seperti ledakan, keracunan, atau factor lingkungan yang
mengakibatkan ikan mati. Daryono juga kembali menginformasikan kepada
masyarakat, bahwa saat ini aktivitas kegempaan di Ambon dan sekitarnya sedang
dalam keadaan normal dan tidak tampat adanya aktivitas yang mencolok.

Untuk
lebih mengetahui pasti perihal yang terjadi terhadap matinya ribuan ikan, Pusat
Penelitian Laur Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI) menerjunkan
peneliti untuk mengungkap peyebab kematian-kematian ikan tersebut.

===

REFERENSI:

https://sains.kompas.com/read/2019/09/16/173300123/ribuan-ikan-mati-di-ambon-bmkg-sebut-tak-berhubungan-dengan-tsunami?page=all

https://news.detik.com/berita/d-4708509/ikan-mati-massal-di-pantai-ambon-bmkg-tepis-isu-liar-pertanda-tsunami

https://www.suara.com/tekno/2019/09/16/213959/ikan-mati-massal-di-pantai-ambon-lipi-terjunkan-peneliti

https://regional.kompas.com/read/2019/09/17/00021521/bmkg-tidak-ada-tsunami-warga-diminta-tenang-dan-kembali-ke-rumah




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here