[SALAH] Anak 10 Tahun Meninggal dan Tidak Bisa Keluar Rumah Sakit Akibat Terbentur Biaya

14

[SALAH] Anak 10 Tahun Meninggal dan Tidak Bisa Keluar Rumah Sakit Akibat Terbentur Biaya

Warganet
dihebohkan dengan viralnya informasi yang dibagikan baik melalui pesan berantai
Whatsapp ataupun media sosial Facebook perihal kisah seorang ibu yang anaknya
meninggal namun tak mampu keluar rumah sakit akibat terbentur biaya. Menurut narasi
yang beredar, dijelaskan bahwa kisah tersebut terjadi di Rumah Sakit Bergerak
Badau, Kalimantan Barat. Pasca beredarnya narasi tersebut, pihak RS dan kepolisian
setempat pun melalukan klarifikasi.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FABRICATED CONTENT

===

SUMBER:
MEDIA SOSIAL FACEBOOK

===

NARASI: *KACAU
BALAU PEMAHAMAN TENTANG BPJS SEPERTI INI – SETELAH SAYA CHECK TERNYATA YG
BERSANGKUTAN TERPAPAR ALIRAN SESAT, MESKIPUN DEMIKIAN JPKP TETAP BANTU
MENYELESAIKAN MASALAHNYA*

Bismillaahirrohmaaanirrohiiim….
Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh ya akhy ya ukhty…..
Innaalillaahi wa innaa ilaihi roji’uun…..
Telah berpulang ke rahmatullah atau telah meninggal anak saya yang bernama
alifsyah umur 10 tahun. Di RS Badau alamat Jalan lintas Badau NA, Desa Kekurak,
Kecamatan Badau,Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Pada hari Kamis, 30
April 2020 jam 04.00 WIB menjelang Shubuh. Dan saya selaku ibunya kandung yang
bernama ummu ika melisa yang seorang janda umur 40 tahun dan kaum dhuafa yg
juga cacat dan bisu. Memohon kepada hamba2 allah yang mampu dan yg diberikan
allah rezeki berlebih memohon sumbangan atau sedekah dan bantuan untuk
melunaskan sisa kekurangan tagihan biaya rumah sakit almarhum anak saya agar
anak saya bisa segera saya bawa pulang dan kuburkan sebesar Rp.870.500 saya
memohon dengan sangat kepada hamba2 allah yang masih peduli akan saudara2 nya
dan sesamanya atas nama dasar ukhuwah islamiyah untuk membantu saya melunaskan
sisa tagihan biaya rumah sakit agar saya bisa mengeluarkan jenazah anak saya
yang masih tertahan di dalam kamar jenazah RS tersebut. Saya memohon dengan
sangat kepada hamba2 allah kasihanin jenazah anak saya yang yatim yang masih di
dalam kamar jenazah dan belum boleh di bawa pulang sebelum melunaskan seluruh
total tagihan biaya rumah sakit. Saya hanya seorang janda, kaum dhuafa yg sudah
tidak tahu lagi mau mengadu kemana kecuali kepada allah dan hamba2nya yg mampu
dan memiliki kelapangan rezeki. Bukan kah di setiap rezeki yg di berikan lebih
dan kelapangan rezeki oleh allah ada di situ hak2nya kaum dhuafa dan anak
yatim. Dan bukan kah kewajiban setiap umat muslim untuk membantu saudaranya
yang sedang dalam kesulitan dan wajib menyegerakan fardhu kifayah bagi saudara
nya yg tidak mampu. Saya mohon dengan sangat demi jenazah almarhum anak ana yg
yatim yg sedang membutuhkan pertolongan dari ukhuwah islamiyah agar segera di
laksanakan fardhu kifayahnya dan di kuburkan. Dan semoga masih ada hamba2 allah
yang hatinya masih peduli akan ukhuwah islamiyah di tengah2 cobaan dunia yg banyak
melanda dunia dan mungkin itu suatu teguran utk kita memperkuat ukhuwah
islamiyah kita. Dan semoga apa yg di sedekahkan kepada ana dan almarhum anak
ana menjadi tabungan di hari akhir. Bahwa ini bulan mulia penuh rahmat dan
semoga di lipatgandakan apa dan berapa pun yg antum berikan.

Syukron wa jazakumullahu khair katsiraa…..
Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh…..

===

PENJELASAN:
Rumah Sakit (RS) Bergerak Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat angkat
bicara terkait dengan viralnya sebuah narasi beserta dengan foto, yang
menjelaskan bahwa seorang anak berusia 10 tahun telah meninggal dan tidak bisa
keluar rumah sakit akibat terbentur biaya. Menurut narasi yang beredar,
kejadian tersebut diklaim terjadi di RS Bergerak Badau.

Menanggapi
adanya informasi yang tidak sesuai dengan fakta, pihak terkait yakni RS Bergerak
Badau pun melalukan klarifikasi. Melansir dari antaranews.com, Manajemen RS
Bergerak Badau menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak sesuai dengan
fakta alias hoaks. Pihak rumah sakit juga telah melaporkan terkait narasi yang
beredar kepada pihak berwajib.

Direktur
RS Bergerak Badau, dr Liha menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan narasi
tersebut ke Polres Kapuas Hulu. Hal tersebut dilakukan lantaran pihak rumah
sakit menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan juga fitnah. Lebih lanjut
Liha menjelaskan jika rumah sakit tempatnya bekerja tidak terdapat nama pasien
dan kejadian seperti halnya yang tersebar di media sosial.

“Sama
sekali tidak ada pasien atas nama Alifsyah tersebut, nama dokter juga serta
nominal biaya rumah sakit itu luar biasa bohong,” jelas Liha.

Sementara
itu, Kapolres Kapuas Hulu, melalui Kasat Reskrim Kapuas Hulu, IPTU Siko mengatakan
saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait informasi yang beredar.
Siko menuturkan bahwa pihak rumah sakit tidak ada menerima pasien seperti
halnya yang dimaksud dalam pesan berantai tersebut.

“Kami
sudah kroscek ke pihak rumah sakit Badau, ternyata informasi itu memang tidak
benar, saat ini kami sedang selidiki pembuat dan penyebar informasi hoaks di
media sosial tersebut,” tegas Siko.

===

REFERENSI:

https://bengkulu.antaranews.com/berita/105824/pihak-rs-lapor-polisi-terkait-informasi-bocah-10-tahun-meninggal-dan-tak-bisa-keluar-karena-biaya

https://www.liputan6.com/regional/read/4255316/rs-bergerak-badau-angkat-bicara-soal-kabar-hoaks-yang-menyebar-di-medsos

https://pontianak.tribunnews.com/2020/05/15/polisi-selidiki-kasus-informasi-hoaks-terkait-rumah-sakit-bergerak-badau-kapuas-hulu

https://kabar24.bisnis.com/read/20200515/16/1241086/hoaks-bocah-10-tahun-meninggal-dalam-perawatan-rs-bergerak-badau-lapor-polisi

https://jubi.co.id/rumah-sakit-ini-laporkan-informasi-hoaks-di-medsos/

http://archive.fo/V8QBU


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here