[SALAH] Arahan Gubernur DKI Terkait Himbauan Covid-19

34

[SALAH] Arahan Gubernur DKI Terkait Himbauan Covid-19

Melalui
pesan berantai Whatsapp, sebuah narasi himbauan terkait Covid-19 beredar dengan
klaim himbauan tersebut merupakan arahan dari Gubernur. Pasca beredarnya
informasi tersebut, pihak terkait pun yang adalah Pemprov DKI Jakarta pun
angkat bicara. Melalui akun media sosial Facebook resmi milik Pemprov DKI
Jakarta menyatakan bahwa narasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
MISLEADING CONTENT

===

SUMBER:
PESAN BERANTAI WHATSAPP

===

NARASI:

Disampaikan
arahan Gubernur terkait CoviD 19 :

PENCEGAHAN
:

Skenario
pembatasan interaksi terkait penyebaran Covic Pemprov. DKI Jakarta

Langkah2
pembatasan :

1.
Aktifitas sekolah dihentikan atau dibatasi

2.
Isolasi daerah epicentral

3.
Larangan pergi ke tempat keramaian

4.
Pembatalan izin yg sudah dikeluarkan oleh pemprov dan siapkan prosedur
pembatalan.

5.
Penutupan berbagai aktivitas publik

6.
Pembatasan jam buka restaurant

Arahan
jangka pendek/langsung :

1.
Tidak ada lagi salam2an

2.
Laksanakan Ingub 16 Tahun 2020

3.
Seluruh fasilitas Pemprov harus disediakan sabun cuci tangan dan disinfektan

4.
HBKB 2 minggu ke depan ditiadakan

5.
Perketat pembatasan acara2 publik

6.
Batalkan seluruh acara yg berisiko penyebaran Covid 19

7.
Semua PNS DKI yg menjalani karantina atau dirawat krn terjangkit atau diduga
terjangkit TKD tidak akan dipotong , dengan beban kerja disesuaikan

Daerah
dgn potensi Covid 19 :

1.
Setia Budi

2.
Pancoran

3.
Mampang

4.
Penjaringan

5.
Kembangan

===

PENJELASAN:
Melalui pesan berantai Whatsapp, sebuah narasi himbauan terkait Covid-19
beredar dengan klaim himbauan tersebut merupakan arahan dari Gubernur DKI
Jakarta. Pasca beredarnya informasi tersebut, pihak terkait pun yang adalah
Pemprov DKI Jakarta angkat bicara. Melalui akun media sosial Facebook resmi
milik Pemprov DKI Jakarta @DKIJakarta, menyatakan bahwa narasi tersebut tidak
sesuai dengan fakta.

Dengan
penjelasan singkat, akun Pemprov DKI Jakarta meminta kepada oknum penyebar
untuk menghentikan aksinya tersebut. Akun Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa
informasi terkait dengan arahan Gubernur terkait dengan Covid-19 adalah tidak sesuai
dengan fakta alias hoaks. Pesan berantai tersebut mengarah kepada narasi yang
menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.

===

REFERENSI:




Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here