[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker

31

[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO
Universitas Pendidikan Indonesia).

Klaim yang salah. Faktanya, WHO dan para ahli menyatakan tidak ada
dampak negatif dari menggunakan masker seperti yang diklaim itu.

Iklan Layanan Masyarakat

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten yang Menyesatkan

====

Sumber: Facebook

[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker

http://archive.vn/zbuXJ

====

Narasi:

“Face Masks:

– Reduces oxygen up to 60%

– Increases risk of CO2 poisoning

– Viruses and bacteria saturate the mask and get reinhaled

– FRESH AIR is vital for immune health!”

“Masker Wajah:

– Mengurangi oksigen sampai 60%

– Meningkatkan risiko keracunan CO2

– Virus dan bakteri memenuhi masker dan dapat terhirup kembali

– Udara segar sangat penting untuk kesehatan kekebalan tubuh!”

====

Penjelasan:

Akun Facebook Toni Immanuel mengunggah sebuah gambar ilustrasi
orang-orang yang memakai masker di laman pribadinya pada 12 Juli 2020. Di dalam
unggahan tersebut, disebutkan beberapa dampak dari masker wajah, seperti
mengurangi oksigen yang akan masuk ke dalam tubuh, berisiko keracunan CO2 dan
virus serta bakteri yang memenuhi masker dapat terhirup kembali ke dalam tubuh.
Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 12 reaksi, 3 komentar, dan
telah dibagikan sebanyak 16 kali.

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim mengenai dampak masker wajah dalam
unggahan tersebut tidak tepat. WHO, organisasi kesehatan dunia, dalam
unggahannya di Instagram pada 11 Juni 2020 menegaskan bahwa penggunaan masker
medis yang berkepanjangan ketika digunakan secara tepat tidak akan menyebabkan
keracunan CO2 maupun pengurangan oksigen. WHO juga menyarankan untuk tidak
menggunakan kembali masker sekali pakai dan selalu menggantinya ketika sudah
basah.

Dikutip dari hasil periksa fakta AFP, Vinita Dubey, Petugas Kesehatan
Asosiasi Medis dari Toronto Public Health mengatakan bahwa jika dikenakan
dengan benar, masker kain mungkin tidak mengurangi oksigen yang cukup sehingga
pemakainya akan pingsan. 

“Secara umum, masker kain itu tidak ketat menutup wajah, masih ada
ruang terbuka kecil di sekeliling masker dan juga pori-pori kain yang bisa
melewatkan oksigen sambil menghalangi partikel pembawa virus,” katanya.

Klaim bahwa mengenakan masker “meningkatkan risiko keracunan CO2″
juga dibantah oleh Dubey.

“Penggunaan masker wajah untuk waktu yang lama, termasuk N95, belum
terbukti menyebabkan keracunan karbon dioksida pada orang sehat. Jika CO2
perlahan-lahan menumpuk di dalam masker dari waktu ke waktu, kadarnya rendah
dan sebagian besar dapat ditoleransi,” ujar Dubey.

Namun, ada keadaan khusus ketika beberapa orang mungkin tidak nyaman
mengenakan masker.

“Kecemasan atau panik dapat menyebabkan hiperventilasi (pernapasan
cepat) yang dapat menyebabkan kadar CO2 turun dan gejala sakit kepala ringan,
pusing serta kebingungan,” tambah Dubey.

Dikutip dari helloSehat, hiperventilasi adalah keadaan dimana  seseorang akan lebih banyak mengeluarkan CO2
sehingga kadar CO2 dalam tubuh berkurang. Hal ini memicu terjadinya penyempitan
pembuluh darah yang memasok darah ke otak dan dapat menyebabkan gejala sakit
kepala, perubahan pengelihatan, dan hilang kesadaran.

Sebagai informasi tambahan, seorang pelari maraton asal Oregon, Amerika
Serikat bernama Galen Rupp berhasil memenangkan kejuaraan Track & Field
Amerika Serikat pada nomor lari 10.000 meter di tahun 2011. Ia mengenakan
sebuah masker medis pada hari pertama kejuaraan tersebut diselenggarakan untuk
menyaring serbuk sari yang pada saat itu jumlahnya sedang melonjak.

Klaim bahwa virus dan bakteri memenuhi masker dibantah oleh Hyo-Jick
Choi, Asisten Profesor di Departemen Teknik Kimia dan Material di Universitas
Alberta. Choi mengatakan semua itu tergantung pada tingkat risiko lingkungan,
waktu yang dihabiskan, dan dimana masker tersebut dibuka.

Dengan demikian, klaim masker dapat menimbulkam dampak negatif dalam
unggahan akun Facebook Toni Immanuel dapat masuk ke dalam kategori konten yang
menyesatkan. Hal ini dikarenakan WHO dan para ahli menyatakan fakta bahwa tidak
ada dampak negatif dari penggunaan masker apabila dipakai secara tepat.

====

Referensi:

https://factcheck.afp.com/misleading-social-media-posts-claim-adverse-health-effects-face-masks

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/napas-berlebihan-hiperventilasi/#gref

https://www.oregonlive.com/trackandfield/2011/06/what_in_the_world_is_galen_rup.html

[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker
[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker
[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker
[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here