[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS

28

[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS

Klaim yang tidak bisa dibuktikan akurasinya. Sebab, faktanya berdasarkan hasil penelusuran, media-media di Indonesia cukup sering memberitakan aksi kemanusiaan, utamanya yang dilakukan FPI dan PKS di lokasi bencana.

Selengkapnya di PENJELASAN dan REFERENSI

Iklan Layanan Masyarakat

=============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
=============================================

Beredar unggah foto dari akun Tongcuilan Seng (fb..com/tongcuilan.seng) dengan narasi sebagai berikut :

#BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS.. Perlu anda tau Kami tidak butuh liputan anda..Kami tidak butuh sanjungan Anda. Kami FPI dan PKS Hanya Butuh Ridho dari Allah swt… kalimat tauhid harga mati”

Sementara di foto yang diunggah terdapat tulisan :
“Bos media larang reporter liput aksi relawan FPI dan PKS”

Sumber : web[dot]archive[dot]org/web/20190801155455/https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2304652129572292&set=a.573751205995735&type=3&theater – Sudah dibagikan 4989 kali saat tangkapan layar diambil.

[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS

=============================================

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tempo.co, klaim “bos media larang reporter liput aksi relawan fpi dan pks” ini sendiri sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2014.

Artikel itu menjelaskan bahwa informasi itu berdasarkan keterangan pengamat media, Dedi Wahyudi. Dedi menyebut, ia mendapatkan kabar pelarangan liputan itu dari temannya yang bekerja sebagai jurnalis salah satu televisi.

“Gue ma kawan di *****TV kadang bersimpati dengan apa yang dilakukan para relawan terutama relawan PKS dan FPI. Mereka memang selalu ada di manapun bencana itu terjadi, contoh kebakaran di daerah Jakarta Barat, mereka selalu yang pertama bangun posko kesehatan dan posko bantuan. Kita sebagai awak media selalu ‘gatal’ ingin men-shoot semua angle gambar agar bisa lengkap memberitakan kejadian, tapi semua itu kagak bisa…,” ungkapnya menukil pernyataan sang jurnalis, seperti yang tertuang dalam artikel.

Namun di dalam artikel tidak ada upaya dari pengelola blog tersebut untuk meminta klarifikasi dari bos media yang dimaksud oleh si Dedi Wahyudi.

Klaim bahwa bos media melarang reporter meliput aksi kemanusiaan FPI dan PKS tidak bisa dibuktikan akurasinya.

Sebab, faktanya, media-media di Indonesia cukup sering memberitakan aksi kemanusiaan, utamanya yang dilakukan FPI dan PKS di lokasi bencana.

Hal ini dapat dibuktikan dengan cara melakukan penelusuran di mesin pencari seperti Google dan sejenisnya dengan menggunakan kata kunci seperti “relawan bencana fpi” atau “aksi kemanusiaan PKS”

================

Sementara itu terkait foto,
Menggunakan Google reverse image, Tempo menemukan, foto pertama yang menampakkan relawan berbaju PKS menggotong korban bencana pernah dimuat di http://www.muharrikdakwah.com, portal media Islam online yang berelasi dengan Partai Keadilan Sejahtera.

Foto itu berada dalam artikel “Apapun Yang Terjadi PKS Tetap Melayani” edisi 14 Desember 2014. Dalam keterangannya tertulis, bahwa itu adalah foto kader-kader PKS saat melakukan tanggap bencana di Banjarnegara.

Artikel itu berisi capaian program yang telah dilaksanakan PKS dalam kurun 16 tahun. Salah satu paragraf menjelaskan, tentang keterlibatan PKS dalam bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara, Jawa Tengah pada 2014, sesuai keterangan dalam foto.

Kemudian foto kedua yang menampakkan salah satu pria berkaos FPI, pernah dipublikasikan di blog Hilal Merah Indonesia yang beralamat di http://hilmifpi.blogspot.com pada 2015. Hilal Merah Indonesia adalah Divisi Kemanusiaan di bawah naungan Front Pembela Islam (FPI).

Foto itu berada dalam artikel berjudul “Relawan FPI di Lokasi Bencana Longsor Bajarnegara”. Isi artikel menjelaskan tentang foto dan aktivitas tim relawan FPI DPW Cilacap yang mengevakuasi sejumlah mayat yang tertimbun longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karang Kobar, Banjarnegara, Jawa Tengah.

[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS
[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS
[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS
[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS
[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS
[SALAH] #BOS Media melarang Reporternya meliput Aksi sosial.Aksi peduli bencana yg di lakukan FPI dan PKS

REFERENSI :
https://cekfakta.tempo.co/fakta/357/fakta-atau-hoaks-benarkah-bos-media-larang-reporter-liput-aksi-peduli-bencana-fpi-dan-pks
https://www.google.com/search?q=aksi+kemanusiaan+PKS
https://www.google.com/search?q=relawan+bencana+fpi
http://www.muharrikdakwah.com/2014/12/apapun-yang-terjadi-pks-tetap-melayani.html?m=1
http://hilmifpi.blogspot.com/2015/06/relawan-fpi-di-lokasi-bencana-longsor.html


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here