[SALAH] BPK dan KPK Telusuri Beasiswa yang Disalurkan ke Mahasiswa di Jember

16

[SALAH] BPK dan KPK Telusuri Beasiswa yang Disalurkan ke Mahasiswa di Jember

Narasi
yang tertuang dalam pesan berantai tersebut tidak sesuai dengan fakta. Melalui situs
resmi pemerintahan Jember, Dinas Pendidikan setempat menyatakan bahwa narasi
yang beredar tersebut tidak benar adanya.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FALSE CONTEXT

===

SUMBER:
PESAN BERANTAI WHATSAPP

===

NARASI:

PENGUMUMAN

Assalaamu’alaikum
wr. wb.

Bersama
ini kami smpkkan kpd seluruh Mahasiswa Penerima Beasiswa bahwa skarang ini BPK
(Badan Pengawas Keuangan) RI dan KPK datang dari Jakarta dan utk beberapa bulan
ke depan berkntor di Pemkab Jember dengn maksud dan tujuan yaitu sdang melacak
penggunaan dana/keuangan Beasiswa yg sdh disalurkan ke Mahasiswa itu berasal
dari uang Negada dan pada hari Kami tgl 11 Juni 2020 jam 10.00 wib sdh satu
orang Mahasiswa saya atas nama Sinta Yuliatin dipanggil BPK/KPK di Pemkab Jember
dan salah satu pertanyaannya adalah tentang penggunaan keuangan Beasiswa dan
dimintau bukti2 pembayaran kuliahnya tentang keuangan yg shd masuk di buku
Rekening nya

===

PENJELASAN:
Mahasiswa penerima beasiswa Pemkab Jember dikejutkan dengan beredarnya
informasi perihal akan dilakukannya penelusuran terkait dengan peggunaan dana
beasiswa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pembersantasan Korupsi
(KPK). Dalam narasi yang beredar disebutkan bahwa nantinya para mahasiswa akan
dimintai sejumlah bukti terkait pembayaran uang yang berhubungan dengan
perkuliahan.

Lebih
lanjut dalam pesan tersebut, apabila mahasiswa penerima beasiswa tidak dapat
memberikan bukti-bukti yang diminta, maka mereka diwajibkan mengembalikan uang
beasiswa sebesar Rp 16 juta. Apabila tidak mampu mengembalikan uang yang sudah
ditentukan, maka tidak menutup kemungkinan akan dimasukan ke dalam penjara.

Menanggapi
pesan viral tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pun akhirnya angkat bicara.
Melalui situs resmi milik Pemkab Jember jemberkab.go.id, dijelaskan bahwa
narasi dalam pesan tersebut adalah tidak sesuai dengan fakta. Kepala Dinas
Pendidikan Pemkab Jember, Edi Budi Susilo menjelaskan bahwa mahasiswa penerima
beasiswa Pemkab Jember tidak perlu khawatir atau panik akan informasi tersebut.

“Jadi
saya kira isi pesan itu provokatif. Apalagi sampai menyebut akan mengembalikan
uang Rp 16 juta, jika tidak akan dipenjara. Itu jelas hoaks.” Tegas Edy.

Edi
menuturkan bahwa pihaknya sempat dihubungi oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan
dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Jember, Penny Artha Medya untuk membantu
mendatangkan 20 mahasiswa penerima beasiswa sebagai bentuk tindak lanjut dari
permintaan BPK yang melakukan pemeriksaan dana hibah dari Pemkab Jember.

“Kalau
BPK hadir melakukan pemeriksaan memang iya. Tapi jika ditambahi ada KPK itu
yang tidak benar. Karena pemeriksaan ini sifatnya sampling,” jelasnya.

Lanjut
Edi mengimbau agar para penerima beasiswa tetap tenang dan tidak perlu
mempercayai begitu saja setiap pesan beredar. Terlebih dengan pesan atau
informasi yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Jika
memang ada informasi yang perlu diklarifikasi, bisa datang langsung atau
menghubungi dinas Pendidikan. Kami akan senang hati menjelaskan,” pungkas Edy.

===

REFERENSI:

https://jatimtimes.com/baca/216554/20200613/083300/hoaks-kabar-bpk-dan-kpk-telusuri-penggunaan-dana-beasiswa-cek-faktanya


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here