[SALAH] Disebut Banyak Jamur dan Barang Kadaluwarsa, Warga Diimbau Tak ke Mal

17

[SALAH] Disebut Banyak Jamur dan Barang Kadaluwarsa, Warga Diimbau Tak ke Mal

Pesan
tersebut tidak sesuai dengan fakta. Hal itu dikemukakan oleh Asosiasi Pengelola
Pusat Belanja Indonesia (APPBI), yang menyatakan meski selama masa pandemi pihaknya
tetap menjaga kebersihan dan selalu melakukan disinfektan.

Selengkapnya
terdapat di penjelasan!

Iklan Layanan Masyarakat

KATEGORI:
FABRICATED CONTENT

===

SUMBER:
PESAN BERANTAI WHATSAPP

===

NARASI:

Buat
temen2 yg aku sayangi… Saya hanya meng ingat kan saja ya …  nanti kalau mal2 dlm waktu dekat ini
akan  di buka kembali …  tolong jangan ke mall dulu ya …. krn pd
saat mall di tutup banyak brg2 rusak dan yg berjamur …. mengerikan .

Bukan
covid 19 saja yg membunuh  manusia tp
jamur2 dlm ac yg terhirup oleh kita 
yg  merusak parur2 … hati2 ya
Ibu2 , apalagi pipis tikus , kacoa juga geli , makanan yg sdh 3 bln . Pokok nya
jgn makan di resto yg sdh tutup berbulan2 . Hati2 🙏🏻 🙏🙏 tolong ya demi
kesehatan kita .

===

PENJELASAN:
Jelang diberlakukannya new normal yang diproyeksikan pada bulan Juni mendatang,
muncul informasi seputar ajakan untuk warga agar tidak pergi ke mal terlebih
dahulu. Narasi tersebut beredar melalui pesan berantai Whatsapp dalam beberapa
hari terakhir. Menurut narasi yang beredar, ajakan tidak ke mal dilakukan
akibat adanya banyaknya barang kadaluwarsa dan berjamur.

Lebih
lanjut, narasi dalam pesan juga menyebut jika jamur-jamur yang mengendap di AC
akan sangat berbahaya apabila terhirup ke dalam paru-paru manusia. Oleh sebab itu
masyarakat diimbau tidak makan di restoran terlebih dahulu dikarenakan mereka
sudah tutup berbulan-bulan.

Menanggapi
informasi yang dianggap merugikan tersebut, pihak Asosiasi Pengelola Pusat Belanja
Indonesia (APPBI) angkat bicara. Melansir dari cnbcindonesia.com, Ketua Umum
APPBI Stefanus Ridwan menegaskan bahwa informasi yang terdapat dalam pesan
tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

“Bohong
itu, mana bisa begitu. Itu sentimen itu, kebersihan selalu kita jalan terus. Supermarket
pun jalan terus. Isu ini benar-benar gila, itu hoaksnya setengah mati. Kebersihan
kita jaga setiap hari, disinfektan terus,” tegasnya.

Lebih
lanjut Stefanus menjelaskan bahwa pihaknya tidak habis pikir dengan pihak-pihak
yang membuat informasi tersebut. Sektor perdagangan atau pusat perbelanjaan sendiri
saat ini tengah disiapkan untuk fase new normal.

Sementara
mengutip dari pemberitaan milik kumparan.com, Stefanus menuturkan jika mal akan
kembali dibuka apabila sudah ada keputusan dari pemerintah setempat. Apabila hal
itu terjadi, maka pihaknya akan mematuhi segala protokol kesehatan yang telah
diputuskan oleh pemerintah.

“Saya
kira kalau nanti semua sudah sepakat dan itu bisa dibuka, ya moga-moga tidak
terjadi lagi seperti yang kemarin-kemarin mau lebaran di pasar orang berjejal-jejal,
tidak mengindahkan lagi jarak, tidak pakai masker. Saya kira ini yang harus
kita sama-sama komit,” pungkas Stefanus.

===

REFERENSI:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200528114025-4-161457/viral-ajakan-tak-ke-mal-ternyata-begini-faktanya

https://kumparan.com/kumparannews/appbi-belum-ada-jadwal-mal-dibuka-new-normal-saja-masih-dibahas-1tUqW1rTmDg/full


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here