[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”

58

[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”

Dato Sri Tahir bukan
penasihat Densus 88, melainkan warga kehormatan Brimob. Lalu, Djoko Tjandra tidak
diajukan sebagai Dewan Penasehat Mabes Polri. Tidak ada jabatan Dewan Penasehat
Mabes Polri.

=====

Iklan Layanan Masyarakat

Kategori: Misleading
Content/
Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Facebook

[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”

https://archive.fo/O9iNl

=====

Narasi:

Narasi di dalam
gambar:

“Duo Sipit… Yg Satu
sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan
Penasehat Mabes Polri….ada apa dgn Institusi ini”

=====

Penjelasan:

Akun Facebook Zehan
Ramadhany Jr. mengunggah gambar dua orang. Pada tulisan di dalam gambar
disebutkan bahwa sosok yang satu sudah diangkat menjadi dewan penasehat Densus
dan yang satu lagi akan menjadi dewan penasehat Mabes Polri.

Berdasarkan hasil
penelusuran, diketahui bahwa gambar kedua orang yang diunggah akun Zehan
tersebut ialah Dato Sri Tahir dan Djoko Tjandra. Isu mengenai Dato Sri Tahir
menjadi pembina di dalam tubuh Polri sudah pernah beberapa kali diperiksa dalam
artikel [SALAH] Foto Ang Tjoen Min Anak Lim Seng Komandan Pasukan Pao An Thui, [SALAH] Thahir Pembina Brimob, dan [SALAH] Bos Mayapada Jadi Pembina Brimob dan TNI. Dari
hasil pemeriksaan fakta yang sudah dilakukan, Dato Sri Tahir tidak diangkat
menjadi penasihat ataupun pembina melainkan dianugerahi sebagai warga kehormatan
Brimob.

Adapun, foto yang
digunakan dalam sumber berasal dari peristiwa pengangkatan Dato Sri Tahir saat acara
penganugerahan warga kehormatan Brimob. Hal itu diketahui dari penjelasan dalam
artikel berjudul “Foto Dato Sri Tahir Digendong Brimob Viral, Ini Alasan Brimob
Beri Gelar” yang tayang di antvklik.com pada 16 November 2018.

Lalu, foto kedua
diketahui merupakan foto dari Djoko Tjandra, terdakwa kasus Bank Bali, yang diambil
antaranews.com pada 28 Februari 2000. Klaim bahwa ia akan menjadi Dewan
Penasehat Mabes Polri juga keliru. Sebab, tidak ditemukan jabatan Dewan Penasihat
Mabes Polri dalam struktur organisasi Polri.

Adapun, diketahui
bahwa Kapolri Idham Aziz pernah mengangkat sejumlah tokoh menjadi Tim Penasihat
Kapolri pada Januari 2020. Pengangkatan 17 penasihat termaktub dalam Keputusan
Kapolri Nomor: Kep/117/I/2020 tentang Pengukuhan, Pemberhentian dari, dan
Pengangkatan dalam Jabatan Penasihat Ahli Kapolri. Surat diterbitkan pada 21
Januari 2020.

Dalam daftar nama
tersebut tidak ditemukan nama Djoko Tjandra. Berikut daftar nama lengkap Tim Penasihat
Kapolri:

1. Indriyanto Seno Aji
– Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum

2. Indria Samego –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang ilmu Politik

3. Chaerul Huda –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hukum Pidana

4. Fachry Aly –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Sosiologi

5. Hendardi –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia

6. Muradi – Penasihat
Ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik

7. Hermawan Sulistyo
alias Prof Kiki – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Politik

8. Nur Kholis –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia

9. Sisno Adiwinoto –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ilmu Kepolisian

10. Adi Indrayanto –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Informasi Teknologi

11. Fahmi Alamsyah –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Komunikasi Publik

12. Rustika Herlambang
– Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial

13. Refly Harun –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Tata Negara

14. Agus Rahardjo –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Korupsi

15. Ifdal Kasim –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Hak Asasi Manusia

16. Wildan Syafitri –
Penasihat Ahli Kapolri Bidang Ekonomi

17. Andy Soebjakto
Molanggato – Penasihat Ahli Kapolri Bidang Pergerakan Kepemudaan

Berdasarkan penjelasan
tersebut, maka klaim dalam konten sumber menyesatkan. Oleh sebab itu, konten
tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang
Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1241795549486311/

https://www.antvklik.com/headline/dato-sri-tahir-digendong-brimob

https://www.antaranews.com/berita/1611770/kabareskrim-minta-divpropam-selidiki-dugaan-surat-jalan-djoko-tjandra

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200123135125-12-468003/daftar-penasihat-kapolri-agus-rahardjo-hingga-refly-harun

[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”
[SALAH] “Duo Sipit… Yg Satu sudah menjadi Dewan Penasehat DenSus….yg Satunya Hendak mau Jadi Dewan Penasehat Mabes Polri”

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here