[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up

17

[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up

Jumlah
283 jenazah yang disebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan jumlah jenazah
positif COVID-19, melainkan jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan Protap
COVID-19 dari tanggal 6-29 Maret 2020.

=====

Kategori:
Misleading Content/Konten yang Menyesatkan

=====

Sumber: Facebook

[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up

Archive:

https://archive.fo/YYMeB

=====

Narasi:

“APAKAH
INI “EFEK KEJUT” YG TERBARU ???

INI
CIRI KHAS GUBERNUR GUE…..!!

NTAR
YG DIPECAT……PARA PENGGALI KUBUR YG SALAH KASI INFORMASI……..

ANGKA
“MAYAT” AZA BERANI DI MARK-UP…

GAK
ADA KAPOK2-NYA.

KURANG
APA….COBA ???!!!”

=====

Penjelasan:

Beredar postingan yang menampilkan tangkapan berita dari portal cnnindonesia.com dengan judul “Anies: 283 Jenazah di Jakarta Ditangani Protap Pasien Corona.” Dalam gambar, jumlah angka 283 pada tangkapan layar berita dibandingkan dengan jumlah pasien virus Corona atau wabah COVID-19 yang meninggal dari data BNPB, yakni 122.

Setelah
dilakukan penelusuran, diketahui bahwa berita pada portal cnnindonesia.com
tidak membahas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai jumlah
pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta.

Pada
berita yang tayang pada 30 Maret 2020 itu, diberitakan mengenai pernyataan
Anies perihal penerapan prosedur tetap (protap) atau SOP COVID-19 terhadap jenazah
yang meninggal dari tanggal 6-29 Maret 2020, termasuk terduga COVID-19 belum
dites dan sudah dites namun belum keluar hasilnya. Berikut kutipan beritanya:

[…] Jakarta, CNN Indonesia — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan
pihaknya telah mengurus 283 jenazah sepanjang 6 sampai 29 Maret 2019 dengan
menggunakan protap penanganan pasien virus corona (Covid-19).

Anies
menjelaskan protap Covid-19 yang diterapkan yakni jenazah dibungkus dengan
plastik, menggunakan peti, lalu harus dimakamkan kurang dari 4 jam oleh petugas
yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Karena
itu saya benar-benar meminta kepada seluruh, masyarakat Jakarta jangan pandang
angka ini sebagai angka statistik. 283 itu bukan angka statistik, itu adalah
warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan, mereka punya
istri, punya saudara,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/3).

Anies
mengatakan jumlah jenazah yang ditangani dengan protap Covid-19 lebih besar
dari angka resmi kematian akibat virus corona.

Menurutnya,
perbedaan jumlah bisa terjadi karena pasien yang meninggal belum sempat
dilakukan tes atau sudah dites tetapi meninggal sebelum keluar hasilnya.

Mantan
menteri pendidikan dan kebudayaan itu pun meminta masyarakat untuk disiplin
untuk menekan penyebaran virus corona. Anies mengatakan situasi Jakarta sangat
mengkhawatirkan dalam penyebaran virus corona.

“Ini
semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara serius, bukan pembatasan.
Tinggal lah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak, lindungi diri, lindungi
keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua,” ujarnya.

Sampai
hari ini, jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 1.414 jiwa. Dari
jumlah itu, 122 orang meninggal dunia dan 75 lainnya dinyatakan sembuh dari
infeksi corona.

Sementara
Jakarta menjadi daerah dengan jumlah pasien positif corona terbanyak. Merujuk
data di laman corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif di Jakarta mencapai
727 jiwa, dengan 78 di antaranya meninggal dunia. […]

Dari
kutipan itu dapat dipahami bahwa berita di cnnindonesia.com tidak mengutip pernyataan
Anies Baswedan terkait jumlah pasien COVID-19 yang meninggal di DKI Jakarta. Diketahui
pula, berita tersebut terkait dengan konferensi pers yang diadakan Anies di
Balai Kota pada Senin 30 Maret 2020.

Berikut
pernyataan Anies Baswedan ketika konferensi pers:

[…] Kalau kita perhatikan lonjakan angka kasus cukup besar, karena itu pada
seluruh masyarakat untuk serius dalam melakukan pembatasan jaga jarak atau
physical distancing untuk mencegah penularan. Jadi ini harus dengan cara amat
serius. Kemudian Pemprov DKI Jakarta juga secara khusus memberikan instruksi
kepada ketua RT RW dan PKK untuk melakukan identifikasi atas kelompok
masyarakat yang rentan bila tertular COVID-19, mereka adalah warga lanjut usia
di atas 60 tahun, kemudian penyandang penyakit bawaan misalnya ada diabetes,
penyakit jantung atau penyakit paru, tekanan darah tinggi, itu di antaranya,
ada lagi bagian, jadi mereka bertugas untuk mengidentifikasi di lingkungannya.

Lalu
secara khusus dilakukan sosialisasi cara-cara mencegah penularan, dan ada
sebagian dari lansia yang tinggal sendiri tanpa didampingi keluarganya, di situ
harus ada pendampingan khusus. Kita sudah sampaikan pada ketua RT RW untuk bisa
memberi dukungan agar mereka bisa tetap bertahan di rumah tanpa harus keluar.

Kenapa
ini tegas saya sampaikan, karena selain data jumlah kasus yang disampaikan
resmi oleh kementerian kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga memantau data dari
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Di bulan Maret ini terjadi pemulasaran dan
pemakaman dengan menggunakan protap COVID19, antaranya jenazah dibungkus dengan
plastik menggunakan peti, lalu harus dimakamkan kurang dari 4 jam, petugasnya
menggunakan APD. Sejak tanggal 6 itu mulai ada kejadian pertama, sampai kemarin
tanggal 29 ada 283 kasus.

Artinya
ini adalah mungkin mereka yang belum sempat dites, karena itu tidak bisa
disebut sebagai positif, atau sudah dites tapi belum ada hasilnya kemudian
wafat, ini menggambarkan situasi bahwa Jakarta terkait dengan COVID19 amat
mengkhawatirkan.

Karena
itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta jangan pandang
angka ini sebagai angka statistik, 283 itu bukan angka statistik. Itu adalah
warga yang bulan lalu sehat, yang bulan lalu bisa berkegiatan. Mereka punya
istri, punya saudara, ini semua harus kita cegah pertambahannya dengan secara
serius, bukan pembatasan. Tinggallah di rumah, disiplin untuk menjaga jarak,
lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi tetangga, lindungi semua. Jangan
sampai Dinas Pertamanan dan Hutan Kota yang mengurusi makam ini punya angka
yang lebih tinggi lagi. Mari kita ambil tanggungjawab semuanya, itu kenapa kami
merasa perlu untuk menyampaikan pesan yang amat kuat pada seluruh masyarakat
soal ini.
[…]

Berdasarkan
penjelasan tersebut, konten yang terunggah di Facebook tersebut memelintir
konteks pemberitaan dari cnnindonesia.com. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk
ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

=====

Referensi:

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1148796258786241/

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200330193809-20-488429/anies-283-jenazah-di-jakarta-ditangani-protap-pasien-corona

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/ybJG6d8k-gubernur-anies-nyolong-161-jenazah-covid-19-ini-faktanya

https://news.detik.com/berita/d-4958852/pernyataan-lengkap-anies-soal-283-orang-dimakamkan-dengan-protap-corona?single=1

[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up
[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up
[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up
[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up
[SALAH] Efek Kejut Ciri Khas Gubernur, Angka Mayat Di Mark-Up

Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here