[SALAH] “Foto Badai Petir Terlihat dari Luar Angkasa”

26

[SALAH] “Foto Badai Petir Terlihat dari Luar Angkasa”

Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

Bukan dari luar angkasa. Foto tersebut diambil dari ketinggian 37000 kaki, pada ketinggian itu masih termasuk dalam lapisan atmosfer Bumi.

Iklan Layanan Masyarakat

= = = = =

KATEGORI: FALSE CONTEXT / KONTEN YANG SALAH

= = = = =

SUMBER: TWITTER

[SALAH] “Foto Badai Petir Terlihat dari Luar Angkasa”

https://archive.vn/govzi

= = = = =

NARASI:

“A thunderstorm seen from space”.

Terjemahan:
“Badai petir terlihat dari luar angkasa”.

= = = = =

PENJELASAN:

Akun Twitter TheSpaceAcademy.org (@ThespaceAcad) mengunggah foto pada 01/11/2020 dengan narasi “A thunderstorm seen from space” (Badai petir terlihat dari luar angkasa).

Dari hasil penelusuran diketahui klaim tersebut salah. Foto itu diambil dari ketinggian 37000 kaki atau sekitar 11,3 km menurut Google dari pesawat Boeing 767 di atas Samudera Pasifik di selatan Panama City pada tahun 2016. Pada ketinggian tersebut masih dalam ruang lingkup atmosfer bumi, bukan luar angkasa seperti disebutkan dalam narasi.

Terdapat 5 lapisan atmosfer di Bumi yaitu Troposphere, Stratosfer, Mesosphere, Thermosphere dan Exosphere. Dilansir dari spaceplace.nasa.gov lapisan terluar dari bumi dinamakan ‘Exosphere’ yang memiliki ketebalan 500-1000 km. Ketinggian pada saat pengambilan foto yaitu 11,3 km masuk pada lapisan ‘Troposphere’ yakni lapisan terdekat dengan muka Bumi. Lapisan ini sendiri memiliki ketebalan antara 8-14 km bergantung di mana seseorang berada. Awan Kumulonimbus dapat terbentuk pada ketinggian 2-16 km yaitu antara lapisan Troposphere dan Stratosfer.

Ada suatu batas tak terlihat antara atmosfer dengan angkasa luar yang diakui secara internasional. Batas ini dikenal juga sebagai Garis Karman. Nama garis ini berasal dari nama Theodore von Kármán (1881–1963), yakni seorang insinyur dan fisikawan Hungaria-Amerika. Ia adalah orang yang mencetuskan garis batas ini. Garis Karman kira-kira berada di ketinggian 100 km di atas permukaan laut. Yap, kita sudah resmi berada di angkasa luar jika sudah berada di ketinggian 100 km di atas permukaan laut.

Dalam narasi asli foto disebutkan bahwa badai tersebut sangat kuat sehingga menembus Troposphere dan menciptakan apa yang disebut ‘Overshooting Tops’, tonjolan seperti kubah yang keluar dari atas landasan badai petir dan masuk ke lapisan Stratosfer bagian bawah. Sehingga foto ini diambil pada ketinggian yang masih masuk dalam lapisan Bumi. Selain itu foto ini juga memenangkan Juara III National Geographic 2016 Nature Photographer of the Year Landscape. Dari penelusuran di atas, klaim yang menyebut badai petir terlihat dari luar angkasa masuk kategori Konten yang Salah.



Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here